Young Husband

Young Husband
Jeffrey


__ADS_3

Sementara itu di unit lain, pasangan suami istri yang baru saja selesai makan malam, kini tengah duduk di sofa yang berada di ruang tamu unit apartment.


Si pria tampak fokus menatap layar televisi di depannya, sedangkan tangannya melingkar di pinggang istrinya yang tengah bersandar pada dada bidangnya.


"Sejak kapan kamu kenal sama wanita tadi?" tanya si pria yang tidak lain adalah Jeffrey mulai membuka suara tanpa mengalihkan tatapan dari layar televisi.


"Maksud kamu Addara," sahut Airin yang juga tidak mengalihkan pandangan dari layar televisi.


"Iya." Tangan Jeffrey bergerak ke arah perut Airin dan mengusapnya secara perlahan.


"Beberapa hari lalu 'kan aku udah cerita tentang pertemuan aku sama dia, masa kamu lupa sih," sahut Airin mencebikkan bibirnya.


"Oh jadi dia orang yang kamu ceritain itu," sahut Jeffrey sekenanya.


"Iya, dia juga katanya belum lama loh tinggal di sini, dia tinggal di sini semenjak menikah dan ikut suaminya yang sudah lebih dulu tinggal di sini," cerita Airin.


"Dia sudah menikah?" tanyanya dengan sedikit heran.


Memang semenjak kejadian dia yang tiba-tiba saja memutuskan hubungan juga pernikahan antara dirinya dan Addara, dia memang tidak pernah mendengar lagi kabar tentang wanita itu.


Sampai dia merasa cukup heran, mendengar kabar jika wanita itu bisa menikah secepat itu, setelah kejadian dia memutuskan hubungan di antara mereka yang belum genap dua bulan itu.


"Iya, katanya sih belum lama juga nikahnya," sahut Airin dengan kepala yang mengangguk.


"Oh," sahut Jeffrey singkat dengan pikiran tertuju pada Addara.


Dalam benak pria itu muncul sebuah pertanyaan tentang, dengan siapa wanita yang nyaris menjadi istrinya itu menikah hingga secepat itu, apa di hari itu juga dia menikah atau tidak.


Jeffrey memang dari awal sudah menjalin hubungan dengan dua wanita yang tidak lain adalah, Airin dan Addara sejak lama, jika ditanya siapa yang lebih dulu menjalin hubungan dengannya di antara kedua wanita itu.

__ADS_1


Maka jawabannya adalah Addara. Ya, dia berpacaran dengan Addara ketika mereka masih kuliah, dimana dia adalah kakak senior di kampus tempat Addara menuntut ilmu, sedangkan dengan Airin.


Dia berpacaran dengan Airin ketika mereka dipertemukan ketika magang di tempat kerja mereka dulu, hingga akhirnya hubungan dia dan kedua wanita itu berjalan begitu lama.


Bagaimana bisa hubungan itu, bisa berlanjut hingga bertahun-tahun lamanya tanpa ketahuan, itu karena setelah lulus kuliah Airin memutuskan untuk kerja di luar kota hingga Jeffrey dan Airin menjalin hubungan jarak jauh.


Namun, serapi apa pun dia menyembunyikan tentang perselingkuhan itu, pada akhirnya semua itu ketahuan juga dan wanita yang menemukan perselingkuhan dirinya adalah Airin.


Akhirnya Jeffrey mengakui semuanya pada Airin, dia juga mengatakan jika dia dan Addara sudah lebih dulu menjalin hubungan dibanding dengan dirinya.


Mendengar hal itu, Airin pun memilih memutuskan hubungan mereka dan Jeffrey pun menerima hal itu, dia juga akhirnya menyetujui ajakan Addara untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


Namun, ternyata semuanya tidaklah berjalan dengan begitu baik, tidak sesuai dengan rencana mereka, karena ternyata takdir mempertemukan dia dan Airin lagi, di detik-detik terakhir menjelang pernikahannya dengan Addara.


Kabar yang dia dapatkan dari Airin pun yang ternyata wanita itu tengah mengandung anaknya, membuat dia akhirnya memilih mengakhiri hubungan juga membatalkan pernikahannya dengan Addara dan menikahi Airin demi anak yang kini berada di perut wanita itu.


Kini wanita itu sudah menegakkan posisi duduknya dan menatapnya dengan serius.


"Tidak pernah, kamu 'kan tau sendiri aku sudah memutuskan hubungan aku dengannya saat aku memutuskan untuk menikahimu. Aku juga sudah mengganti nomor aku juga menghapus semua yang berhubungan dengannya," terang Jeffrey apa adanya.


"Beneran?" tanya Airin meragu.


"Beneran." Angguk Jeffrey meyakinkan.


"Bagus deh kalau gitu," sahut Airin terdengar lega.


Airin memang tidak pernah tahu, siapa wanita yang menjalin hubungan dengan Jeffrey selain dirinya itu, karena Jeffrey sebelumnya hanya menyebutkan jika nama wanita itu adalah Zya. Nama tengah Addara yang merupakan panggilan dari Jeffrey untuk Addara.


Airin juga belum sempat melihat bagaimana rupa wanita itu, lantas bagaimana dia bisa tahu tentang perselingkuhan Jeffrey, semua itu karena dia tidak sengaja melihat chat antara Jeffrey dan Addara yang belum sempat pria itu hapus ketika mereka bertemu.

__ADS_1


Addara sendiri pun, bukan tipe orang yang suka memajang fotonya sendiri untuk dijadikan profil dalam aplikasi chatnya, hingga Airin tidak pernah tahu bagaimana rupa dari wanita yang dia ketahui bernama Zya itu.


"Aku cuma takut kamu masih berhubungan dengannya, aku tau aku mungkin cukup jahat karena aku ingin memilikimu seutuhnya, tapi jika dia tidak hadir, mungkin aku sudah berusaha untuk melupakanmu dan membiarkan kamu tetap bersama wanita itu," terang Airin dengan diiringi hembusan napas, sambil mengelus perutnya.


"Mungkin yang pantas disebut jahat adalah aku, karena di sini akulah yang mempermainkan kalain," ucap Jeffrey menatap Airin dengan intens.


"Ya, kamu benar, di sini kita adalah korban dari sikap serakahmu itu," ketus Airin.


Airin memang kecewa dengan sikap dan perselingkuhan yang Jeffrey lakukan, dia pun merasa benar-benar dipermainkan oleh pria itu, apalagi dia sudah benar-benar menyerahkan segalanya pada pria itu hingga menghadirkan nyawa yang kini bersemayam dalam rahimnya.


Namun, tidak dapat dipungkiri jika dia begitu mencintai pria itu, apalagi dengan hadirnya calon anak mereka, dia yang awalnya akan mengikhlaskan Jeffrey pun pada akhirnya tidak bisa melakukan hal itu.


Satu yang tidak diketahui oleh wanita itu, dia juga tidak tahu jika ketika dia datang lagi ke kehidupan Jeffrey, pria itu akan menikahi Addara dalam hitungan hari.


Jeffrey juga memilih untuk tidak mengatakan hal itu, dia juga meminta orang-orang terdekatnya untuk tidak mengatakannya pada Airin, itulah alasannya kenapa dia bersikap seolah orang asing pada Addara ketika di pertemuan tadi.


"Sudah malam, sebaiknya kita tidur sekarang," ucap Jeffrey mengakhiri obrolan tentang masa lalu mereka itu.


Dia tahu, di antara mereka yang paling tersakiti adalah Addara, tapi dia ingin melangkah ke depan, harapannya pun Addara segera melupakan tentang masa lalu mereka itu dan memulai hidupnya yang baru.


"Iya ayo, aku mau ngambil dulu air minum," sahut Airin yang mulai bangkit dari duduknya.


Jeffrey mengangguk dan ikut berdiri, dia mematikan televisi terlebih dahulu dan menunggu Airin kembali sebelum pergi ke kamar mereka.


"Ayo, aku harus segera tidur karena besok aku harus bantu mama lagi di tokonya," ucap Airin sekembalinya dari dapur dengan botol yang sudah terisi penuh oleh air putih.


"Iya, aku juga ada rapat dengan klien," sahut Jeffrey.


Kedua pasangan itu pun mulai melangkah memasuki kamar mereka dengan saling beriringan.

__ADS_1


__ADS_2