
Hari ini keluarga Yumna berkumpul pak Ari dan ibu Sri, mas Ahmad beserta istri dan anakya, mba Zia juga bersama dengan suami dan anaknya, dan sibungsu Aira yang sudah SMP.
Ada kerabat yang masih dirumah ikut melepas keberangkatan keluarga besar Doni dan Yumna yang ikut ke Jakarta karena masih 2 bulan lagi mereka menikah.
" Hati-hati nak, jaga diri, ingat 2 bulan itu bukan waktu yang lama bersabarlah, bapak,ibu,kakak dan adikmu hanya bisa membantu do'a dari sini" pesan pak Ari pada Yumna saat berpamitan.
" Iya pak, Yumna mengerti Yumna akan selalu ingat pesan bapak dan ibu " jawab Yumna kemudian memeluk kedua orang tuanya,lalu beralih ke kedua kakaknya dan adiknya.
Siang itu rombongan sudah bertolak ke Jakarta, sepanjang perjalanan Doni tak pernah melepas genggaman tangannya pada Yumna, yang membuat risih sang adik Raina selalu menggoda sang kakak.
" Elaaaah mau nyebrang pak gandengan mulu " celetukan Raina.
Kedua orang tua Doni hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.
" Yank nanti nginep dirumah ya "tiba-tiba Doni megucapkan kalimat yang membuat semua orang menatapnya curiga.
Doni tanpa rasa bersalah terus bersandar dibahu Yumna.
" Doni...yang benar saja kamu! mau kamu apakan MENANTU MAMA!?" bentak sang mama.
" Tahu nih si abang ngga sabaran banget...tinggal dua bulan aja " celetuk Raina.
" Don..keluarga kita punya adat,begitupun keluarga Yumna,jangan karena keegoisan kamu kita semua jadi malu " sang papa ikut berkomentar.
Sementara Yumna belum mau berkomentar karena menunggu jawaban Doni.
" Papa sama mama kaya ngga pernah muda aja " jawab Doni enteng.
Pletak....
Jitakan manjah mendarat dikening Doni, siapa pelakunya? adalah sang mama.
" Kamu pikir mentang-mentang udah lamaran kamu jadi bebas? ngga akan mama biarkan sebelum janur kuning melengkung " ketus sang mama.
__ADS_1
" Bang...Yumna pulang ke kost Yumna aja,lagian kita belum sah bang,takutnya ada setan yang menggoda kita " akhirnya Yumna berkomentar.
" Iya kak bener mending ke kost kakak aja takutnya setannya ngga kuat tuh yang dari tadi nemplokin kakak " celetukan Raina yang mendapat pelototan dari Doni tetapi membuat yang lain tertawa.
Akhirnya dengan berat hati Doni mengantar Yumna ke kost nya.
Ketika sudah sampai,Yumna segera menurunkan barang bawaanya dibantu Doni dan Raina.Kemudian Yumna berpamitan pada kedua orang tua Doni dan saudara Doni yang ada didalam mobil itu,sedangkan Doni sudah manyun dan tidak bersemangat.
" Abang hati-hati ya pulangnya..." kata Yumna saat Doni berada didepan pintu kamarnya karena membantu membawakan koper Yumna.
Alih-alih menjawab Doni justru memeluk Yumna,lalu menarik dagu Yumna dan memberikan kecupan kilat ke bibir Yumna.
Yumna kaget karena baru pertama kali Doni mengecup bibirnya walaupun singkat,sebelumnya Doni hanya menggenggam tangannya dan mencium keningnya ketika berpelukan.
" Maaf mengagetkanmu sayang...abang khilaf "
Menatap Yumna dengan lembut, mengelus rambut Yumna lalu berpamitan karena tidak enak ditungguin keluarganya dimobil.
" Abang....." teriak Yumna saat Doni sudah menuruni satu anak tangga,kemudian menoleh.
Doni mengembangkan senyumnya melihat tingkah lucu calon istrinya lalu turun dan pulang.
Malam harinya....
Doni menghubungi teman-temannya sekedar membagikan kabar bahagianya,sebagian besar memberikan ucapan selamat, apalagi dimedsos Doni mengunggah beberapa foto dan video proses lamarannya.
Didalam sebuah kamar ada lelaki yang sudah memporak porandakan kamarnya karena marah,orang yang dicarinya selama ini ternyata akan dinikahi oleh sahabatnya sendiri.
Dia hanya bisa menyesali perbuatannya apalagi saat ini dia sudah menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya.
Istrinya hanya diam dan menangis ketika suaminya melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan barang -barang dikamarnya,sedangkan orang tuanya bingung karena tidak tahu harus berbuat apa.
Lelaki itu adalah Hans,setelah kejadian dimana Yumna pergi,dia memilih mengikuti kemauan orang tuanya yaitu dijodohkan dengan anak sahabat orang tuanya.
__ADS_1
Sekarang dia sedang menunggu kelahiran buah hatinya karena sang istri sedang mengandung,usia kandungannya sudah 5 bulan.
Di sebuah cafe
Kedua muda mudi sedang menikmati makan malam romantis dengan diiringi live musik.
Mereka adalah Yumna dan Doni, bukan Doni namanya kalau bisa betah lama- lama berjauhan dengan Yumna, tetapi mereka memang harus terpisah sementara waktu karena Doni akan mengikuti ujian selama 2 minggu di bandung makanya malam itu mereka sengaja bertemu untuk meluapkan rindu sebelum melanda.(nyicil x yak)
" Yank kalau nanti aku kangen gimana? " sikap manja Doni keluar lagi.
" Kan cuma 2 minggu bang....lagian kita bisa telepon atau video call kan" jawab Yumna sambil menikmati makanannya.
Doni menggeser kursinya mendekati Yumna, lalu tiba- tiba menyentuh bibir Yumna yang belepotan saus.
" Ini nih yang bikin kangen...sifat ceroboh kamu " sambil mengelap bibir Yumna dengan tangannya kemudian bukannya dilap pakai tissue tetapi justrilu dia menjilat jarinya sendiri.
" Abang ih jorok....ambil tissue bang " ucap Yumna dengan pipi merona karena malu.
Doni tidak mau mengambil tissue justru memeluk Yumna dari samping,lalu merapikan anak rambut Yumna sambil menghirup aroma shampo milik calon istrinya.
Kemudian mengambil Hp lalu memotret sang kekasih dengan posisi kepala mereka saling bertemu,lalu mengunggahnya disoamed dengan caption #everithing about love# dengan hastag calon istri.
Yumna yang ikut melihatnya tersenyum lalu menyandarkan kepalanya didada sang kekasih.
" Abang....jangan nakal ya nanti di Bandung" ucapnya.
Doni pun takjub karena baru kali ini Yumna berpesan seperti itu dari awal mereka menjalin hubungan,seakan tak percaya kalau Yumna yang mengatakannya.Hatinya justru berbunga karena artinya Yumna sudah memiliki rasa cinta yang utuh.
" Ngga bakal sayang.....abang ngga bakal nakal abang janji, nanti nakalnya sama kamu aja " ucapnya sambil menjawil dagu Yumna.
Yumna tersipu mendengar perkataan Doni yang agak aneh menurutnya.
Setelah selesai Donipun mengantar Yumna pulang ke kostnya,sampai di kost Doni berpesan untuk kekasihnya agar tidak keluyuran saat dia tidak berada disampingnya.
__ADS_1
# masih banyak koreksi nih