YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
IKUT PAPA


__ADS_3

Suara tangis Prima pagi ini membuat gaduh seisi rumah,dia terus merengek ingin ikut Rangga ke Surabaya.


Yumna tidak mengijinkan dengan alasan Prima harus sekolah dan dia tidak bisa terpisah dari Prima,tetapi itu justru membuat Prima semakin meraung teriak meminta ikut Rangga.


Semuanya kewalahan menenangkan Prima tetapi bocah kecil itu terus menangis sambil berucap " ikut papa" .


Akhirnya Yumna mengijinkan Prima ikut dengan Rangga tetapi dirinya juga ikut karena dia tidak bisa berpisah dari putranya itu.


Beberapa koper sudah memenuhi bagasi mobil Rangga, terlihat bocah kecil sudah duduk disamping kursi kemudi sambil memainkan game yang ada diponsel papanya tanpa mau turun barang sebentar dari mobil karena takut ditinggal.


" Ngga kamu jadi repot ya perjalanan dinas dikintilin aku sama Prima".


" Justru aku malah seneng kok sayang".


" Tapi kan nantinya Prima pasti gangguin kamu Ngga".


" Papa dong manggilnya masa udah lama masih Rangga aja manggilnya"


" Maaf Ngga...aku masih kaku ngga seluwes Prima" gugup


" Ngga papa kok santai aja aku ngga mau maksa kamu, biar mengalir aja mama cantik" sambil menoel hidung Yumna.


Setelah hampir 2 hari diperjalanan akhirnya mobil yang membawa keluarga kecil itu sampailah dikota Surabaya.


Prima kagum melihat kota kelahiran papa sambungnya itu, beberapa kali dia menanyakan ini itu sampai Yumna pusing dan memilih tidur kini giliran Rangga yang menjawab pertanyaan Prima.

__ADS_1


" Yuk mama cantik kita turun udah sampai loh" ajak Rangga membangunkan istrinya.


" Oh udah sampai, Prima mana?".


" Tuh udah main sama opa dan omanya"


Terdengan suara celotehan bocah kecil yang sedang bercanda dengan opa dan omanya, sesekali suara tawa terdengar dari kedua orang tua yang sedang sibuk melayani cucunya bermain itu.


" Sayang jangan lari-lari nanti kamu capek, kasian opa Roy ngejarnya" teriak Yumna mengingatkan putranya.


" Biarkan saja nak....papimu sedang bahagia bersama cucunya" ucap mami Mien.


" Nanti papi kecapekan mi, soalnya Prima itu anaknya aktif banget"


Sementara Rangga sedang mempersiapkan bahan presentasinya besok hari setelah merapikan barang bawaannya dari Jakarta yaitu baju miliknya, milik Yumna dan Prima, semua dia yang merapikannya karena tidak mau istrinya kelelahan.


Yumna menyusul kekamar yang mereka tempati selama di Surabaya, kamar yang terletak dilantai satu sedangkan Prima tidur dilantai dua bersebelahan dengan kamar oma opanya karena itu permintaan dari orang tua Rangga sendiri.


" Masih sibuk papanya Prima?".


" Eh ada MaCan datang".


" Apa kamu bilang? macan?!".


" Maksudnya Mama Cantik sayang.....sini duduk dekat PaGan".

__ADS_1


Yumna menoleh suaminya bertanya lewat matanya.


" Papa Ganteng sayang.....".


" Garing banget sih....bilang diri sendiri ganteng lagi?".


" Emang ganteng kan? kalau ngga ganteng mana mungkin kamu mau sama aku?".


" Kamu pikir aku lihat tampang doang?".


" Ya kan ngga mungkin cewek secantik kamu mau sama cowok jelek, beruntung aku ganteng jadi kamu mau sama aku".


Memeluk suaminya lalu berkata " Aku mendapat kenyamanan dari kamu, aku ngga melihat tampang kamu tetapi dari semua pria yang mendekatiku hanya kamu yang diterima dengan baik oleh Prima,makanya aku berfikir mungkin Allah memang mengirimkan kamu sebagai pengganti bang Doni".


Rangga membalas pelukan istrinya lalu mencium pipi cabi milik Yumna sambil memaikannya karena gemas.


" Gemes banget sih....ini pipi apa bakpao sih?".


" BAKPAO puas kamu?".


Rangga terkekeh sambil terus menciumi pipi gembil istrinya, rasanya baru kali ini mereka bisa bermesraan tanpa gangguan Prima karena anak sambungnya itu lebih sering diasuh oma opanya ketimbang bermain dengan mereka.


dikit dulu ya....


ibuku masih sakit minta doanya🙏

__ADS_1


__ADS_2