
Semenjak kejadian dipesta penyambutan Prima menjadi sering murung dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan tablet pemberian Rangga dan jarang sekali menghabiskan makanannya, itu semua tidak luput dari perhatian Yumna dan Rangga.
Hingga suatu malam tiba-tiba Prima mengajukan permintaan yang membuat Rangga kaget karena Prima minta pulang ke Jakarta.
Dan hari ini Prima tidak keluar dari kamarnya karena Rangga malah pergi bekerja bukannya mengajaknya pulang.
Prima kesal dan marah pada Mama dan Papanya yang tidak mau mengabulkan permintaanya malah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
Yumna mengetuk pintu kamar putranya sambil membawa piring berisi puding kesukaan putranya.
" Sayang buka pintu dong...mama bawain puding nih".
Prima tetap tidak bergeming.
" Abang Prima sayang....buka dong nak mama mau bicara".
Prima akhirnya membuka pintu dengan wajah ketus manyun sungguh ketika wajah Prima seperti itu sangat mirip dengan almarhum papa Doni.
Yumna langsung mencium pipi putranya tetapi ditepis oleh tangan mungil milik Prima.
" Kenapa sayang...kok mama ngga boleh cium?"
" Prima mau pulang ma....Prima ngga mau disini, Prima mau di Jakarta aja sama oma opa!" teriak Prima.
" Sabar ya sayang papa kan masih kerja"
" Pokoknya Prima mau pulang besok, Prima ngga mau disini ada orang jahat!" teriaknya yang terdengar oleh orang tua Rangga dan juga Rangga yang baru saja memasuki rumah itu.
__ADS_1
Rangga langsung menuju lantai dua dimana kamar Prima berada,mendapati istrinya sedang membujuk putranya agar tidak rewel, tetapi rasanya sudah menyerah karena perut buncitnya membuatnya susah bergerak.
" Prima..."
" Papa...Prima mau pulang" tangis Prima kembali pecah.
Rangga menarik dalam nafasnya,kepalanya serasa mau pecah.
Satu sisi dia berat kalau harus membiarkan istri dan anaknya pulang ke Jakarta tanpa dirinya, tetapi disisi lain pekerjaannya masih belum bisa ditinggalkannya.
" Sayang boleh ngga papa minta waktu 3 hari lagi?".
" Prima ngga mau pa".
Rangga pun memeluk Prima sambil menangis,tanpa sadar air matanya mengenai tangan Prima.
" Prima kasih waktu 3 hari buat papa tapi papa harus janji setelah 3 hari kita pulang ke Jakarta lagi ya?".
" Makasih sayang.....makasih" ucap Rangga sambil menciumi pipi gembil putranya.
Kini Prima sudah kembali bermain dengan robot mainannya di kamar.
Yumna memasuki kamar mencari sosok suaminya tetapi tidak menemukannya, lalu dia keluar menuju ruang kerja tetapi tidak ada juga.
* Kemana perginya Rangga?* batinnya.
Namun ketika kakinya hendak melangkah dia mendengar suara dari sudut ruang kerja,suara orang sedang menelpon.
__ADS_1
" Aku tahu makanya aku minta waktu 3 hari pada putraku".
.......
" Iya pasti akan aku selesaikan, kamu sabar ya, kamu tahukan bagaimana aku? aku nggak akan lari dari tanggung jawab!".
........
" Baiklah besok ketemu di cafe tadi,sekarang kamu tidur ya?".
..........
" Iya....love you too".
Rangga menutup panggilan kemudian menuju arah pintu tetapi dia dikagetkan oleh Yumna yang sudah berada didepan pintu, dia bingung apakah Yumna mendengar pembicaraannya atau tidak.
" Sa...sa..yang,kamu " mulutnya tercekat.
Yumna menatap Rangga penuh amarah, rasanya hatinya bergemuruh tetapi dia memilih diam meninggalkan Rangga yang masih terpaku, Yumna berjalan kearah kamar Prima.
Dilihat putranya sedang bersiap tidur dia pun melangkah masuk lalu memeluk putranya dengan almarhum Doni.
Isak tangis tertahan dia tidak mau Prima tahu keadaannya yang sedang kacau dan malam itu dia memilih tidur dengan putranya.
# maaf lama up mertua author meninggal dunia
# ibu Author sakit
__ADS_1
# Author sakit juga🙏🙏🙏🙏🙏