
Pagi hari Doni dan Yumna berencana mengurus surat dan segala keperluannya setelah mengutarakan maksud mereka kepada orang tua masing masing maka diputuskan seminggu lagi mereka mengikrarkan janji suci didepan penghulu.
Mereka juga mengatakan untuk masalah catering,gedung dan sebagainya menjadi tanggung jawab mereka berdua,dan orang tua tinggal mengikuti saja.
Didalam mobil....
Yumna sedang mengecek kelengkapan surat-surat yang diperlukan,saking fokusnya dia mendiamkan Doni tanpa melihatnya sepanjang perjalanan,sedangkan Doni masih berfikir Yumna marah atas tindakannya malam tadi.
"Hhuuuuuhhh...akhirnya selesai juga" suara Yumna sambil bersandar dikursi penumpang samping Doni.
" Capek ya yank?" tanya Doni sambil terus fokus menyetir.
Yumna menengok kearah Doni lalu kembali fokus kedepan.
" Capek...sangat capek, tapi lebih capek ngadepin sifat kamu yang udah buat aku merasa ngga kenal kamu" Yumna mode gahar.
Doni menelan salivanya ketika menengok kesamping justru mendapat tatapan tajam dari kekasihnya.
Dari semasa pacaran kalau Yumna sudah menggunakan ^aku kamu ^ artinya Yumna sedang marah, makanya Doni sangat ketakutan.
" Sayang....abang kan udah minta maaf ,udah dong marahnya?" pinta Doni memasang wajah imutnya.
__ADS_1
Yumna mendengus kasar.
" Kamu tahu aku seperti apa, jadi jangan gunakan itu sebagai alasan kamu bisa nyosor seenaknya kaya semalem!"
" Emang abang bebek masa dikatain nyosor yank" Doni berusaha santai padahal keringat dingin sudah keluar.
" Aku ngga lagi bercanda ya....kalau aku mau aku bisa aja batalin nikah " ancam Yumna.
" Eeeh jangan yank apaan sih pake dibatalin segala,abang akan berusaha supaya kamu maafin abang bagaimanapun caranya" balas Doni sambil membelai rambut Yumna.
Sampai di kost, Yumna turus setelah berpamitan tanpa memgajak Doni untuk masuk ke kostnya,dia butuh waktu sendiri dan Doni memahami itu akhirnya melajukan mobilnya pulang.
Demi melihat Doni datang sang mama antusias karena dipikir Yumna ikut pulang ternyata hanya ada Doni saja yang turun sambil membawa berkas.
" Apaan sih mah anak baru pulang bukan ditanyain malah nanya yang lain" jawab Doni sambil berlalu naik ke kamar,pikirannya kacau untuk saat ini makanya dia memutuskan untuk tidur.
Mama menggelengkan kepalanya ikut prihatin melihat kondisi Doni.
*Mungkin ini cobaan pranikah yang dialami Doni dan Yumna...semoga kalian kuat nak*batin sang mama kemudian melanjutkan pekerjaanya.
Malam hari Doni baru keluar dari kamarnya,kondisi rambut acak acakan,kolornya warna kuning,kaos dalamnya sobek dan dengan cueknya turun ke meja makan untuk ikut makan malam.
__ADS_1
" Abang iiih gembel banget sih kalau kak Yumna tahu keadaan abang yang kaya gini Raina yakin pasti kak Yumna ogah nikah sama abang" cerosos Raina.
Doni pun tetap cuek makan bersama keluarganya.
" Ada masalah apa nak? " pertanyaan sang mama sontak membuat semuanya penasaran.
Heeeehh...
Helaan nafas Doni membuat papa,mama,serta adiknya yakin kalau mereka sedang ada masalah, namun Doni tidak mungkin menceritakan alasannya karena sudah pasti papa dan mamanya bakal mengamuknya.
" Ngga ada mam,biasa salah paham sedikit kok,Doni masih bisa atasin" jawabnya lesu.
" Abang apain kak Yumna?" pertanyaan Raina yang langsung membuat Doni terdiam .
" Don....jujur sama kita barangkali kita bisa bantu"ucap sang papa.
Dengan berat hati akhirnya Doni bercerita sedikit dimodifikasi agar tidak terlalu tampak kesalahan yang diperbuat olehnya.
Suara tawa menggelegar dari orang tua dan adiknya mendengar cerita Doni.
" Makanya apa apa itu ditahan jangan asal nyosor kaya soang bang,mampus kan sekarang kak Yumna marah bleeee" celetuk Raina sambil lari kekamarnya.
__ADS_1
#komenplissss