
Disini.....
Pusara Doni ayah dari anaknya yang bernama Prima, Yumna bersimpuh menuangkan segala sesak didadanya dengan perut yang sudah membuncit karena kini kehamilannya sudah menginjak usia 8 bulan maka hanya sisa satu bulan lagi dia akan melahirkan anak keduanya.
Segala sesuatu yang terjadi selama ini membuatnya sesak, dari masalah pekerjaan sampai masalah dengan mantan suaminya yang terus berusaha mengganggunya dengan alasan ingin bersama anak yang kini masih dalam kandungan Yumna.
Yumna berkali-kali menolak Rangga yang terus berusaha untuk kembali padanya setelah tahu bahwa anak yang dilahirkan Rena bukanlah darah dagingnya tetapi anak dari pria lain yang tidak bertanggung jawab,Rangga hanya mendapatkan tumpuan karena ulahnya ketika mabuk dalam perjalanan bisnis.
Meski kini Rena sudah berstatus menjadi istrinya tetapi Rangga selalu mengabaikannya,bahkan ketika bayi mungil yang diberi nama Rana itu menangis, Rangga tidak peduli justru malah membentak Rena untuk segera menenangkan Rana agar tidak berisik menurut Rangga.
Rangga sudah diusir oleh papinya setelah tahu apa yang terjadi dirumah tangga anaknya itu, papinya tidak mau lagi melihat putra semata wayangnya yang sudah membuatnya malu karena kelakuan putranya tersebut, bahkan perusahaan yang dikelola anaknya kini kembali dikelolanya dibantu oleh sepupu Rangga.
" Mama...abang Prima pulang" teriakan bocah kecil yang kini sudah berseragam TK tersebut.
" Eh...anak mama udah pulang, gimana tadi disekolah sayang?".
__ADS_1
" Abang dapat nilai A mama....besok libur kan ma?abang mau kerumah papa Doni ya ma?".
Yumna membelai surai putranya sambil tersenyum, " Boleh sayang ...nanti diantar sama oma opa ya soalnya mama lagi banyak pesanan,kemarin kan mama sudah kerumah papa?".
" Oke mama....abang ganti baju dulu ya".
Prima segera berlari kekamarnya diikuti oleh pengasuhnya.
Yumna memperkerjakan pengasuh karena dia sudah kerepotan membagi waktunya dengan kondisi kehamilannya tersebut membuatnya kesusahan,beruntung ayah dan ibu mendiang Doni selalu membantunya, walaupun Doni telah tiada tetapi orang tua Doni selalu menganggap Yumna masih menantunya bahkan melebihi seorang menantu,bisa dikatakan adalah anak mereka karena kini orang tua Doni memilih tinggal dekat dengan rumah Yumna hanya berbeda blok saja.
Bahkan orang tua Doni rela menganggap bahwa itu adalah calon cucunya kelak mereka akan tetap menyayanginya seperti mereka menyayangi Prima cucu kandungnya itu.
" Yumna....kalau udah capek ya istirahat jangan terlalu memaksakan diri" ucap mama Doni ketika melihat Yumna tertidur dimeja kerjanya.
" Iya mah....mama kapan datang?".
__ADS_1
" Sudah sekitar 15 menit yang lalu,mama mengajak Prima makan dulu baru kekantor kamu".
" Maafin Yumna ya mah sampai ngrepotin mama yang mengurus Prima"
Mama Doni tersenyum sambil membelai kepala Yumna," kamu anak mama sudah sewajarnya mama membantu kamu nak....kamu udah makan belum? makan dulu sayang kasian anak kamu yang disini" ucapnya sambil membelai perut buncit Yumna.
Yumna tersenyum lalu memeluk mama Doni yang sudah dianggap orang tuanya sendiri,mama Doni pun membalas pelukan Yumna sambil menepuk punggung wanita cantik yang sudah memberikannya seorang cucu yang kini menjadi kekuatan dan semangatnya untuk tetap bertahan hidup setelah kepergian putra semata wayangnya dalam tugas.
" Makasih ya ma.....Yumna bersyukur memiliki mama dan papa yang selalu ada buat Yumna, maaf kalau Yumna selalu ngrepotin mama dan papa".
" Tidak ada kata repot bagi orang tua dalam membantu anaknya sayang".
Itulah kata-kata yang selalu mama dan papa Doni katakan ketika Yumna merasa sungkan sudah merepotkan mantan mertuanya yang kini menjadi orang tua pengganti baginya.
#dikit2 ya
__ADS_1
sambil nunggu klien yang belum datang