
Orang tua Doni datang menjenguk Yumna, raut wajah sumringah Yumna menyambut kedatangan mertua yang sudah dianggap orang tua kandungnya itu.
" Mama,papa Yumna kangen" ucapnya.
" Mama dan papa juga kangen kamu,Prima tadi udah pulang diantar Bagas sekarang Raina dan Aksa ditingalkan dirumah kamu untuk menemani Prima, Bagas kembali ke kantornya" ucap Mama Doni sambil membelai rambut Yumna.
Rangga hanya melihat interaksi istri dan kedua orang tua Doni dengan senyuman, dia merasa asing diruangan itu lalu beranjak dari duduknya hendak keluar.
" Kamu mau kemana?"tanya Yumna.
Rangga berbalik tidak percaya Yumna mau berbicara dengannya.
" Mau keluar dulu cari angin" jawab Rangga sekenanya.
" Kemarilah nak...." ajak mama Doni, " Kalian ada masalah apa? bicarakanlah jangan saling diam, karena diam tidak menyelesaikan masalag justru akan semakin memperburuk hubungan kalian" nasehat Mama Doni.
Yumna menunduk takut menatap orang sekelilingnya,Sedangkan Rangga menatap dalam pada istrinya.
"Rangga salah udah membentak Yumna,bahkan udah membuat Yumna hamil,Rangga minta maaf " ucap Rangga lemah.
" Rangga....kamu ngga perlu minta maaf aku yang salah udah melampiaskan kekesalanku padamu,maafin aku Ngga" ucap Yumna terisak dalam pelukan mama Doni.
__ADS_1
" Kamu ngga salah,aku yang salah Yum...udah jangan nangis kasian anak aku diperutmu" Rangga menenangkan Yumna.
" Anak kita Ngga bukan anak kamu sendiri, ini anak kita Ngga..hiks..hiks....peluk" Yumna sambil merentangkan kedua tangannya melepas pelukan mama Doni mengharap pelukan Rangga.
Ranggapun memeluknya sambil menangis,* ternyata seperti ini rasanya menghadapi orang hamil* batin Rangga.
Rumah Yumna....
Kini mereka berdua sedang ada diatas ranjang saling berpelukan,hari ini mereka bebas karena weekend dan Prima dibawa jalan-jalan oleh keluarga Doni.
" Apa aku menyakitinya?" tanya Rangga
" Maaf ya Ngga aku sempet marah sama kamu dan ngoceh yang ngga jelas" lanjut Yumna.
" Udah sayang jangan dibahas ya...semua sudah berlalu,sekarang biarkan Prima dekat dengan keluarga almarhum papa Doninya karena bagaimanapun dalam diri Prima mengalir darah keluarga Doni dan aku bersyukur akhirnya kita memiliki anak lagi, abis kamu melahirkan kita langsung program lagi pokoknya sampai anak kita banyak ya sayang bila perlu setiap tahun kamu melahirkan ya sayang" cerosor Rangga sembarangan.
Yumna menatap tidak percaya dengan apa yang diucapkan suaminya langsung memukul lengan Rangga," Enak aja kamu pikir aku kucing yang beranak terus? ini aja satu belum lahir kamu udah mikir aku hamil lagi parah kamu Ngga" sungut Yumna yang membuat Rangga tertawa ngakak karrna berhasil mengerjai istrinya.
Rangga merasa bahagia akhirnya Yumna bisa menerima kehadiran anak dalam rahimnya dan mulai merasakan ngidam karena moment inilah yang Rangga tunggu yaitu direpotkan dengan permintaan istrinya ketika mengidam.
02:00 dini hari...
__ADS_1
" Rangga bangun...aku pengen makan mangga muda" sambil mengoyangkan tubuh suaminya.
Rangga langsung terbangun dan bengong karena bingung dengan permintaan istrinya.
" Mangga muda? jam segini nyari dimana?" tanya Rangga.
" Ada dikebun pak Somad depan komplek,kamu ambilin ya buat aku?"
" Maksud kamu harus aku yang metik?"
" Iyalah masa pak Somad?emang ini anak pak Somad"
" Ya udah aku kerumah pak Somad dulu minta ijin" Rangga bergegas.
" JANGAAAAN....kamu ambil aja jangan bilang pak Somad"
" Maksud kamu aku harus nyolong gitu? ngga Yum aku ngga mau anakku jadi pencuri" tolak Rangga.
Seketika Yumna menangis kencang sampai membuat heboh seisi rumah yang kebetulan orang tua Doni sedang menginap mememani cucunya.
# Dikit dulu ya yang penting up kan
__ADS_1