YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
13.Masih Belum Sah


__ADS_3

Dirumah orang tua Doni.


Mereka baru saja sampai disambut Mama dan Papanya sedangkan Raina masih sibuk membantu sang mama membungkus parsel.


" Ini dia calon pengantin sudah datang..." kata sang mama begitu mereka masuk rumah.


Rumah bu Aminah masih banyak kerabat yang membantu persiapan pernikahan Doni na Yumna, Raina langsung berlari memeluk sang kakak tanpa canggung lalu kemudian memeluk Yumna calon kakak ipar satu satunya.


Karena orang tuanya hanya memiliki dua orang anak saja yaitu Doni dan Raina.


" Abang mandi dulu ma,pa....udah lengket ini" pamit Doni lalu menuju kamarnya dilantai dua.


Sementara Yumna sudah digandeng Raina untuk ikut bergabung dengan para kerabatnya.


Suara tawa dan celotehan mereka membuat suasana semakin hangat,Yumna memerah malu karena menjadi bahan olok-olokan,dia sering digoda oleh para kerabat disana.


" Yumna, mama mau menunjukkan sesuatu nak " panggil calon mama mertuanya.


" Iya ma...." Yumna mengikuti langkah sang mama mertua.


Mama Doni membuka bungkusan berisi kebaya warna putih dan tuxedo dengan warna senada,kemudian menatapnya lalu tersenyum mengingat dulu kebaya dan tuxedo itu menjadi saksi bersatunya dia dengan papa Doni.


" Yumna...ini hanya kebaya usang tetapi entah mengapa mama ingin sekali kamu memakainya saat akad nanti,apa kamu bersedia nak?" ucap sang mama Doni penuh harap.


" Jika diijinka Yumna mau ma....pasti abang juga mau kok ma" jawab Yumna sambil menatap kebaya inda didepan matanya,biarpun sudah puluhan tahun tetapi kebaya itu masih tampak bagus dan bersih.


Mama Doni selalu merawatnya dengan baik.


" Cobalah nak mama ingin melihatnya "pinta sang mama.


Yumna pun mecobanya didepan calon mama mertuanya tanpa ragu,kemudian dia menatap dirinya dipantulan cermin.Dia tersenyum melihat mama Doni tersenyum.


" Bagaimana menurut mama" tanya Yumna meminta komentar.


" Cantik....sangat cantik....bikin ngga tahan pengen cepet dihalalin " terdengan suara diambang pintu.


Ternyata Doni sudah melihat interaksi antara dua wanita yang sangat dicintainya dari tadi,tetapi karena saking asiknya mereka tidak tahu kalau ada yg ikut jadi penonton.

__ADS_1


Mama Doni hanya bisa tersenyum sambil membelai rambut Yumna, " benar nak yang dikatakan Doni....sangat cantik" ucapnya kemudian.


Yumna tertunduk malu,lalu memukul lengan Doni pelan.


" Abang dari kapan ada disitu jangan bilang waktu aku ganti baju abang juga melihatnya?" cecar Yumna.


Doni menjadi kikuk karena pada dasarnya dia sudah cukup lama disana bahkan ketika Yumna mengganti bajunya,dengan susah payah Doni menahan diri untuk tidak menerkam Yumna karena pasti mamanya bakal mengamuk begitupun kekasihnya.


" eeh..i...itu...aa..abang i...i..tu" Doni gelagapan menjawab tuduhan kekasihnya.


Yumna langsung merah padam sedangkan sang mama mengelus dada sambil menggeleng kepala melihat kelakuan anak lelakinya, " Aduuuh Don siapa yang ngajarin kamu ngga sopan sih? sabar dong nak kan masih belum sah? tunggulah tinggal sebentar lagi " ucap sang mama sambil mendorong Doni keluar kamar,membiarkan Yumna berganti pakaian dulu.


Acara makan malam keluarga Doni mengadakan liwetan semuanya berkumpul duduk dilantai,Doni....jangan ditanya sudah pasti nemplokin Yumna bahkan tanpa rasa malu meminta disuapin oleh Yumna dengan alasan sangat lelah habis pelatihan.


Awalnya Yumna menolak karena malu dilihat semua orang tetapi Doni terus merengek sehingga sang mama kesal lalu meminta Yumna untuk menyuapi Doni supaya tidak berisik.


" Kak Yumna belum nikah udah punya bayi ya?" celetuk Raina.


" Sirik aja kamu dek " balas Doni yang masih terus bersandar dibahu Yumna.


" Ya kali gue sirik ama bayi gorila hahahahaha....." jawaban Raina yang langsung disambut dengan tawa semua orang mereka saling mengolok Doni,tetapi....bukan Doni namanya kalau tidak cuek saja mendengar ejekan mereka sedangkan Yumna sudah memerah karena malu.


" Malam ini menginap saja ya yank , aku capek banget" pinta Doni pada sang kekasih.


" Ngga ah aku pulang aja,pulang sendiri ngga apa kok kalau abang capek" jawab Yumna.


" Tapi ini udah malem banget yank..." Doni mulai merengek.


" Udah nginep sini aja tapi tidur dengan Raina bukan dengan Doni" ucap sang papa tegas.


" Yah....ngga asik pah....masa sama Raina? ya sama Doni lah kan calon istri Doni"protes Doni.


Pletak....


Jitakan didahi Doni dari sang mama yang sudah gemas dengan kelakuan anaknya.


" Aduuuh sakit mah...." Doni mengaduh.

__ADS_1


" Lagian kamu ini mentang mentang mau nikah jangan sembarang dong Dooooon aduh anak siapa sih ini kelakuannya ngga banget" ucap sang mama kesal.


Raina dan Yumna sudah tidak kuat menahan tawanya.


" Seneng banget sih suaminya ditindas" kata Doni sambil cemberut.


" What?.....hellllooooo baru calon ralat ye calooooon" protes Raina.


" Biarin kan bentar lagi jadi suami" Doni tidak mau kalah.


Namum akhirnya Yumna tetap tidur dengan Raina dikamarnya, Doni hanya bisa mendengus pasrah saja.


Tengah malam Yumna haus lalu turun kedapur mencari air minum, tiba-tiba ada sepasang tangan memelukny dari belakang,sempat mau teriak tetapi dibungkam oleh pemilik tangan tersebut.


" Sttttt jangan berisik nanti pada bangun" ...Doni berbisik.


Yaaa pemilik tangan tersebut adalah Doni yang kebetulan haus juga, ketika turun tangga dia melihat Yumna makanya langsung memeluknya.


" Abang iiih gimana kalau ada yang lihat?" Yumna panik.


" Makanya diem jangan ada suara" perintah Doni sambil terus menarik tangan Yumna menbawa kekamarnya lalu mengunci pintu.


" Abang jangan aneh aneh ya...atau aku teriak biar semua pada bangun" ancam Yumna.


Doni terus mendekati Yumna menggiring ke ranjangnya,kaki Yumna terpentok lalu jatuh diatas kasur dan Doni langsung menindihnya.


" Abang permisi ih nanti ada yang lihat bang...." pinta Yumna sambil mendorong badan Doni.


Doni malah mendekatkan wajahnya lalu membungkam bibir Yumna dengan bibirnya,Yumna terbelalak tetapi tetap terdiam,Doni mulai mel***t dan sedikit menggigit agar terbuka,setelah terbuka Doni langsung memasukkan lidahnya kerongga mulut Yumna.


Cukup lama Doni bermain dengan mulut sang kekasih,Yumna kehabisan nafas barulah Doni melepaskannya.


" Maafkan abang....abang sudah tidak tahan....besok kita urus nikah kantor agar kita bisa segera sah, sekali lagi abang minta maaf" ucap Doni bangkit dari atas tubuh Yumna, membantunya bangun lalu memeluknya.


Yumna hanya terdiam matanya berkaca kaca,dia bingung kenapa Doni semakin tidak bisa mengendalikan diri,sedangkan selama pacaran Doni selalu tampak tenang dan tidak pernah kelewat batas.


" Yumna balik kekamar Raina dulu bang takut ada yang lihat" ucap Yumna seraya meninggalkan Doni yang masih tertunduk dipinggir kasurnya.

__ADS_1


Doni menyesal telah memaksa Yumna berciuman,tetapi akal sehatnya seketika hilang ketika berhadapan dengan kekasihnya.


#maaf masih amatiran


__ADS_2