
Krauk...krauk...kraukkk.....
Suara Yumna memakan mangga muda sedangkan Rangga masih merasakan sakit akibat jatuh dari pohon dan dipukuli oleh pak Somad karena ketahuan nyolong mangga mudanya, tetapi setelah tahu kalau mangga itu untuk istrinya yang sedang ngidam dengan syarat mengambil tanpa ijin, pak Somad justru tertawa kemudian meminta maaf pada Rangga karena sudah membuatnya babak belur.
Rangga berharap Yumna akan prihatin dengan keadaanya tapi ternyata zonk yang dia dapatkan, karena perhatian Yumna tidak pernah beralih dari mangga mudanya,alih-alih menanyakan kondisi Rangga justru dia meminta bik Saroh yang mengobati luka Rangga sedangkan dia asik menikmati mangga muda dengan garam.
" Apa itu sangat enak?" tanya Rangga.
" Enak bangeeeeet Ngga kamu mau nyobain ngga?" tawar Yumna sambil menyodorkan mangga kearah Rangga.
" Eh...ngga deh kamu aja, setidaknya perjuanganku ngga sia-sia karena kamu memakan mangganya"
" Eleeeeeh baru gitu aja udah lebay,perjuangan aku hamil lebih besar Ngga dari pada kamu yang cuma metik mangga" cibir Yumna.
" Sayang ini bukan metik lho....aku nyolong sampai digebukin pak Somad masa ngga kamu hargai aku sih?" Rangga merajuk
"Dih gitu aja ngambek....ya udah sini aku hargai" melangkah mantap mendekati Rangga, semakin mendekatkan wajahnya kearah Rangga kemudian tertawa....😄 " muka kamu lucu banget sih Ngga gede semua hahahahaa " Yumna pun berlalu kekamarnya.
" Yumnaaaaaa......" pekik Rangga kesal dikerjai istrinya.
Rangga mengikuti istrinya kekamar untuk melanjutkan tidurnya tetapi begitu sampai dikamar Rangga kembali terperangah melihat Istrinya yang masih memakan mangga muda tetapi diatas kasur sambil duduk bersila.
Dia melewati istrinya menuju kamar mandi menbersihkan diri lalu kembali menuju kasur,tetapi ketika hendak merebahkan tubuhnya tiba-tiba terdengar suara yang membuatnya merinding seketika.
__ADS_1
" Besok ambilin lagi ya sayang aku mau yang banyak mangganya eh ngga usah banyak-banyak deh satu karung aja" dengan senyum manisnya Yumna menampilkan wajah tanpa merasa bersalah.
" Iya....besok aku beliin aja ya biar ngga perlu nyolong lagi" jawab Rangga sambil merebahkan tubuhnya dikasur.
" Ngga mau...maunya mangga dipohon pak Somad ngga mau yang lain titik!", Yumna menolak dibelikan.
Rangga dibuat pusing dengan ngidamnya Yumna,tetapi dia harus bersabar sampai trisemester pertama karena menurut artikel yang dia baca hanya sampai tahap itulah masa ngidam akan berhenti.
09:00 pagi....
Satu karung mangga muda sudah berada di dapur,Rangga sudah selesai mandi setelah memetik mangga, lalu mencari Prima untuk diajaknya sarapan, kalau istrinya jangan ditanya sudah pasti sedang sarapan mangga muda ditemani mama Doni, sedangkan papa Doni sudah berangkat kerja.
" Mah dulu waktu mama hamil pernah ngidam juga ngga?" tanya Yumna disela-sela mengunyah mangganya.
" Terus waktu hamil bang Doni ngidam juga ngga?"
" Ngidamnya nyiumin ketek papa kamu itu hahaha....kalau pulang kerja mama ngga bakal ijinin papa mandi karena mama suka bau keteknya" lalu tertawa.
" Iiih ada ya ma yang kaya gitu?"
" Ada buktinya mama ngalamin" sahut Mama Doni sambil mengupas mangga untuk Yumna.
" Mama...oma...Prima pamit kesekolah dulu ya?" Prima salim ke mama dan omanya.
__ADS_1
" Sini cium mama dulu" Yumna memanggil putranya.
" Ngga mau maaa Prima udah mau jadi abang, maluuuu" tolak Prima.
" Peluk oma mau?" tanya omanya.
" Mau omaa" langsung memeluk omanya.
" Prima curang nih mama ngga dipeluk?" rajuk Yumna.
Prima justru crkikikan meledek mamanya.
" Sini papa yang peluk mama aja" ucap Rangga sambil memeluk istrinya .
Setelah drama pagi kini Rangga sudah duduk dikursi kerjanya untuk menyiapkan bahan meeting dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaanya.
Ada rasa bangga dalam diri Rangga karena diusia yang masih muda sudah memiliki keluarga sendiri dan juga perusahaanbyang dia bangun dari nol sampai berkembang seperti sekarang, namun konsekuensi yang harus diambilnya adalah dia akan sering meninggalkan keluarganya ketika perjalanan bisnis, seperti yang sedang dibicarakannya saat ini dengan beberapa rekan bisnisnya.
Rangga membayangkan harus meninggalkan anak dannistrinya yang sedang hamil sungguh berat tetapi orang tua Doni berjanji akan menemani Yumna dan cucunya, sedangkan orang tua Rangga masih berada di Surabaya karena keluarga besar Rangga banyak yang berdomisili disana.
Rangga keturunan Cina dan Jawa, maminya bernama Mien Shin keturunan Cina dan papinya bernama Roy Sasongko Sudiro makanya dirinya diberikan nama Shin Difarangga Sudiro yang merupakan teman sekolah Yumna ketika dibangku SMA tetapi berbeda kelas dan jurusan.
Dan kali ini Rangga akan melakukan perjalanan bisnis ke kota Surabaya tetapi karena istrinya sedang hamil muda dia tidak bisa membawanya, itulah yang membuatnya sedih membayangkan kerepotan istrinya ketika dalam kondisi hamil harus merawat putra sulungnya yang sedang aktif.
__ADS_1
# dikit dulu ya