
Malam itu rasanya Yumna sudah tidak kuasa ingin menangis, dia merasa Rida benar benar berusaha mempermalukannya didepan teman-teman mereka.
Rida menatap sinis Yumna dan merasa puas sudah membuat Yumna mati kutu sedangkan Hans sangat geram ingin rasanya membungkam mulut Rida yang sudah membuat semua temannya kasak kusuk membicarakannya dengan Yumna.
Hans pun berdiri mendatangi Yumna yang sudah menunduk malu,matanya tergenang air matanya hanya tinggal sedikit lagi tumpah andai dia berkedip.
Hans langsung menarik tangan Yumna, membuat Yumna tercengang dan langsung menatap siapa yang menarik tangannya.
Yang ditarik pun langsung berdiri semua otomatis melihat kearah mereka termasuk Rida yang sudah kebakaran jenggot.
" Rid semua tuduhanmu sangat tidak beralasan,sudah berkali kali aku bilang jangan kelewatan atau kamu akan menyesal" ucapnya sambil terus menggenggam tangan Yumna yg sudah bercucuran air matanya.
" Hans jangan kelewatan kamu lepasin tangannya aku benci sama dia Hans,kamu tahu kan bagaimana aku selalu ada untuk kamu selama ini,jangan karena cewek kampung ini kamu jadi ngga bisa mikir normal Hans " teriak Rida penuh amarah.
" Hah...kamu bilang apa? selalu ada? kamu yakin?...oke semua tuduhanmu akan aku buktikan " ucap Hans tegas.
__ADS_1
Dan langsung memegang tengkuk Yumna dan mengecup bibir Yumna sekilas.Yumna kaget langsung mendorong Hans dan pergi dari cafe itu, sedangkan yang lain mematung melihat pertunjukan didepannya.
Rida langsung emosi dan menghampiri Hans dan menamparnya, Hans tidak membalasnya tetapi dia langsung memutuskan hubungannya dengan Rida saat itu juga.
" Mulai saat ini kita putus,kamu tahu kan siapa kandidat yang akan menggantikan kamu? setidaknya dia tidak sejahat kamu " ucap Hans langsung pergi dari sana.
Rida meraung raung Dede berusaha menenangkan Rida meskipun dia masih bingung dengan semuanya.
Hari berikutnya Yumna sengaja ijin sakit karena tidak ingin bertemu siapapun, Om dan tantenya pun cuek karena dia pikir itu bukan urusan mereka,Mentari yang biasanya selalu ceria pun murung karena Hans tidak datang membantunya mengerjakan PR.
" Bik nanti siapin makanan buat Yumna antar kekamarnya sepertinya anak itu sakit " titah pak Maman ke pembantunya.
Sedangkan Mentari hanya mengaduk sarapannya,tanpa bernafsu untuk sarapan.
Hans berkali kali berusaha menghubungi Yumna tetapi diabaikan oleh Yumna,Dede dan yang lainnya juga berusaha menghubungi tetapi semuanya percuma karena tidak ada satupun yang dibalas oleh Yumna.
__ADS_1
Hans uring uringan dirumahnya, Rio pun dibuat pusing karena adiknya seperti orang gila teriak teriak didalam kamarnya sambil membanting barang.
" Hans loe kenapa sih kaya orang gila...buka pintunya atau gue hancurin kepala loe " teriak Rio dari luar kamar Hans.
Tetapi Hans juga tidak menjawabnya hanya dijawab dengan teriakan,Rida juga terus menghubungi Hans,dia tidak rela jika harus berakhir dengan Hans, dan yang membuat dia tidak terima adalah jika Hans memilih Yumna sebagai kekasihnya yang menurutnya tidak lebih baik dari dirinya.
Sedangkan Dede yang masih bingung dengan masalah sahabatnya memilih diam menunggu penjelasan dari para sahabatnya tanpa dia mencampuri kesalah pahaman kedua sahabatnya.
Doni yang sebenarnya menaruh rasa terhadap Yumna pun hanya sanggup memendam tanpa mengatakannya karena sepertinya saatnya belum tepat.
Sesekali Doni bercerita pada Dede tentang perasaanya terhadap Yumna,padahal dia sudah merencanakan untuk mengutarakan perasaanya saat acara tahun baru nanti tetapi semua sirna karena keadaan sedang semrawut.
Doni semakin bertekad menyembuhkan luka Yumna saat tahu Yumna dipermalukan oleh sahabatnya,pada saat dicafe sebenarnya Doni sudah geram ingin menampar Rida tetapi dia menahan amarahnya.
Demi melihat Yumna menunduk dan menangis Doni bersumpah akan menghapus air mata Yumna berganti dengan kebahagiaan.
__ADS_1
# maaf masih amatir
# kritik dan saran kami terima