YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
27.Permintaan Prima


__ADS_3

Saat ini Yumna sedang disibukkan dengan banyaknyaa orderan dibisnis onlinenya,bahkan saking banyaknya orderan terkadang sampai lembur dia mengerjakan pengepakan dan pengiriman.


Dia tidak pernah mengeluh justru bersyukur karena kegigihannya membuahkan hasil,walaupun dia sibuk dengan bisnisnya tetapi dia tetap bisa memantau dan mendampingi tumbuh kembang Prima, untuk urusan Prima semua dia handle dengan tangannya sendiri,dengan telaten dia mengurus buah hatinya dan dia bersyukur dianugerahkan putra yang pintar dan penurut bahkan tidak pernah meminta yang aneh-aneh.


Prima selalu menerima semua pemberian mamanya tanpa dia komplain, dia cukup mengerti kesibukan mamanya apalagi sebagai orang tua tunggal Yumna sudah berusaha yang terbaik untuk anaknya makanya Prima tidak berani menambah beban sang mama.


" Ma...mama capek ya? Prima pijitin mama ya?" ucapnya menghampiri Yumna yang sedang membuat laporan dilaptopnya.


" Eeh sayangnya mama....ngga kok sayang hanya pegal dikit nanti mama tiduran bentar juga udah ngga pegal lagi" ucapnya sambil tersenyum membelai rambut putranya.


" Mama jangan capek-capek ya, Prima ngga mau mama sakit,Prima janji ngga bakal minta beli mainan lagi kok" ucap Prima sambil memeluk mamanya.


" Pintarnya anak mama...sini cium dulu" mencium pipi putranya," Prima tahu ngga mama tuh membangun bisnis ini dari nol sampai saat ini bisa berkembang,mama seneng banget apalagi mama bisa tetap bekerja dirumah sambil mendampingi anak mama belajar dan mama melakukan ini semua buat Prima,jadi kalau Prima mau beli mainan atau apapun Prima boleh minta ke mama" ucapnya kemudian.

__ADS_1


" Apa Prima boleh minta sesuatu?"tanya Prima sambil memainkan jarinya.


" Boleh sayang.....apa itu?"tanya Yumna sambil menatap penuh cinta terhadap putranya.


" Prima mau punya papa kaya teman-teman ma, biar mama ngga capek kerja biar papa yang kerja" ucap prima sambil menunduk takut mamanya marah.


Yumna tertegun dengan permintaan putranya,dari kecil sampai berumur 8 tahun barulah Prima menyampaikan permintaan yang seperti itu,selama ini Yumna pikir dengan dirinya menjadi sosok ibu sekalian ayah sudah cukup buat Prima,ternyata dia salah,dalam lubuk hati putranya merindukan sosok laki-laki yang bisa dipanggilnya dengan sebutan *PAPA*.


Melihat Prima masih menunduk Yumna pun memeluknya sambil membelai rambut putranya,kemudian menampilkan senyum seolah dirinya baik-baik saja.


" Mama ngga marah kan sama Prima?" tanya Prima ketakutan.


" Ngga sayang...mama ngga marah kok,yuk mama antar kekamar Prima" ajak Yumna kemudian.

__ADS_1


Setelah menidurkan putranya Yumna masuk kekamarnya lalu memandang foto suaminya tidak terasa air matanya menetes kembali,sudah lama dia tidak pernah menangis tetapi kini air matanya kembali menetes ketika menatap bingkai foto pernikahannya.


Hatinya rapuh, tetapi berusaha untuk kuat, batinnya memangis tetapi dia berusaha tetap tersenyum demi putranya, buah cintanya dengan suami yang sangat dicintainya.


Yumna terus menangis dalam diam,ternyata dia salah selama ini...ternyata dia tidak mengenal anaknya dengan baik, ternyata dia tidak tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh Prima, ternyata Prima bukan hanya butuh dirinya tetapi juga butuh sosok papanya.


Puas menangis Yumna segera membersihkan diri kemudian mengambil air wudhu lalu sholat,dalam sholatnya dia menyelipkan do'a,setelah itu dia menengadahkan tangannya memohon ampunan lalu berdoa agar diberikan jalan terbaik untuk keluarganya.


Terlintas dipikiran Yumna *apakah aku sebaiknya menerima Rangga?tapi apa Rangga akan sebaik bang Doni?apa Rangga bisa menerima Primaku?*batinnya berkecamuk.


Dia pun memasrahkan semuanya kepada Allah agar diatur sebaik mungkin dan dia tinggal menjalaninya,apapun akan dia lakukan demi Prima putra semata wayangnya dengan almarhum suaminya, dan kalaupun memang dia harus menikah lagi semuanya demi Prima bukan untuk kebutuhannya sendiri,karena pada dasarnya dia sudah merasa bahagia hidup berdua hanya dengan anaknya saja.


*Aku pasrah Ya Allah....aku ikhlaskan hidupku mengikuti jalanMu,karena aku tahu yang terjadi didalam hidupku adalah sesuai dengan kehendakMu,kalaupun Engkau takdirkan aku mendapatkan jodoh lagi,aku mohon kirimkanlah orang yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga yang mencintai putraku karena aku sangat menyayanginya dengan segenap jiwaku* do'a Yumna dipenghujung sepertiga malamnya.

__ADS_1


# tipis2


__ADS_2