
Satu bulan kemudian.....
Hiruk pikuk dirumah Yumna sudah banyak keluarga yang datang baik keluarga Yumna dari kampung dan juga keluarga dari almarhum suaminya,semua menyambut bahagia untuk pernikahan Yumna yang kedua pasalnya mereka awalnya berfikir bahwa Yumna tidak akan menikah lagi tetapi akhirnya Yumna mau membuka hatinya demi Prima,buah cintanya dengan Doni.
Acara ijab kabul aka dilaksanakan pukul 09:00 pagi dan ini masih jam 6 pagi artinya masih ada beberapa jam lagi,Yumna sedang dimake up oleh perias yang disewanya,dia memilih riasan yng tipis natural saja.
Sedangkan Pihak Rangga sudah dihotel yang disewa Rangga untuk mempersiapkan diri menuju rumah Yumna dan melaksanakan ijab kabul dengan wanita pujaanya.
Prima yang ikut andil didandani dengan beskap dan blangkon sudah mulai merengek menanyakan papa Rangga dia pun mendial panggilan video melalui ponsel mamanya.
" *Hallo papa" sapanya dengan suara imut.
" Hallo jagoan papa" jawab Rangga.
" Papa kok lama kesininya...Prima kangen papa " rajuknya.
" Sebentar lagi sayang papa lagi siap-siap, oh ya ini ada oma Mien sama opa Roy,Prima mau ngobrol ngga?" ucap Rangga.
" Mau...mau papa...hay oma,hay opa.....nanti main bareng Prima yah" kalimat Prima yang membuat orang tua Rangga tersenyum bahagia lalu mengiyakan ajakan calon cucu mereka*.
Setelah menyudahi panggilannya Rangga dan rombongan langsung menuju rumah Yumna dengan membawa buah tangan yang banyak karena mami Mien sangat bahagia pada akhirnya anak semata wayangnya mau menikah juga, dia sempat ketakutan karena diusia anaknya yang sudah tidak muda lagi belum juga menemukan tambatan hati,tetapi sekalinya ada dia mendapatkan bonus seorang cucu yang tampan dan menggemaskan.
Yumna gelisah dan deg-degan meski ini bukan pernikahan yang pertama baginya tetapi untuk bisa ketahap ini saja butuh perjuangan yang cukup panjang,baginya tidak mudah untuk membagi cintanya dengan pria lain selain almarhum suaminya tetapi ternyata dia bisa melakukannya walaupun sangat berat baginya.
Tepat pukul 09:00 ijab kabul pun terlaksana semua yang hadir merasa begitu lega apalagi orang tua Doni,mereka merasakan kelegaan yang hakiki, sambil terus memeluk Prima cucunya dan Aksa anak dari Raina dan Bagas.
__ADS_1
Setelah acara foto-foto,para tamu dan seluruh keluarga sedang menikmati hidangan yang tersedia dimeja prasmanan,Prima berlarian kesana kemari dengan para sepupunya dari kampung, sesekali dia berlari kearah Rangga dan Yumna yang masih duduk dipelaminan sambil menyalami tamu yang hadir.
Tiba-tiba....Bruuukkk
Prima terjatuh menubruk tiang penyangga didekat pelaminan dan langsung menangis kencang,Rangga langsung melompat kearah Prima langsung mendekapnya dan membawa Prima masuk kerumah,sedangkan Yumna menyusul dengan air mata yang sudah mengalir menangisi putranya.
" Papa...sakiiit pa...sakiiiiiiiit...huaaaaaahuaaaaa....mama....mama...." suara tangisan Prima dari dalam rumah,Yumna segera mengambil P3K dari kamarnya dan mengobati putranya sambil terus menangis.
" Maafin mama sayang,maafin mama...maafin mama sayang" ucap Yumna berulang-ulang.
Yumna benar-benar kalut karena baru kali ini Prima terjatuh sampai mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
Setelah melakukan pertolongan pertamanya Rangga berinisiatif mau membawa Prima ke rumah sakit agar mendapat perawatan yang benar,Yumna mau ikut tetapi Rangga meminta Yumna menyusul saja setelah mengganti bajunya.
Rangga ditemani oleh papa Doni dan ayah mertuanya menuju dumah sakit,Rangga masih menggunakan baju pengantin yang sudah berlumuran darah Prima tetapi sudah tanpa peci karena terjatuh saat melompat tadi.
Prima sedang ditangani di UGD ditemani oleh Rangga karena Prima tidak mau ditinggal sendirian,beruntung Rangga tidak takut bahkan terus menghibur Prima yang sedang diobati oleh Dokter.
Setelah mendapat 3 jahitan dibibirnya kini Prima dipindahkan keruang rawat yang sudah dipenuhi oleh keluarganya.
Prima terbaring sambil terpejam karena efek dari obat,tangan kecilnya diinfus,membuat Yumna terus menangisi ketledorannya,dia menyalahkan diri sendiri atas apa yang menimpa putranya.
Semua keluarga terus menghibur Yumna agar tidak menyalahkan diri sendiri,Rangga tetap setia berada disamping Yumna dan Prima yang kini sudah menjadi tanggung jawabnya sejak ijab kabul tadi dan Rangga sudah ganti baju dengan yang lebih santai yaitu celana bahan dan kaos casual yang dibawakan oleh istrinya.
Sebagian keluarga sudah pulang kini tinggal Yumna,Rangga, papa dan mama Doni serta orang tua Rangga.
__ADS_1
Prima sudah membuka matanya dan benar saja ketika tersadar yang dicari pertama adalah sosok papanya.
" Pap...pa" ucap Prima lirih.
" Iya sayang papa ada disini" jawab Rangga sambil menggenggam tangan mungil yang masih diinfus itu.
" Mama...." panggilnya pada Yumna.
" Iya sayang ini mama,maafin mama sayang,maafin mama yang ngga bisa jaga Prima" ucap Yumna sambil terus menangis menciumi putranya.
" Mana yang sakit sayang?" tanya Mama Doni.
" Ini oma bibiy Pima" (bibir Prima)jawab Prima yang masih susah berbicara karena habis dijahit.
" Sabar ya sayang,oma dan opa doain semoga Prima cepet sembuh,nurut sama mama papa ya" ucap mama Doni kemudian.
" Oma Mien dan opa Roy juga berdoa semoga Prima cepat sembuh ya" ucap mami Rangga.
" Terimakasih semua udah doain Prima,maaf ya jadi ngrepotin papa mama,papi dan mami serta semuanya" ucap Yumna.
" Kita keluarga Yumna jangan sungkan ya" sahut papa Doni.
Kini semua sudah kembali kerumah masing- masing sedangkan Rangga dan Yumna masih berada dirumah sakit menemani Prima,malam pertama sebagai pengantin mereka lalui dengan melayani semua keperluan Prima.
Yumna merasa tidak enak dengan Rangga tetapi Rangga justru senang bisa menjaga anak dan istrinya bahkan Rangga tidak pernah mengeluh ketika Prima meminta apapun kepadanya.
__ADS_1
# dikit2 ya