
* Assalamualaikum bang...ini Yumna dedek masih diperjalanan sebentar lagi kesini,abang kangen ngga sama dedek?sama mamanya juga kangen ngga?* batin Yumna begitu sampai dipusara Doni.
Yumna membersihkan rumput dan menabur bunga serta menyiram air yang dibawanya dari rumah,dia sudah janjian dengan Rangga bahwa hari ini mau ke makam papanya Prima, tetapi karena jarak dari kantor Rangga cukup jauh makanya Yumna memilih pergi dulyan setwlah mengirim pesan ke suaminya.
" Mama...."suara nyaring diikuti langkah kecil setengah berlari menubruk tubuh Yumna yang sedang duduk didepan pusara almarhum suaminya.
" Eh anak mama udah sampai, papa mana?"
" Papa menyusul katanya mau beli bunga"
Yumna menengok ke belakang tampaklah Rangga berjalan kearah mereka sambil menenteng keranjang bunga.
" Maaf ya lama tadi jalanan macet"
"Iya ngga apa-apa Ngga"
Rangga pun menaburkan bunga kemakam Doni,lelaki yang sudah meninggalkan wanita pujaannya karena maut, bagaimanapun Doni adalah pemilik hati Yumna sebelumnya jadi dia tidak mungkin cemburu pada orang yang sudah meninggal.
" Kenapa sih ma setiap hari kamis kita kesini?" pertanyaan Prima membuat Yumna kaget karena tidak biasanya anaknya akan bertanya seperti itu.
__ADS_1
" Sayang ini makam papa Doni,papanya Prima " jawab Yumna.
" Enggaaaaak ini bukan papanya Prima ,papaku hanya papa Rangga ngga ada papa yang lain!" teriak Prima menolak peryataan Yumna.
" Prima kamu ngga boleh seperti ini mama ngga suka kalau Prima ngomong kaya gitu, mama bisa marah ya" ucap Yumna menahan amarahnya.
" Ngga mau Prima ngga mau kesini lagi Prima mau sama papa Rangga aja" Prima langsung memeluk Rangga.
" Prima jangan bikin mama marah ya? kalau Prima ngga mau kesini ya udah sana ngga usah sama mama lagi" bentak Yumna dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya.
" Yum sabar aku bakal kasih penjelasan ke Prima,kamu tenang dulu ya?" memcoba menenangkan istrinya.
" Apa kamu bilang sabar? ini semua gara-gara kamu tahu ngga?andai aku ngga nikah sama kamu Prima ngga bakal kaya gitu!" teriak Yumna.
Yumna terus menangis meraung didepan pusara Doni sambil meraup tanah kubur suaminya,hatinya sakit melihat kenyataan anaknya menolak mengakui papa Doni sebagai papanya tetapi malah memilih Rangga.
" Abaaaang maafin Yumna bang ini semua salah Yumna, pasti karena Yumna menghianati abang makanya sekarang Yumna dihukum dengan sikap Prima yang kaya gitu" tangis Yumna sesenggukan.
" Yumna benci diri Yumna sendiri....Yumna benci bang....abaaaang jangan hukum Yumna kaya gini hiks..hiks...hiks", Yumna pun berjalan meninggalkan area pemakaman,hatinya hancur remuk mendengar pernyataan putranya.
__ADS_1
Dirumah...
Terdengar suara gelak tawa dari dalam rumahnya,Yumna melangkah gontai memasuki ruang tamu,tampak didepan TV Rangga sedang bersama Prima menemaninya bermain.
" Prima ayo papa temani bobo"ajak Rangga.
" Ngga mau pa...Prima maunya main,Prima belum mau tidur"tolak Prima.
Yumna berjalan kearah kamarnya melewati anak dan suaminya tanpa menyapa,Rangga hanya meliriknya karena sengaja memberikan waktu untuk Yumna,awalnya dia kesal dan marah pada istrinya tetapi setelah berfikir lagi rasanya bukan sepenuhnya kesalahan Yumna tetapi lebih karena kondisi istrinya sedang labil dan putranya yang masih butuh penjelasan lagi mengenai papa Doni yaitu papa kandungnya.
Rangga sangat menyadari posisinya tetapi bukan berarti dia bisa mengambil kesempatan ketika putra sambungnya lebih memilih dirinya ketimbang papa kandungnya.
Setelah menidurkan Prima dikamarnya Rangga tidak langsung masuk kamar Yumna tetapi lebih memilih ke ruang atas tempat dia biasa mengerjakan sisa pekerjaannya dari kantor yang dia bawa kerumah.
Ada rasa sesal sudah membentak istrinya tetapi dia belum berani menemui istrinya karena pasti Yumna masih marah karena bentakan Rangga tadi di pemakaman.
Sedangkan Yumna tertidur dikamar dengan memeluk foto mendiang suaminya.
GAGAL MOVE ON..... sangat cocok diucapkan untuk kondisi Yumna saat ini.
__ADS_1
# tipis ya
# komen dong