
Hari ini adalah hari pertama yang Yumna lalui tanpa sosok suaminya lagi,dikamarnya dia masih setengah berbaring sambil menatap bingkai besar foto pernikahannya dengan Doni yang terpasang tepat berhadapan dengan tempat tidurnya, tidak ada lagi senyumnya yang ada hanya kehampaan hatinya, sambil mengelus perutnya yang sudah mulai menunjukkan adanya calon buah hatinya karena sesekali janinya bergerak didalam ketika dielus olehnya.
Dulu ketika suaminya masih ada pasti janinya bergerak heboh saat Doni membelai lembut apalagi ketika diajak ngobrol,terkadang Yumna sampai kesakitan karena terlalu aktif anaknya didalam.
" Abaaang udah dong sakit nih" teriaknya.
" Mana yang sakit yank? mana? sini abang cium" kelakar Doni sambil tertawa.
Yumna teringat kenangannya bersama suaminya membuat dia tersenyum getir, duka kehilangan suami yang sangat dicintai sungguh sangat memilukan,apalagi membayangkan kelahiran anaknya kelak tanpa sosok ayah sungguh Yumna masih belum siap menghadapinya.
3 bulan kemudian....
Pagi itu Yumna seperti biasa setelah sholat subuh kemudian dia pergi kemakam suaminya untuk berziarah dan menyapanya.
" Assalamu alaikum abang...hari ini mama sama adek datang lagi, oh ya sekaramg adek udah 9 bulan diperut mama,sebentar lagi adek udah bisa nemenin mama pah...pelukin mama"cerita Yumna didepan pusara suaminya sambil menaburkan bunga setelah itu dia berdoa.
" Abang...sebentar lagi Yumna akan melahirkan anak kita, abang bisa kan hadir di mimpi Yumna? aku merindukan abang....sangaaat rindu, abang tahu ngga? baju abang belum Yumna cuci,sepatu abang belum Yumna cuci,tas dan seragam abang semua belum Yumna cuci, biarin...biar abang marah trus datengin Yumna.....hiks...hiks...hiks..." tangis Yumna pun pecah didepan pusara suaminya sambil terus tergugu dia menggenggam tanah kubur suaminya.
Tiba- tiba diperutnya terasa sakit bahkan seperti mematahkan semua tulangnya,Yumna mengaduh tetapi mencoba menahan rasa sakit diperutnya, dia tahu ini sudah mendekati HPL tetapi dia memang sangat rindu suaminya jadi dia menahan rasa sakit kontraksi sedari malam.
Kemudian dia pamit ke suaminya untuk pergi ke rumah sakit, dengan terseok-seok dia terus berjalan menuju mobil kemudian menjalankan mobilnya kearah Rumah sakit tempat biasa dia periksa selama ini.
Dia mendaftar lalu meminta tindakan,setelah mengurus semuanya dan menuju kamar tempat dia dirawat nanti dia baru menghubungi Raina adik iparnya.
__ADS_1
Yumna :" Hallo Rain..."
Raina :" Iya kak....kak Yumna dimana ?"
Yumna :" Aku dirumah sakit ibu dan anak,perutku kontraksi,dan sstelah diperiksa ternyata sudah pembukaan 3" ,sambil meringis menahan sakit.
Raina :" Apa kakak mau melahirkan? ya udah Rain kabarin mama sama papa dulu ya kak".
Yumna :" Iya....makasih ya Rain...hiks..hiks...."
Raina :" Kakak sabar ya....aku kabarin mama dulu".
Yumna pun menutup teleponnya lalu tampaklah dilayar depan Foto dirinya dan suaminya, tangisnya pun pecah tetapi dia menggigit bibirnya karena sambil menahan sakit yang datang dan pergi.
Kesedihan menghadapi kelahiran buah cintanya tanpa sosok suami membuatnya semakin terguncang bahkan karena kalut akhirnya Yumna pun pingsan tanpa ada yang tahu,karena memang dia sedang sendirian diruang rawat sambil menunggu tambah pembukaannya.
" Bu...mari saya periksa sudah ada penambahan belum untuk pembukaannya" sapa seorang perawat yang masuk.
" Bu...ibu bangun bu..."suster terus menggucang tubuh Yumna tetapi tidak ada respon dari Yumna.
Suster pun memanggil dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut,bersamaan dengan datangnya mertua dan adik iparnya.
" Suster kenapa suster lari-lari apa yang terjadi dengan anak saya sus?" tanya mama Doni panik melihat suster dan dokter lari-lari kearah ruangan Yumna.
__ADS_1
" Maaf bu...apa ibu wali dari pasien?" tanya suster.
" Benar saya mamanya,apa yang terjadi dengan anak saya?" tanya mama Doni panik.
" Pasien droop bu,makanya kami harus segera mengambil tindakan" ucap suster kemudian.
" Lakukan yang terbaik untuk anak dan cucu saya suster "pinta mama Doni sambil berlinangan air mata.
" Kami akan melakukan yang terbaik,ibu tenang dan berdo'a saja ya "
Kemudian suster pun masuk kedalam ruangan Yumna,beberapa saat kemudian terlihat Yumna dibawa keluar untuk dibawa keruang tindakan.
Mama Doni dan Raina mengikuti keman Yumna dibawa sambil menghubungi orang tua Yumna,lalu setelah mengurus berkas operasi,Yumna pun mendapat tindakan cesar karena kondisi Yumna yang lemah dan droop.
1 jam kemudian...suara tangis bayi terdengar dari dalam ruamg operasi, Mama Doni dan Raina pun mengucap syukur sambil berpelukan,Papa Doni yang kebetulan sudah datang ikut menangis haru menyambut cucu pertamanya itu.
Ada rasa bahagia bercampur sedih karena cucu mereka lahir dalam keadaan sudah yatim dan keadaan ibunya yang masih belum sadarkan diri.
" Mah...cucu kita sudah lahir, anak Doni mah....jagoan kita" ucap Papa Doni penuh semangat.
" Iya pah...cucu kita lahir sudah yatim pah...mamah ga tega pah apalagi kondisi Yumna masih belum sadar" ucap mama Doni sambil berlinangan air mata.
#tinggalkan jejak dong
__ADS_1
#komen ya