YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
33.KELUARGA BESAR


__ADS_3

Tiga hari berada dirumah sakit membuat anak kecil bernama Prima mulai bosan,dia merengek minta pulang karena sudah rindu dengan mainanya,seperti orang tua pada umumnya akhirnya mengabulkan permintaan putranya,siang itu mereka pulang menuju rumah Yumna.


Dirumah Yumna masih ada orang tuanya,papa dan mama Doni,papi dan mami Rangga serta Raina dan Bagas yang membawa balita mungil bernama Aksa, mereka menyambut kepulangan Prima beserta kedua orang tuanya.


Suara mobil memasuki pekarangan tandanya Rangga ,Yumna dan Prima sudah sampai,mereka berhambur keluar melihat Prima yang tampak senang berada dalam gendongan papa barunya sementara Yumna mengikuti dari belakang dengan membawa tas berisi pakaian kotor milik mereka bertiga.


Bibi langsung mengambil tas itu dari Yumna dan membawanya ke belakang,Prima benar-benar tidak mau jauh dari Rangga dia selalu minta ditemani Rangga baik bermain,makan bahkan sampai tidurpun dia maunya ditemani Rangga.


Hati Yumna mencelos ketika anaknya menolak untuk ditemani tidur pasalnya dari bayi Prima hanya bisa tidur bila dikelonin oleh dirinya tetapi kini hanya Rangga yang Prima inginkan dan Yumna pun mengalah demi kebaikan putranya.


Sekitar 2 jam Rangga berada dikamar Prima kemudian keluar menuju meja makan karena sudah sangat lapar,tetapi demi putranya dia rela menahan rasa laparnya.

__ADS_1


" Mau makan Ngga?" tanya Yumna.


" Iya...aku lapar" jawab Rangga sambil menarik kursi.


" Sini biar aku ambilin, kamu mau makan pakai apa?" tanya Yumna lagi.


" Apa aja Yum....aku ngga pilih-pilih soal makanan,apapun aku makan"jawab Rangga disertai kedipan kearah istrinya.


Yumna pun merona karena digoda oleh Rangga.


" Yum....aku boleh ngga kalau malam ini tidur disini?" tanya Rangga disela makannya.

__ADS_1


" Apaan sih Ngga pakai ijin segala kita kan udah menikah?" kata Yumna yang tidak percaya dengan ucapan Rangga.


" Rasanya kaya mimpi tahu kita udah nikah udah bisa satu rumah bahkan satu kamar" ucap Rangga sambil menggemgam tangan Yumna diatas meja makan.


" Ngga kamu tahu kan aku melakukan semua ini untuk Prima?,mungkin aku terlihat tidak tulus tapi aku mohon bantu aku Ngga agar aku terbiasa sama kamu"pinta Yumna dengan mata berkaca kaca.


" Jangan memaksakan diri Yum,pelan-pelan saja aku bakal sabar menunggu sampai kamu menyerahkan hatimu seutuhnya untukku meskipun aku tahu pasti masih akan ada papanya Prima disana" ucap Rangga sambil membelai rambut panjang milik istrinya.


Yumna pun akhirnya menangis dan Rangga menariknya kedalam pelukan,merasa Yumna sudah tenang diapun mengajak Yumna untuk istirahat karena nanti malam harus mengantar orang tuanya ke stasiun.


Dikamar berukuran 3x4 meter kini Yumna tidak sendiri lagi,ada sosok Rangga yang terlelap sambil memeluknya,ya....hanya pelukan karena Rangga tidak mau memaksa Yumna untuk melakukan hal yang lebih,dia masih setia menunggu Yumna siap dengan sendirinya.

__ADS_1


Tidak ada lagi foto Doni dikamar itu,semua sudah diganti foto pernikahannya dengan Rangga,Yumna menyimpan foto Doni dan dirinya dalam sebuah box dan menaruhnya didalam lemari,kini ketika dia terbangun maka yang ada didepannya adalah gambar dirinya bersama Rangga, itu semua sengaja dia lakukan agar lebih mudah untuk hatinya menerima Rangga dengan tulus.


#dikit dulu ya


__ADS_2