
Satu bulan menjadi suami dari wanita pujaanya,Rangga belum sekalipun meminta haknya sebagai suami dia lebih memilih menjalani rumah tangganya bagi air mengalir tanpa saling membebani satu sama lain justru Rangga lebih sering mengalah.
Yumna mulai membangun tokonya, dia sudah tidak lagi mendapatkan gaji pensiun dari almarhum Doni karena sudah menikah lagi dengan Rangga jadi dari kantor Doni memutuskan untuk tidak lagi memberikan dana pensiun kepada Yumna,tetapi untuk Prima masih mendapatkan dana pendidikan setiap bulannya yang langsung masuk rekening tabungan Prima dan Yumna pun tidak pernah memakai sedikitpun uang milik putranya,sedangkan uang pensiun dari Doni dia tabung untuk masa depan Prima.
Toserba yang dia bangun menggunakan uangnya sendiri sudah selesai dirapikan,rencananya Yumna akan mencari pekerja untuk meringankan pekerjaanya agar bisa lebih fokus ke keluarganya.
Rangga tidak pernah mengekang pergerakan Yumna,dia membebaskan apapun maunya Yumna asal masih dalam tahap wajar,untuk masalah sekolah Prima dirinya memilihkan sekolah terbaik walaupun jauh dari tempat tinggalnya tetapi lebih dekat dengan kantor tempat Rangga bekerja jadi dia tetap bisa mengawasi putra sambungnya itu.
" Pagi sayangnya mama kok cemberut?" tanya Yumna ketika melihat Prima duduk didepannya,Yumna sedang menata masakan dimeja.
" Hmmm..." balas Prima malas.
" Lho kok jawabnya gitu?ada apa sayang?" tanya Yumna menghampiri putranya dan membelai rambutnya.
" Mama kapan sih kasih Prima adik?Jodi adiknya ada 2,Mirza adiknya satu,masa Prima ngga punya adik?Prima mau adik ma.."protes Prima.
Yumna tertegun mematung mendengar permintaan anaknya.
"Sabar sayang kan masih proses,papa yakin sebentar lagi adiknya Prima akan ada diperut mama,kita sama-sama berdoa ya?"ucap Rangga yang tiba tiba sudah berada ditengah mereka.
*Selamat* batin Yumna.
Tetapi, *eh kok Rangga sembarangan aja ngomong sama Prima?gimana kalau Prima nagih?* batin Yumna makin berkecamuk.
" Yey....Prima seneng pa...semoga adik Prima cowok ya pa biar bisa Prima ajak main bola" teriak Prima kegirangan.
Rangga hanya tersenyum menanggapi celoteh anaknya lali duduk disamping Yumna.
" Nasi dong ma,kok piring papa masih kosong? mama melamun ya?" goda Rangga.
__ADS_1
" Se..sebentar aku ambilin" Yumna gugup.
" Mama kenapa? kok mukanya kaya gitu?" tanya Prima yang sedang menikmati serealnya.
" Mama ngga apa apa kok" kilah Yumna.
Rangga diam saja padahal dia tahu kalau Yumna sedang malu malu karena dia godain tadi beberapa kali Rangga mengulum senyum menatap istrinya.
Setelah sarapan seperti biasa Rangga dan Prima pergi bersama karena sekolahnya searah dan Yumna pergi dengan mobilnya sendiri.
Ditoko miliknya.
Yumna masih memikirkan permintaan Prima dan omongan Rangga,dia bingung apa yang harus dia lakukan.
Dia sendiri sebenarnya sudah mulai bisa menerima kehadiran Rangga dalam hidupnya bahkan gombalan serta candaan Rangga sering membuatnya bersemu tetapi dia bingung bagaimana caranya bicara dengan suaminya agar suaminya tahu kalau dia sudah membuka hatinya.
Setiap hari Yumna pulang jam 3 sore karena jam 5 suami dan anaknya pulang,yang artinya waktunya cuma 2 jam untuk memasak dan membersihkan dirinya.
Tepat pukul 5 sore .
" Assalamu alaikum mama" suara teriakan salam putranya terdengar.
" Wa'alaikum salam sayang" jawab Yumna menyambut anak dan suaminya.
" Wangi banget anak mama,udah mandi ya?"
" Udah dong ma,tadi Prima diajarin papa mandi sendiri,Prima seneng deh" cerita Prima
" Hebat sekali anak mama,kok tumben mau mandi sendiri?"
__ADS_1
" Kan Prima mau punya adik jadi Prima harus mandi sendiri ma"
*Hah kok bahas adik lagi*batin Yumna.
" Oh iya papa mana kok blm masuk?"
Yang ditanyakan pun kemudian muncul,sambil membawa 2 tas kanan kiri.
" Mama kangen ya sama papa?" celetuk Prima.
" Pasti dong kan papa ganteng ya ngga?" jawab Rangga kepedean.
" Bukan sayang....mama nanyain papa karena takutnya papa dimakan kucing diluar,nanti Prima ga punya papa gimana?" jawab Yumna sengaja karena kesal digoda oleh dua cowok beda usia didepannya.
Prima melongo dan Rangga tertawa,dia senang karena Yumna menunjukkan perhatiannya meski dengan cara yang unik menurutnya.
Kini Rangga dan Yumna sudah berada dikamarnya,Yumna sedang menyiapkan baju ganti untuk Rangga yang sedang mandi, sedangkan Prima sedang asik dengan mainanya diruang bermain.
Rangga keluar kamar mandi dengan handuk sepinggang rambut masih basah dan handuk kecil yang dia gosokkan dikepalanya agar cepat kering rambutnya,melihat pemandangan itu Yumna memalingkan wajahnya ada rasa gugup tetapi dia harus mulai membiasakan diri dengan kebiasaan Rangga yang selama ini tidak pernah dilihatnya.
Rangga mendekati Yumna hati-hati, memastikan apakah Yumna mau menerima dirinya seutuhnya,digenggamnya tangan Yumna yang sudah dingin karena gugup kemudian dia mencium pipi istrinya.
Yumna pun memberanikan diri menatap balik suaminya,lalu semuanya terjadi seperti yang seharusnya terjadi, Rangga sangat bahagia akhirnya Yumna mau menerimanya senyumnya terus mengembang melihat wanita yang dicintainya kini dalam dekapannya tanpa sehelai benang.
Ada rasa bangga dihati Rangga walaupun Yumna sudah pernah melahirkan tetapi dia selalu merawat tubuhnya sehingga bagi Rangga merasa dirinya sangatlah beruntung mendapatkan Yumna.
*Semoga kamu cepat hadir dirahim mamamu nak agar abang Prima senang karena ada teman bermain* batin Rangga sambil menciumi puncak kepala istrinya.
# dikit dulu
__ADS_1