YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
25. Pulang


__ADS_3

Hari ini Yumna dan baby Prima sudah bisa pulang, semua keluarga menyambut kedatangannya dengan menyiapkan surprize dirumah Yumna,semua sibuk mendekor kamar baru untuk baby Prima dengan nuansa biru laut...


Yumna menggendong bayi yang berumur tiga hari itu dalam dekapannya melangkah ke dalam rumah yang dibeli suaminya ketika mereka akan menikah,belum genap satu tahun pernikahan mereka dipisahkan oleh maut,bahkan Yumna tidak mendampingi suaminya kala menghembuskan nafas terakhirnya.


Yumna terharu karena keluarganya berkumpul untuk menyambutnya dan baby Prima,setelah meletakkan bayinya dikamar yang sudah didekorasi Yumna pun berpamitan untuk mandi dikamarnya.


Ketika memasuki kamarnya yang masih tampak sama seperti pertama kali dia datang dahulu,ada rasa sesak didadanya, rasa rindu yang mendalam kepada suaminya,baju seragam suaminya masih tergantung rapi dilemari suaminya,dia membuka dan mencium bau khas dari tubuh suaminya dibaju tersebut karena memang sengaja tidak dicuci olehnya.


"Abang....Yumna udah pulang sama adek tapi adek bobok dikamarnya soalnya Yumna mau bobok sama abang ya malam ini...Yumna kangen abang" ucapnya terisak sambil memeluk baju Doni.


" Mungkin bagi orang lain abang udah meninggal tetapi bagi Yumna abang masih tetap ada disamping Yumna....abang ....abang......." teriaknya tertahan sambil menggigit bibir bawahnya sampai berdarah.

__ADS_1


6 bulan ternyata belum mampu membuatnya mengikhlaskan kepergian suaminya,bahkan ketika ada yang mau mendekatinya dia selalu bilang bahwa ada suaminya dirumah,atau dia akan menolak dengan mengatakan tidak mungkin berpoliandri.


Kini dia memilih fokus merawat buah cintanya dengan suaminya seorang diri,terkadang dibantu oleh adik iparnya atau mertuanya karena orang tua Yumna berada dikampung.


Semua kebutuhan Prima adalah nomor satu,saking sayangnya bahkan ketika Prima digigit nyamukpun Yumna akan menangis tersedu-sedu dan menyalahkan dirinya karena tidak becus menjaga putranya.


Bagi Raina pemandangan seperti itu sudah wajar karena dia hampir menyaksikannya setiap hari,yah...Raina lah yang menemani Yumna dirumah peninggalan abangnya itu.


Apalagi Raina kuliah dikampus yang dekat dengan rumah Yumna makanya dia memilih tinggal bersama kakak iparnya sambil menemaninya.


" Iya....eh apa? jalan sore?kemana? berapa lama?apa aja keperluan Prima yang harus kakak siapkan?".

__ADS_1


Begitulah Yumna ketika apapun yang menyangkut bayi gembulnya itu.


" Apaan sih kak orang cuma ditaman depan doang, Prima juga udah aku pakein telon yang ada anti nyamuknya kak" jawab Raina sambil menyiapkan stroller untuk ponakannya.


" Ya udah tapi jangan lama-lama ya....kakak masih bungkus orderan yang harus kakak kirim hari ini" ucap Yumna sambil kembali sibuk membungkus orderan pelanggan.


Yah...Yumna sekarang berbisnis online dan alhamdulillah sudah banyak pelanggannya sehingga bibik ikut membantu membungkus,terkadang Raina juga ikut membantunya ketika senggang.


Sebenarnya uang pensiun dari suaminya sudah cukup untuk menghidupinya dan anaknya tetapi Yumna masih menerima orderan karena dengan kesibukan dia bisa sedikit mulai mengikhlaskan kepergian suaminya.


Bahkan dari hasil berbisnisnya Yumna bisa menabung untuk masa depan Prima,sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari dia menggunakan uang suaminya,sisanya juga dia masukksn tabungan untuk Prima.

__ADS_1


Sekarang prioritas utamanya adalah Prima,makanya dia berusaha untuk memenuhi segala keperluan anaknya tanpa bantuan orang tuanya,dia ingin membuktikan bahwa hasil kerja keras dia dan suaminya pasti bisa untuk membahagiakan putra semata wayangnya.


#lg kebanjiran nih dikit dulu ya


__ADS_2