YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
16. Kamu milikku selamanya.


__ADS_3

Usai menjelajahi kota kelahirannya Yumna mengajak suaminya pulang karena sudah sangat lelah.


Doni yang mengetahui sang istri kelelahan pun menawarkan diri untuk menggendongnya tetapi Yumna menolak karena malu.


1 jam perjalanan sampai dirumah orang tua Yumna, ibu Sri sedang membungkus berbagai kue untuk hantaran ketetangga,dan kerabat jauh dengan dibantu mba Zia,mba Nurul istri mas Ahmad,Aira dan tante Yati, sedangkan Pak Ari sedang berbincang dengan para kaum lelaki di teras dengan berbagai cemilan dan kopi.


Doni bermaksud untuk ikut bergabung tetapi tidak diperbolehkan oleh pak Ari sang mertua karena belum disepasaran jadi belum boleh ikut ngobrol bapak bapak.


Doni yang masih bingung hanya mengikuti saja,begitupun Yumna tidak diijinkan membantu para kaum wanita malah disuruh istirahat untuk acara pengajian nanti malam.


Akhirnya mereka memutuskan masuk kekamar untuk istirahat,Doni beberapa kali mencoba mengajak Yumna berolahraga,tetapi Yumna menolak secara halus dengan mengatakan masih siang takut panas malu kalau mau mandi siang hari.Doni pun menurut dia hanya memeluk istrinya dan tertidur bersama.


2 minggu sudah Yumna dan Doni menjadi suami istri,hari ini mereka akan berangkat ke Jakarta karena mereka sudah harus bekerja kembali setelah cuti panjangnya.


Doni akan sibuk dengan berbagai pelatihan dan jadwal dinas,sedangkan Yumna mulai sibuk dengan acara fashion shownya.


Jam 9 pagi mereka berpamitan kepada orang tua dan keluarga nya serta keseluruh sanak saudara dikampungnya.

__ADS_1


" Hati hati nduk...nurut sama suami ya" pesan Ibu Sri.


" Iya bu....makasih nasehatnya" ucap Yumna seraya memeluk sang ibu.


Setelah acara pamitan penuh haru mereka bertolak kejakarta dengan menaiki mobil papa Doni yang sengaja ditinggalkan untuknya.


" Abang kalau capek istirahat ya jangan terlalu maksa takutnya nanti kenapa-kenapa" kata Yumna.


Doni membelai rambut istrinya, " Iya sayang....kamu tidur aja ya biar ngga cape kan harus siapin tenaga buat perang kita" ucap Doni sambil nyengir kuda.


" Abang ih...." ucap Yumna sambil memukul pelan lengan Doni,lalu bergelayut manja pada suaminya.


Doni justru mendesis lalu melirik Yumna sambil berkata" aduh sayang jangan godain abang dong...kan masih dijalan jauh pula....."godanya.


" Abang ....aku serius" teriak Yumna.


" Ngga usah teriak abang denger sayang....emmm kalau abang maunya kamu dirumah apa kamu mau? tapi kalau kamu tetep mau kerja juga abang ngga keberatan kok,asal kamu tetap bisa menjaga martabat suami kamu sayang" ucap Doni sambil menggenggam tangan istri tercintanya.

__ADS_1


Yumna menunduk,sambil berfikir tetapi pikirannya justru kemana mana hingga...


" Abang tahu ngga? kalau abang kerja dan aku dirumah nanti aku kan ngga bisa menghasilkan uang,terus aku ngga bisa beli make up terus ngga bisa beli baju,trus ngga bisa mempercantik diri,trus...."


" Kamu milikku selamanya....seperti apapun keadaan kamu kondisi kamu, abang akan tetap mencintai kamu,jadi tanpa kamu harus dengan make up pun kamu tetap pemilik hati abang " potong Doni yang sudah tahu kemana arah omongan istrinya.


Yumna pun tersenyum senang mendengan penuturan suaminya lalu tiba-tiba dia memberikan kecupan dipipi Doni sambil berkata, " Abang yang terbaik deh.....makin cinta nih aku sama cuami akuuuu..." ucapnya dengan dibuat-buat semanja mungkin.


Doni yang kaget dengan perlakuan istrinya pun mengurangi kecepatan mobilnya.


" Sayang apa kita perlu mampir ke hotel sebentar?" tanya Doni.


Entah dari mana pertanyaan konyol itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa rem dan malah membuat istrinya memutar bola mata jengah.


" Itu mulu pikiran abang....fokus nyetir bang, Yumna udah kangen masakan mama" ucap Yumna dengan mulut manyun.


Akhirnya Doni Fokus menyetir,tidak butuh waktu lama diliriknya sang istri sudah terlelap disampingnya,diapun tersenyum bahagia karena pada akhirnya dialah yang berhasil mendapatkan Yumna dan kini sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


# Dikit dulu ya


__ADS_2