YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
17.Menantu atau anak


__ADS_3

Tiba di Jakarta mereka menuju rumah orang tua Doni terlebih dahulu karena mama dan adik Doni sudah merindukannya....sesuai dengan pesan chat dari Raina.


Tetapi begitu sampai betapa kecewanya Doni.


" Hay guest....bang Doni paling ganteng coming" teriaknya didepan pintu dan langsung membuat semua penghuni rumah menatap kearah pintu.


Mama dan adik Doni langsung berlari menghampiri, Doni sudah merentangkan tangannya tetapi hanya dilewati dan mereka malah langsung memeluk Yumna yang berdiri dibelakang Doni.


" Sayang gimana perjalanannya capek kan?Doni ngebut ngga? terus dikasih makan ngga? ada yang sakit pegel gitu ngga?"berbagai pertanyaan dari kedua orang sipenyambut itu bergantian.


Doni langsung menganga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


" Mah, Rain....kan aku yang anaknya,aku yg capek nyetir ko aku yang dikacangin sih?"protesnya dan langsung meninggalkan adegan peluk- peluk didepan pintu.


Dia menaruh tas dengan sedikit disentak,sang papa hanya menggeleng melihat pertunjukan didepannya.


" Sabar Don....begitulah wanita" sang papa menenangkan.


" Iya tau pah....tapi kan aku yang anaknya ....yang bener yg menantu yang mana sih?abang apa Yumna?" teriaknya sengaja agar mama dan adiknya ikut cepat sadar.


Sedangkan mama,adik dan istrinya hanya tertawa melihat Doni cemburu.


" Haus perhatian ya?....HAHAHAHHAHAHA..."tawa Raina menggema merasa puas mengerjai kakaknya.


"Tahu nih Don ngga ngalah sama istrinya malu tahu" sang papa ikut berkomentar.


" Oooh jadi ceritanya abang dikerjain...oke abang bakal bawa Yumna pergi sekarang juga kerumah abang, TITIK NO KOMA!" jawab Doni dengan ketus.


" Jangan gegabah Don tanya dulu Yumna mau ngga kamu bawa pergi sekarang?" timpal sang mama.


Doni melihat kearah Yumna.


" Abang .....Yumna mau disini dulu ya....soalnya Yumna kangen masakan mama,boleh ya?" tanya Yumna dengan puppy eyes.

__ADS_1


" oke fix abang kalah,kita menginap disini 1 malam aja" ucap Doni langsung berlalu masuk kamar takut kena amukan.


" Abaaaaaaaang......" suara kompak mama adik dan istrinya.


Doni pun terkekeh dikamarnya,tidak lama kemudian Yumna datang membawa kopernya.


" Sayang kenapa ngga manggil abang sih bawa kopernya?".


" Ngga papa bang....kelamaan soalnya aku keburu gerah mau mandi" jawabnya sambil membuka koper mengambil baju santainya.


" Mandi bareng ya?"pinta Doni.


" Ngga ah apaan sih aku ngga mau bang"tolak Yumna.


" Masa sama suami sendiri malu sih, abang udah lihat semuanya udah nyobain pula" goda Doni.


Pipi Yumna langsung merah malu dan langsung lari kedalam kamar mandi didalam kamar Doni dan mengunci pintunya takut Doni masuk.


" Sayang kok dikunci sih?"teriak Doni.


*yaaaah gagal deh minta Dp buat nanti malem,gemesin banget sih istri aku,makin cinta deh,jangan harap nanti malam kamu bisa lari dariku*batin Doni sambil merapikan baju dari koper ke lemarinya.


15 menit kemudian Yumna sudah keluar dengan rambut masih digulung pakai handuk dan baju santainya berwarna hijau.


Doni memandang Yumna lalu berinisiatif ingin memeluknya tetapi dicegah oleh Yumna.


" Abang mandi dulu keburu sore...lagian masih bau jangan asal peluk hehehe...."


Doni pun menurut sambil menggerutu masuk kamar mandi.


Ketika keluar dia mencari istrinya dan ternyata Yumna tertidur disofa yang ada disudut kamarnya sambil memegang handphonenya.


Rambutnya pun masih basah tertutup handuk,Doni menghampiri istrinya lalu membangunkannya.

__ADS_1


" Sayang bangun nanti kamu pusing lho tidur dengan rambut masih basah"ucapnya pelan.


Yumna mengeliat lalu terbangun sambil mengucek matanya,tampak wajah lelahnya tetapi besok pagi sudah harus bekerja kembali,sedangkan Doni mulai dinasnya siang hari karena dia dinas luar.


Hooaaaaam.....Yumna masih menguap.


Doni membelai rambut istrinya lalu membaca do'a dengan telaten dia sisir rambut istrinya.Doni bersyukur memiliki istri seperti Yumna yang bisa mandiri,jauh dari orang tuanya,dan sangat mencintai dirinya.


Begitupun Yumna bersyukur memiliki suami seperti Doni yang sabar dengan semua sikap dan kelakuanya.


" Abang kapan mau ambil barang aku dari kost?"


" Nanti pas libur aja yank biar ngga terlalu capek"jawabnya masih sambil memijat bahu istrinya.


" Ngga kelamaan ya? ntar keburu dapat jatah bayar lho?besok aja ya biar sekalian capeknya"


" Kalau kamu udah ambil keputusan sendiri ngapain tanya abang sih" jawab Doni yang langsung mendapat tatapan tajam dari Yumna.


Doni langsung kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Iya sayang...besok abang sewa pick up buat angkut barang kamu,kamu mau jam berapa tinggal bilang"ucapnya supaya sang istri tidak marah.


" jam 3 sore aja nanti aku ijin dech...tapi mau dibawa kerumah mana bang? jarak dari sini kekantor aku cukup jauh,apalagi rumah abang....atau abang sengaja ya biar aku ngga kerja lagi?"


* Aduuuuuh salah lagi aja gue mah ama bini gue*batin Doni.


" Terus maunya kamu gimana sayang?abang terserah kamu aja"ucap Doni supaya aman.


" Aku masih bingung bang?didekat rumah abang ada loker ngga ya?kalau ada aku nanti cari kerjaan baru aja bang ngga apa-apa,tapi kalau emang belum ada ya aku dirumah dulu jadi ibu rumah tangga syukur - syukur langsung dikasih rejeki aku hamil ya bang...aamiin" ucap Yumna.


"Aamiin...." Doni ikut menimpali.


* tumben bini gue waras....ngga abis kepentok kan?apa dia salah shampo?...aaah biarin lah yang penting itu keputusan keluar dari mulutnya sendiri*batin Doni.

__ADS_1


#tipis2 ya lagi banyak ngurus kasus nih


__ADS_2