YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
19. Perlu waktu untuk berdamai.


__ADS_3

Sore hari Yumna memutuskan pulang ke kost lamanya,nomornya masih belum aktif,rasanya malas untuk mendengar suara suaminya,bagaimana tidak,ketika seorang suami diam saja ketika ada wanita menyentuhnya disitu pikiran Yumna berselancar mencari makna.


Ketika membuka pintu kostnya dia mendesah pelan melihat sebagian barangnya sudah dipack didalam kardus hanya tinggal fasilitas kost saja yang masih terpasang pada tempatnya.


Dia menyalakan ac kamarnya lalu pergi mandi,dia mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower tanpa membuka bajunya seketika air matanya jatuh.


"Kenapa kamu diam saja saat wanita itu memelukmu...hiks...hiks...kenapa bang ?" tangisnya pecah dibawah guyuran air.


Setelah cukup puas menangis dia keluar mengganti bajunya dengan baju santai lalu mengambil dompet untuk membeli beberapa keperluannya selama tinggal dikost.


Sementara dirumah Doni.


Doni pulang setelah magrib lalu menuju kamarnya untuk bertemu Yumna tetapi dia tidak menemukan istrinya dikamar yang masih gelap itu,lalu keluar dengan tergesa mencari disetiap sudut rumah ternyata keberadaan istrinya memang tidak ada, dia mencari mamanya untuk menanyakan dimana istrinya tetapi mamanya bilang belum pulang,semua anggota rumah tidak ada yang tahu Yumna dimana, itu sangat membuatnya frustasi.


Kembali dia mencoba menghubungi nomor istrinya tetapi masih tidak aktif,Doni mulai kesal dan emosi lalu keluar menyambar kunci mobil dan pergi meninggalkan rumah.


Dari kejauhan tampak kamar yang sudah lama gelap sekarang memancarkan cahaya lampu lagi,tampak seorang gadis sedang menikmati secangkir kopi susu dan aneka makanan diteras sambil mendengarkan lagu.


*disini rupanya kamu bersembunyi*batin Doni yang sudah berada didepan kost Yumna.


Segera dia turun dari mobil untuk menemui istrinya dan kalau berhasil tentu membawanya pulang.


Tak...tak..tak...

__ADS_1


Suara langkah Doni menaiki tangga menuju kamar Yumna, betapa kagetnya Yumna ketika menengok ternyata ada Doni yang sudah berjalan menuju kearahnya, rasanya mau menghindar pun percuma karena Doni pasti akan mencegahnya.


" Bagus ya..sudah punya suami malah pergi ngga pulang?" tanya Doni sarkas.


"Apa maksud abang?" Yumna balik tanya.


" Harusnya aku yang tanya....ngapain kamu ngga pulang kerumah? kamu mau semua orang berfikir aku jahat sama kamu? atau kamu mau menujukkan pada semua orang sifat asli kamu?" cecar Doni.


Yumna tersentak " Cukup bang...jangan mengatakan seolah aku yang salah,coba tanyakan pada diri abang,apa pantas berpelukan dengan wanita lain dihadapan istri? apa abang tahu bagaimana rasanya jadi aku?" Yumna terisak.


Doni menatap tidak percaya istrinya bisa berkata seperti itu.


" Lalu kenapa nomor kamu ngga bisa dihubungi?aku mau menjelaskan semuanya kenapa kamu matiin hah" suara Doni penuh penekanan.


Doni berusaha memeluknya tetapi Yumna menolak karena berpikir bahwa bekas wanita itu masih menempel pada tubuh suaminya.


" Jangan berani menyentuhku sebelum kamu membersihkan bekas wanita itu ditubuhmu" ancam Yumna.


Doni menunduk lalu tanpa terasa air matanya jatuh ternyata sesakit itu istrinya melihat dia bersentuhan dengan wanita lain,Doni merasa bersalah lalu bersimpuh memohon maaf.


" Maafin abang....abang tahu abang salah....abang tahu abang udah nyakitin kamu....abang kaget makanya abang ngga sempat menolaknya saat dia menyentuh abang....maafkan kesalah suami kamu ini sayang....maafin abang" sambil terus terisak Doni bersimpuh dikaki istrinya.


Yumna merasa tidak enak akhirnya memaafkan Doni meski hatinya masih kesal,dia berusaha ikhlas melihat ketulusan Doni.

__ADS_1


" Abang bangun...jangan kaya gini,aku udah maafin abang...bangun bang " ucapnya sambil membantu Doni berdiri.


Doni mau memeluknya tetapi Yumna menghindar "Abang mandi dulu...aku siapin bajunya,abis itu baru boleh peluk aku" ucapnya sambil membukakan pintu kostnya untuk Doni.


Setelah mandi dan memakai baju milik istrinya yang over size dia duduk disamping istrinya yang sedang menyiapkan makanan untuknya.


" Abang makan dulu...pasti tadi belum makan langsung kesini kan? maaf adanya cuma pecel ayam " kata Yumna sambil menata nasi dan lauk untuk Doni.


Doni langsung memeluk Yumna dari samping," makasih sayang....ini udah cukup untuk abang" ucapnya sambil mencium kepala Yumna.


Mereka pun menikmati makan malam bersama dikost,meskipun ala kadarnya tetapi Doni bahagia karena kesalah pahaman mereka sudah teratasi.


" Sayang yakin malam ini kita tidur disini? ini perdana loh buat abang....apa kita perlu melakukannya disini?" tanya doni sambil menaik turunkan alisnya.


" Abang..jangan ngaco deh...abang besok jadwal pagi nanti ngga bisa bangun gimana? kantor abang jauh dari sini lho?"


" Yaaaaah gagal dong acara bikin cucu perdana" ucap Doni cemberut.


" Kita udah sering melakukannya bang...siapa tahu ada yang sudah berkembang kan kita belum pernah check?" kata Yumna.


" Bagaimana kalau weekend ini kita periksa? abang daftarkan kamu ke klinik di kantor abang aja ya?" saran Doni bersemangat.


Yumna pun meng iyakan ajakan suaminya lalu membereskan sisa makanan mereka kemudian mengajak Doni untuk istirahat.

__ADS_1


#dikit dulu ya


__ADS_2