YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
28.Mengambil Keputusan Berat


__ADS_3

Dirumah Yumna sudah ada kedua mertuanya,adik ipar dan suaminya serta Prima yang sibuk dengan mainan baru dari opanya.


Rencananya hari ini Yumna akan membicarakan keputusanya untuk membuka hati kembali dan dia meminta pendapat mertua serta adik iparnya.


Acara makan siang pun dimulai kali ini Yumna turun tangan memasak untuk keluarganya,berhubung hari ini sedang close order jadi dia punya waktu untuk bercengkerama dengan keluarganya.


Yumna membuat bermacam lauk dan sayur ada juga puding untuk cuci mulut,bibik yang sudah dianggap keluarga pun ikut makan bersama dimeja makan,Yumna tidak pernah membedakan antara majikan dan asisten dianggapnya sama saja.


Setelahnya mereka berkumpul diruang tengah yang biasa digunakan Yumna untuk mengepak tetapi kini sengaja dikosongkan,rumah mungil dari suaminya sudah direnov ditambahkan 1 lantai diatas untuk memperluas tempat bisnisnya.


" Mah,pah,dan semuanya...aku mau ngomong" ucap Yumna.

__ADS_1


Semuanya langsung fokus menatap Yumna kecuali Prima yang masih sibuk dengan robot barunya.


" Ada apa sayang?...kamu mau ngomong apa?" tanya mama Doni.


" Ijinkan Yumna membuka hati, maafin Yumna yang mengingkari janji setia Yumna pada papanya Prima,tetapi Yumna melakukan ini demi Prima, dia meminta sosok papa yang bisa menemaninya setiap saat,sebenarnya berat buat Yumna mengambil keputusan ini,tapi langkah ini ngga bakal Yumna ambil seandainya bukan Prima yang meminta" ucap Yumna sambil berkaca-kaca menahan agar air matanya tidak tumpah.


Semua tertegun papa Doni memilih keluar menenangkan diri,Raina juga kaget tetapi dia bisa memaklumi keadaan kakak iparnya yang sudah lama seorang diri membesarkan keponakannya.


Berbeda dengan mama Doni yang langsung memeluk Yumna sambil menangis,ada rasa bahagia ada juga rasa berat dihatinya tetapi keputusan sudah diambil dan dia tidak mau membatasi ruang gerak Yumna yang notabennya masih muda.


Yumna pun menangis dalam pelukan mama Doni,dia juga sudah berjanji tidak akan membedakan antara mertua baru dan mertua lamanya, karena bagi Yumna keluarga bang Doni tetaplah keluarganya sampai kapanpun.

__ADS_1


" Bantu Yumna ya mah...bantu Yumna untuk menata hati Yumna?" pinta Yumna sambil memeluk mertuanya.


" Pasti sayang...tapi apa mama boleh tahu siapa pria beruntung yang akan mendapatkan anak mama ini?" tanya Mama Doni.


Yumna menundukkan kepala kemudian menggeleng.


" Entahlah mah...Yumna harus lebih selektif karena saat ini bukan hanya Yumna sendiri tetapi ada Prima,jadi harus dipastikan orang itu yang menyayangi Prima dengan tulus,Yumna ngga mau kalau orang itu hanya mencintai Yumna tetapi tidak mencintai Prima" jawabnya sambil membelai putranya yang kini sudah terlentang tidur diatas karpet karena kelelahan bermain.


Papa mertuanya sudah bergabung didalam lagi,kemudian memberi nasehat untuk menantunya yang sudah dianggap anak sendiri itu.


" Yum...bolehkah papa tetap menganggap kamu anak papa?papa sudah kehilangan anak papa,dan kini kamu meminta ijin untuk menikah lagi,awalnya papa ngga rela tetapi setelah tahu alasannya demi cucu papa,insya Allah papa ikhlas nak,tetapi jangan pisahkan kami dengan Prima,jangan anggap kami orang lain,kamu juga tetap jadi anak papa yah" pinta papa Doni dengan tatapan memohon.

__ADS_1


Yumna bersyukur memiliki mertua serasa orang tuanya sendiri,bahkan sangat menyayanginya tanpa membedakan anak kandung dengan menantu,begitupun suami Raina sudah dianggapnya anak sendiri jadi Bagas tidak pernah sungkan untuk sharing masalah kerjaan dengan papa mertuanya.


#tipis slur sembari nunggu cucian guys


__ADS_2