
*6 ta*hun kemudian
Hari ini ada acara dirumah Yumna,yaitu khitan anaknya, Dia membuat acara syukuran kecil-kecilan dengan mengundang anak yatim piatu dari sebuah yayasan dekat dengan perumahan yang dia tempati.
Dia menyiapkan acaranya dari 2 bulan yang lalu,dia mulai memesan aneka kue dan dekorasi untuk putra semata wayangnya,kalau untuk makanan berat dia mengandalkan bibik dan mertuanya,karena mertuanya sendiri yang menawarkan diri untuk membantunya.
Sedangkan Raina yang kini tengah mengandung hanya bisa membantu yang ringan-ringan saja seperti membungkus souvenir dan makanan ringan.
Ya...Raina sudah menikah 1 tahun yang lalu,kini dia sedang hamil 5 bulan, Bagaswara nama suami Raina,suaminya bekerja disebuah perusahaan property di Jakarta,mereka bertemu di kampus saat sedang ospek,dan suaminya adalah seniornya dikampus.
Kini Raina tidak lagi tinggal dengan Yumna tetapi memilih rumah didekat Yumna,hanya beda blok saja.
Dia sengaja membeli rumah disana agar bisa selalu menemani kakak iparnya yang hanya tinggal dengan anaknya saja.
" Rain...jangan capek-capek ya....banyak minum air putih,atau kaka buatkan susu hamil untukmu" ucap Yumna membelai kepala adik iparnya.
__ADS_1
" Air putih aja kak,tadi aku udah minum susu kok dibikinin sama mas Bagas" jawabnya sambil menggosok pinggangnya pelan.
" Istirahatlah...kakak ambilkan minum dulu" kata Yumna sambil berlalu kedapur mengambil air untuk Raina.
Semenjak menikah dengan Doni, Yumna sudah menganggap Raina adiknya sendiri jadi kasih sayangnya pun tulus bukan seperti terhadap adik iparnya,melainkan adik kandungnya.
Mama Doni berkali-kali menyarankan Yumna untuk menikah lagi tetapi Yumna selalu menolaknya,sebenarnya orang tua Doni sudah ikhlas seandainya Yumna ada yang mau menjadikannya istri,tetapi jawaban Yumna selalu membuat mertuanya bungkam.
"Suamiku masih ada...untuk apa aku menikah lagi?apa dimata kalian aku seserakah itu?" .
Rangga adalah sosok lelaki yang gagah dan tampan,seorang pembisnis sukses,sering berkomunikasi dengan keluarga Yumna dikampung,yang menjadikan dia tahu keadaan Yumna saat ini,makanya ketika dia ada kunjungan bisnis ke jakarta dia sempatkan berkunjung kerumah Yumna berbekal alamat yang dia dapatkan dari orang tua Yumna.
Prima beberapa kali menanyakan papanya ketika berumur 2 sampai 3 tahun,diumur ke 4 dia diberikan penjelasan lagi oleh Yumna bahwa papanya sudah berada disisi Allah,dia pun membawa Prima untuk berziarah ke makam suaminya.
Dan kini Prima bisa menerima bahwa dirinya adalah seorang anak yang sudah tidak memiliki ayah,artinya dia sudah yatim sejak lahir kedunia ini,kini dia sudah sekolah di sekolah dasar dekat dengan perumahan tempat dia tinggal bersama ibunya,sering dia merasa iri apabila ada anak yang diantar oleh ayahnya tetapi dia hanya diantar oleh ibunya saja.
__ADS_1
" Mah....andai papa masih ada pasti papa mau antar Prima sekolah ya mah?" pertanyaan Prima yang tidak pernah mendapat jawaban dari Yumna tetapi hanya senyuman dan belaian dikepala putranya.
" Nanti setelah khitan Prima sudah bisa sholat di masjid, jangan lupa do'ain papa dan mama ya nak" ucap Yumna yang kini sedang membujuk anaknya agar mau dibawa oleh opanya untuk khitan.
" Prima takut mah...nanti sakit kata temen Prima rasanya kaya digigit harimau mah" jawab Prima.
" Eh...kok harimau ?bukan harimau sayang tetapi semut keciiiil banget" Yumna masih tetap membujuknya.
" Pokoknya Prima ngga mau.....nanti sakit mama" tolaknya sambil berteriak.
" Nanti kalau dokternya bikin Prima sakit biar opa tonjok,tenang aja opa akan temani Prima" sang Opa ikut membujuknya.
Setelah drama cukup panjang akhirnya Prima mau dikhitan dengan syarat dibelikan mainan yang banyak,dan langsung disetujui oleh opa dan omanya.
#tipis slur
__ADS_1