
Yumna terbangun pagi hari lamgsung membuat sarapan untuk keluarga kecilnya,pagi ini dia memasak dengan suka cita,sedangkan Rangga sudah ke kamar Prima membantu anaknya menyiapkan diri untuk sekolah karena memang sudah diajarkan mandiri maka Rangga hanya mengawasinya saja.
" Ayo pah Prima udah siap nih" ajak putranya.
" Anak papa ternyata udah besar ya? papa bangga sama Prima" diciumnya pipi anaknya," Ayo kita langsung sarapan pasti mama sudah menunggu dibawah" sambil menggandeng tangan putranya.
Sampai dimeja makan.
" Eh udah pada siap sarapan ya? mama bikin nasi goreng seafood sama salad kesukaan Prima lho" sapa Yumna.
" Asiiiik salad...Prima mau bekal salad ma sama roti" ucap Prima kegirangan
" Oke mama siapin bekal Prima tapi sekarang makan dulu ya" awab Yumna sambil menyiapkan kotak bekal.
" Papa juga mau bekal dong ma" pinta Rangga manja.
" Iya nanti aku siapin juga bekal kamu" jawab Yumna tanpa menatap suaminya karena malu.
" Oh ya mama hari ini mau ada acara kerumah temen mama,nanti Prima gimana?" cerita Yumna kemudian.
" Prima sama papa ma jadi mama tenang aja" sahut Rangga santai sambil menyeruput kopinya.
" Ngrepotin kamu ngga?" tanya Yumna ragu-ragu.
" Ya ngga lah masa sama anak sendiri repot" kilah Rangga.
__ADS_1
" Ya udah,Prima nanti jangan nakal ya nak nurut sama papa" nasehat Yumna ke putranya sambil membelai rambut putranya.
" Siap mama" acungan jempol kecil sambil nyengir,langsung dicium pipinya oleh Yumna.
Kini mereka menikmati sarapannya tanpa suara lagi.
" Ma adik buat Prima gimana udah jadi belum?" tanya Prima polos.
Yumna kaget langsung terdedak,Rangga mengambilkan minum untuk istrinya dan langsung menjawab pertanyaan Prima," Otewe sayang...Prima yang sabar ya?".
Jawaban dari Rangga mendapat pelototan dari Yumna, Rangga hanya cengar cengir sedangkan Prima sudah heboh lompat-lompat karena bahagia.
" Nanti Prima bakal bilang ke temen-temen kalau adik Prima lagi otewe" celetuknya.
" Prima duduk nak, mama mau ngomong"menarik pelan Prima untuk duduk.
" Jadi adik Prima belum diperut mama ya?"tanya Prima.
Yumna tersenyum lalu mencium pipi gembil putranya," Sabar ya sayang, oh ya Prima bekalnya mau banyak atau segini aja?" Yumna mengalihkan pembicaraan.
" Secukupnya aja ma soalnya nanti Prima mau minta eskrim sama papa" jawab Prima sambil mengenakan sepatu yang sudah disiapkan oleh Yumna.
" Eskrim? sejak kapan kamu makan eskrim?"
" Sejak dibeliin papa"
__ADS_1
" maksudnya kapan?"
" Oh seriap hari mama kan Prima temenin papa jadi papa beliin eskrim banyak banget ditaruh dikulkas diruang kerja papa"
Rangga menelan ludah kasar takut istrinya marah,apalagi tatapan Yumna sudah tidak ramah lagi.
" Prima masuk mobil dulu ya, mama mau bicara sama papa"
" siap mama"Prima pun keluar menuju mobil.
*Mati gue* batin Rangga.
" Eskrim?"
" Gini sayang ceritanya waktu itu Prima makan makanan aku terus kepedasan,aku bingung kata karyawanku suruh kasih eskrim,makanya aku kasih ngga tahunya jadi setiap jari maunya eskrim" jawab Rangga takut Yumna marah.
" Tapi ngga tiap hari juga sampai stok kan?"geram Yumna menahan emosi.
" Sebenarnya cuma biar aku ngga naik turun beli makanya aku stok sayang" ngeles Rangga.
" Stopš¤mulai hari ini jangan kasih lagi kalau nangis biarin aja bilang ke aku"
" Baik kanjeng ratu" ucap Rangga kemudian pamit untuk berangkat kerja.
Yumna menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya,sejujurnya dia tidak melarang anaknya memakan eskrim tetapi tidak setiap hari juga makannya.
__ADS_1
# dikit ya