YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
21.Mengikhlaskanmu


__ADS_3

1 minggu kemudian


Pagi hari Yumna dikejutkan dengan suara Hp berdering bukan suara alarmnya tetapi ada telepon masuk dari nomor tidak dikenal,awalnya Yumna ragu mengangkatnya tetapi akhirnya diangkat setelah dering ketiga.


" Halloo....."


" Hallo selamat pagi dengan ibu Yumna syarifah?" tanya si penelpon.


" Benar dengan saya sendiri ini siapa dan ada perlu apa ya?" jawabnya.


" Mohon maaf bu mengganggu waktunya,kami mau mengkonfirmasi bahwa suami ibu Serda Doni ardyansyah telah gugur dalam tugasnya,sebentar lagi jenazah akan sampai dikomplek perumahan ibu" ucap sipenelpon.


" A...a..bang...." suara Yumna tercekat ditenggorokan.


Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar,semua orang sudah berdatangan kerumahnya ada orang tua Doni dan adiknya serta beberapa kerabat dan para tetangga,ada juga para ibu persit sudah datang dan beberapa anggota lainnya menunggu kedatangan jenazah Serda Doni.


Sementara Yumna masih terdiam saja dengan tatapan kosong,tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya,sampai terdengar suara sirine mobil ambulance terdengan meraung-raung didepan rumahnya dan peti jenazah diturunkan barulah Yumna bersuara.


" Abang.....abang bilang mau pulang ngajak Yumna jalan-jalan kan?abang bilang nanti mau antar jemput dedek sekolah kan?

__ADS_1


abang bilang kita bakal sama-sama terus kenapa abang tinggalin Yumna? kenapa bang....kenapa?hiks...hiks....hiks...." suara tangis Yumna terdengar pilu dengan kondisi perut buncit dan wajah yang pucat dia terus menatap nanar peti suaminya sambil terus menangis.


Semua yang melayat ikut menangis melihat kondisi Yumna, ada yang sampai sesenggukan melihat kejadian itu,beberapa kali para pelayat mengusap air mata mereka karena tidak tega melihat kondisi Yumna.


" Sayang...kamu yng ikhlas ya,semua yang terjadi atas kehendak Allah,kita harus mengikhaskannya kalau kita sayang sama Doni nak...kasian dia,mama akan selalu ada buat kamu sayang" ucap mama Doni menenangkan menantunya.


" Mah....apa Yumna bisa ikhlas? sedangkan abang pergi tanpa bilang sama Yumna? mah kasian dedek diperut Yumna mah...siapa yang bakal adzani dedek pas lahir nanti? abang janji mah bakal adzanin dedek mah" tangis mama Donipun pecah sambil memeluk Yumna yang masih terkulai disamping peti jenazah suaminya.


Orang tua Yumna sudah nendapatkan kabar meninggalnya menantu mereka,tetapi karena perjalanan memakan waktu mereka belum sampai dijakarta saat itu.


Papa dan adik Doni masih mengaji didepan jenazah Doni,sebagian pelayat ikut mengaji juga, sesekali mereka menatap iba pada Yumna yang sudah tidak bertenaga.


Beberapa kali sang mertua memaksanya makan agar ada tenaga tetapi dengan alasan tak ingin meninggalkan Doni,dia enggan beranjak dari sisi suaminya untuk terakhir kalinya.


Belum bagaimana nanti anaknya lahir tanpa sosok papanya,dari lahir langsung yatim,tidak ada yang mengajaknya sholat jum'at dimasjid,tidak ada yang mengajaknya bermain bola.....itu yang selalu dibicarakan Doni denganya ketika sedang mengelus perut buncit istrinya.


" Nanti abang bakal ajakin dedek sholat jum'at,main bola,naik motor berdua aja yah....mama dirumah masak" ucap Doni.


" Iiiih masa mama ditinggal mama ikut naik motor ah mama ngga mau masak terus" sungut Yumna sambil memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


Doni tergelak sambil menahan suara tawanya,Yumna menatapnya tajam lalu Doni pun mengalah.


" Hihihi mama ngambek sayang....dari pada kita kelaperan karena mama ngga masak mama kita ajak aja ya sayang,mama kalau ngambek ngga mau masak soalnya" ucapnya kemudian sambil mengelus perut istrinya.


" Abang...awasnya kalau ngomongi aku yang jelek-jelek ke dedek" ancam Yumna.


Kemudian Doni memeluk istrinya lalu membelai kepalanya denagn penuh cinta.


" Abang cuma bercanda sayang....kemanapun abang pergi pasti ajak kamu" ucapnya.


BOHOOOOONG.....


" Itu semua bohong...abang bohong sama Yumna,abang tega ninggalin Yumna sama dedek, kasian dedek bang" ucap Yumna lirih sambil terus menatap wajah suaminya.


Orang tua Yumna sampai dirumahnya lalu mencari putrinya yang sedang terduduk lemah disamping jenazah suaminya tanpa berpindah sedikitpun dari posisi awal.


Ibu Yumna langsung memeluk putrinya seketika tangis Yumna kembali pecah,dia terus meraung dalam dekapan ibunya,dia merasa inilah saatnya dia tumpahkan segalanya sampai akhirnya Yumna pingsan dipelukan ibunya,kemudian digendong ayahnya dibawa kekamar.


Mama Doni dan Ibu Yumna menemani Yumna yang masih belum sadarkan diri, air mata keduanya tak berhenti menetes menatap iba terhadap Yumna.

__ADS_1


Mereka sama- sama terdiam tidak ada kata yang terucap semua sedang berduka,hanya isak tangis dan air mata yang menjadi alat berkomunikasi saat ini.


#aduuuuh bleberan nih ngetiknya


__ADS_2