
Hari ini Yumna ke klinik dengan diantarkan Doni, baru kali ini Yumna masuk ke kesatuan suaminya lagi semenjak menikah makanya sebagian teman Doni belum mengenalnya, bahkan ada yang mengira bahwa Yumna belum menikah kalau saja Doni tidak datang dan langsung memeluknya.
Setelah menunggu cukup lama giliran Yumna masuk bersama suaminya,dokter pun berkenalan dan menanyakan keluhannya.
" Selamat sore ibu Yumna apa yang dikeluhkan nih? "tanya dokter.
" Sore dokter saya kesini untuk konsultasi sekaligus periksa,saya sudah hampir 1 bulan menikah dan sampai sekarang saya belum kedatangan tamu bulanan lagi"jelas Yumna.
" Baik mari saya periksa ya...silahkan berbaring bu" kata dokter sambil menunjuk bangkar disamping.
Dokter mulai pemeriksaan dengan USG dan ternyata sudah ada janin dirahim Yumna yang langsung disambut dengan tangis haru dari Doni dan Yumna.
" Ternyata dia sudah ada disini yank....maafin aku ya yang udah sempet bikin kamu kesel " ucap Doni sambil membelai lembut perut rata Yumna.
" Selamat ya pak bu....kalian akan menjadi orang tua" ucapan Dokter.
Yumna pun tersenyum sepanjang perjalanan pulang,dia sudah memutuskan untuk berhenti kerja dan mengikuti suaminya tinggal dirumah baru di dekat asrama.
Sebenarnya berat bagi Yumna untuk meninggalkan pekerjaannya karena dia sudah begitu nyaman dan dari pekerjaanya itu dia bisa membantu ekonomi keluarganya,tetapi demi bakti kesuaminya dia memilih mengalah.
Rumah kecil nan asri disana tumbuh beberapa bunga dan tanaman sayur dipojok taman serta ada tanaman dapur hidup yang Yumna tanam untuk kebutuhan mendadak.
__ADS_1
Didalam rumah itu hanya ada 1 kamar tidur,1 ruang tamu,1 ruang santai,dapur dan kamar mandi.
Tetapi karena Yumna pintar mengatur ruangan maka tampak luas dan rapi didalamnya. Jarak rumah dan kantor Doni hanya 5 menit jadi tidak perlu menggunakan mobil hanya ditempuh dengan motor atau terkadang jalan kaki sekalian olah raga.
" Sayang jangan terlalu capek ya...kasian adeknya diperut " pesan Doni sebelum berangkat kekantornya.
" Iya bang...nanti aku banyakin istirahat kok" jawab Yumna lalu salim ke suaminya.
Doni sangat bahagia menjalani hidup bersama dengan istri tercintanya, apalagi sebentar lagi dia akan memiliki buah hatiyang sudah dinantikannya.
Begitupun Yumna yang sangat menjaga kandungannya karena anak itu merupakan calon cucu pertama keluarga Doni.
6 bulan kemudian...
Doni sudah rapi dengan atribut lengkap dan tas besar karena harus pergi dinas ke papua selama 1 bulan,sebenarnya berat bagi Doni meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil besar tetapi Yumna meyakinkan suaminya untuk tetap berangkat demi tugas negara.
Berkali-kali Doni menciumi perut bucit istrinya sambil menangis dan pamitan ke calon anaknya.
" Papa berangkat dulu sayang....baik-baik sama mama ya jangan rewel,jadi anak baik ya jagoan papa"ucapnya.
" iya papa...." suara Yumna menirukan anak kecil.
__ADS_1
" Prima dirgantara ardiansyah...papa mau nama dedek itu...boleh kan sayang?"tanya Doni pada istrinya.
" Nama yang bagus....aku suka bang" jawab Yumna sambil mengelus perut buncitnya.
" Alhamdulillah kalau kamu suka yank soalnya abang takut kamu ngga suka"ucap Doni lalu mengecup kening istrinya,ketika hendak memeluk istrinya terhalang oleh perut buncitnya.
" Aduh anak papa posesif nih ga bolehin papa peluk mama...hehehe..." ucap Yumna sambil cengengesan.
" Iya nih...tapi ngga papa asal kamu sehat sayang"
Doni pun berpamitan untuk berangkat tugas,berat rasanya melangkah seperti akan ada perpisahan yang terjadi tetapi dia menepis segala pikiran negatif.
Yumna menutup pintu lalu masuk ke kamarnya untuk istirahat,dia merebahkan tubuhnya sambil menatap bingkai besar foto pernikahannya dengan Doni.
" Abang....belum satu jam kamu pergi rasanya sudah rindu...." ucapnya sambil meraba perutnya.
" Sayang.....dirumah berdua mama dulu ya...papa lagi tugas,nanti kalau papa pulang kita bertiga lagi ya.." ucapnya lalu terpejam karena mengantuk efek bawaan bayi.
#kritik dan saran dipersilahkan
# maaf kalau masih ada yang salah
__ADS_1