YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
SEPUPU RESE


__ADS_3

Hari ini Rangga mulai mengerjakan proyeknya, Yumna sedang sibuk dengan tabletnya memantau bisnisnya walaupun masih dengan piyama tidurnya ,sedangkan Prima diajak oleh opa Roy ke perkebunan didekat pabrik milik Rangga yang dikelola oleh Jeon sepupunya Rangga anak dari adik maminya.


Jeon sudah menikah dengan wanita cantik teman kuliahnya yang bernama Lia dan memiliki seorang putra bernama Khili yang usianya tidak jauh dari Prima.


Oma Mien sedang membuat kudapan untuk acara penyambutan Rangga dan keluarga kecilnya, dia mengundang sanak family untuk berkumpul makan siang bersama karena itu adalah adat dalam keluarga yang terus dilakukan turun temurun.


" Mami bikin apa?".


" Ini nak bikin pie susu,kacang,coklat,keju dan nanas kamu mau rasa apa? kalau mau request bisa sayang".


" Ngga usah mi,Yumna bisa makan apa aja kok".


" Apa kamu belum merasakan ngidam?".


" Belum mi...mungkin satu bulan lagi sekarang yang Yumna rasakan hanya malas mandi hehehe".


" Wah sama kaya mami dulu waktu hamil Rangga, mami mandi hanya ketika dimandiin papi selebihnya mami ngga pernah mandi hahahaha...benar-benar menurun dari Rangga ya ini anak" sambil membelai perut menantunya yang mulai terlihat buncit.


Mereka pun tertawa sampai suaranya terdengan dari luar, Rangga yang baru pulang pun merasa lega istrinya mudah akrab dengan maminya yang pada dasarnya susah akrab dengan siapapun.


Acara penyambutan sudah dimulai,tampak seluruh keluarga besar Rangga berkumpul menikmati kudapan yang sudah disajikan, Prima sibuk berlarian sambil sesekali menghampiri opa dan omanya yang sedang berbincang dengan keluarga besarnya.


" Tuh anak ngga sopan banget sih mentang-mentang disayang sama om Roy dan mio Mien" celetuk Lia istri dari Jeon.


" Iya kaya ngga diajari sopan santun ya" sambut Giska istri Jamet.

__ADS_1


" Namanya juga anaknya orang kampung biar tinggal di Jakarta tetap saja kampungan" tambah Alie istri Vemus.


Yumna yang mendengarnya syok langsung memanggil putranya.


" Prima....sini sayang mama kangen" panggil Yumna.


Prima berlari menghampiri mamanya, " Ma...Prima lagi main sama Khili" ucap Prima.


* Apa? Khili main sama bocah kampungan* batin Lia.


Terlihat Khili berlari menghampiri Prima, " Prim ayo main lagi" ajaknya.


" Khili kamu ngga boleh main sama dia!".


" Kenapa bu?".


" Tapi bu...".


" Khili jangan membantah ibu! sana main sama Monic dan Bella".


" Khili kan laki-laki bu masa Khili main barbie?".


Plak...


Suara pukulan dipaha Khili dan seketika semua menatap kearah Lia dan Khili dimana ada Yumna dan Prima yang masih terdiam menyaksikan tontonan dihadapannya.

__ADS_1


" Lia kamu apain Khili?".


" Dia ngga nurut ibu bilangin yah".


" Khili ngga boleh main sama Prima yah" bantah Khili sambil menngis karena sakit dipukul ibunya.


" Ibu melarang juga ada alasannya Khil".


" Alasannya karena Prima kampungan, emang bener yah kalau Prima kampungan?".


Jeon dibuat takjub mendengar pertanyaan anaknya, rasanya bagai diujung tanduk tetapi bibirnya kelu untuk berucap.


Rangga langsung berlari kearah istri dan anaknya,tidak terima keluarganya diusik Rangga pun segera mengusir Jeon beserta istri dan anaknya.


" Siapapun yang berani menghina keluargaku silahkan pergi sekarang juga!" teriak Rangga keras.


" Ngga....aku ngga papa kok,Prima juga kan sayang".


" Pa...Khili baik lho ajakin Prima main".


Penjelasan anak dan istrinya tidak mampu membuat emosi Rangga mereda justru semakin meradang.


" Putus semua kerjasama dengan perusahaan Jeon sekarang juga!" ucap Rangga dingin sambil membawa anak dan istrinya pergi dari tempat acara.


Semua yang hadir langsung kaget tidak menyangka Rangga akan bersikap demikian, karena yang mereka tahu Rangga adalah sosok yang lemah lembut, berbeda dengan Papinya yg keras dan tegas kalau mengambil keputusan.

__ADS_1


# up biar dikit


__ADS_2