YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
15. Pernikahan


__ADS_3

Setelah melewati beberapa rangkaian upacara menjelang pernikahan akhirnya tiba saatnya Doni mengucapkan ijab kabul didepan meja penghulu sementara Yumna masih dikamar pengantin menunggu prosesi selesai baru dipanggil keluar menemui sang suami.


Rasa gugup campur aduk dengan rasa takut salah menjadikan wajah Doni tampak pucat ketika berhadapan dengan ayah Yumna dan para saksi,rencana sang ayah yang akan menikahkan sendiri putrinya itu.


SAH....ucap para saksi dan sebagian tamu undangan.


Kedua orang tua mempelai tersenyum penuh kelegaan, ibu Aminah dan ibu Sri duduk berdampingan sambil berpegangan saling menguatkan penuh haru bahagia.


Yumna dengan diantar Aira dan mba Zia menuju meja penghulu sementara Raina sibuk mengambil beberapa foto untuk dokumentasi.


Doni menatap jauh kedepan sang istri sedang berjalan menuju kearahnya,senyum mengembang dibibir Doni lalu mengambil alih tangan Yumna dari mba Zia dan Aira, dia menyambut Yumna terpana akan kecantikan istrinya itu.


Setelah menandatangani berkas dari KUA dan melewati proses dengan adat jawa,akhirnya mereka bisa beristirahat.


Papa dan mama Doni langsung tertidur dikamar tamu, Raina tidur dengan Aira.


Sementara Doni sudah pasti tidur dengan Yumna, karena dikampung kamar mandi harus kebelakang jadi mereka mandi berantian.


" Mau abang dulu atau aku dulu yang mandi bang?" tanya Yumna ketika suaminya masuk ke kamar.


" Abang cape sayang....kamu juga pasti cape kan? mandinya nanti aja deh " pinta Doni.


" Gerah abang...ya udah abang tiduran dulu biar aku mandi duluan ya" ucap Yumna lalu keluar kamar meninggalkan Doni.


Sepeninggalan Yumna tidak butuh waktu lama Doni sudah terlelap karena lelah, bahkan saat Yumna kembali Doni masih terlelap dengan baju yang dikenakan untuk resepsi tadi.


Yumna hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah berganti dengan piyama santai karena masih sore.

__ADS_1


" Abang bangun....mandi trus kita makan" Yumna membangunkan Doni tetapi suaminya tetap tidak bergeming.


Digoyangkannya badan suaminya cukup kencang agar segera terbangun karena yang lainnya sedang menyiapkan makan malam bersama.


" Aduuuh yaaaaaaank kasar banget sih sama suami sendiri? iya nih abang bangun" sentak Doni.


Yumna mencebikkan bibirnya,lalu meninggalkan Doni.


Donipun langsung berjingkat menyusul sang istri,kemudian mandi dan menuju ruang makan, disana Yumna benar benar tidak menganggapnya ada,Yumna masih kesal dengan ucapan Doni.


Acara makan malam diadakan liwetan diatas daun pisang, Doni duduk disamping Yumna dan Raina, Yumna tetap melayani Doni tetapi mulutnya seakan diam terkunci sedangkan dengan yang lainnya mau berbicara.


" Yank...abang mau ikannya dong" kata Doni dibuat selembut mungkin.


Yumna mengambil ikan lalu meletakkan didepan Doni dan cuek kembali.


" Yank....perkedelnya juga mau"


Raina pun hanya terkekeh menahan tawanya,sedangkan yang lain bingung melihat adegan didepan mereka.


Mama Doni yakin kalau Doni sudah membuat kesalahan tetapi dia menahannya menunggu acara majan selesai.


" Doni...." panggil sang mama.


Doni menoleh lalu nengikuti mamanya ke teras depan rumah mertuanya.


" Kamu apain Yumna, baru juga nikah belum sehari udah bertengkar?" cecar sang mama.

__ADS_1


Doni menghela nafas....


" Tadi Yumna bangunin Doni mah, trus Doni bentak Yumna tapi nggak sengaja kok mah" ucapnya lesu.


" Don jadi suami itu harus sabar,apalagi istrimu itu masih muda jadi kamu harus bisa ngemong, mama ngga mau besok pagi masih bertengkar ya...harus sudah damai titik." titah sang mama.


Dengan langkah gontai Doni memasuki kamarnya, dilihatnya Yumna duduk didepan meja rias sedang menggunakan berbagai skincare.


Doni lalu mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang,kepalanya berada ditengkuk Yumna.


" Abang minta maaf kalau udah nyakitin kamu,abang tahu kamu marah sama abang....maafin abang sayang...maaf" dengan posisi masih memeluk istrinya.


Yumna tersenyum lalu meletakkan skincarenya dan melepas pelukan suaminya lalu menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


Dia memberanikan diri mengecup bibir suaminya namun siapa sangka langsung mendapat balasan, dan....terjadilah hubungan halal keduanya.


Pagi hari....


Yumna dan Doni mengantar papa, mama dan Raina untuk pulang terlebih dahulu dengan naik pesawat karena mobil sengaja ditinggal untuk Doni nanti kembali ke jakarta.


" Hati-hati pah,mah,dek....kasih kabar kalau udah sampai" pesan Doni.


Mereka berpelukan sebelum menuju boarding pass.


Setelah itu Doni mengajak istrinya keliling kota kelahiran sang istri,seperti napak tilas.


Yumna sangat berantusias karena bisa mencicipi berbagai jajanan kala dulu dia masih dikampung halamannya.

__ADS_1


#komen pliss


# tinggalkan jejak ya


__ADS_2