YUMNA SYARIFAH

YUMNA SYARIFAH
7.Menikmati Semua


__ADS_3

Hari sabtu Yumna mempunyai jadwal check butik bersama beberapa orang dari kantornya,mereka janjian dicafe depan kantor dan langsung menuju butik didaerah Darmawangsa,lanjut ke outlet di Pondok Indah Mall,lalu ke Senayan terakhir ke Mall Taman Anggrek.


Jam 15:00 Yumna sudah sampai dikostnya,rasa lelah membuatnya langsung terlelap,dia bahkan tidak mendengar beberapa kali ada panggilan masuk dan beberapa chat yang meramaikan handphonenya.


Tepat adzan maghrib dia terbangun,langsung mandi dan mengantarkan cucian ke laundry karena dia memang malas mencuci sendiri dikarenakan harus antre dengan penghuni kost lainnya.


Pulang dari laundry dia lanjut membeli makan sekalian biar tidak perlu keluar lagi karena dia benar benar lelah hari ini.


Ketika Yumna mau membuka gerbang kostnya ada sapaan yang mengagetkannya.


" Dari mana kamu Yumna?Hp kamu dari tadi ngga aktif ya?" Suara itu berasal dari seorang pria dengan stelan casual yang dipadu padankan dengan sepatu yang menyempurnakan penampilannya.


" Asstagfirullah....Doni ngagetin aja sih " pekik Yumna setelah tahu ternyata yang menyapanya adalah Doni.


" Segitunya kaget...kamu belum jawab pertanyaanku lho?"


" haaaaah aku dari laundry sekalian beli makan,aku ngga bawa Hp,...udah apalagi?" sungut Yumna sambil mencebikkan bibirnya.


Doni pun langsung luluh setiap melihat Yumna mencebikkan bibirnya,dia langsung gemas tetapi selalu ditahannya.Dia pun menawarkan diri untuk diijinkan masuk, dan Yumna pun mengijinkannya masuk ke ruang tamu,lalu meninggalkannya sebentar mengambil minum dan cemilan.


" Tumben Don malam minggu kesini memangnya ngga ngapelin pacar kamu?" tanya Yumna ketika sampai diruang tamu kembali.


" Ngga....lagian ngga punya malah lagi Pedekate (pendekatan) kok,tapi ngga tahu tuh cewek suka ngga ma aku?" ujarnya sambil menatap hangat kearah Yumna.

__ADS_1


" Ya ungkapinlah biar itu cewek tahu,kalau cuma dipendam gimana bakal tahu?" suara nyaring Yumna membuat beberapa anak kost yang awalnya berfikir kalau Doni adalah kekasih Yumna pun mengira mereka sedang bertengkar.


" Yumna....toanya itu lho,kan kita jadi pusat perhatian"ucap Doni sambil membekap bibir Yumna dengan telapak tangannya.


Seketika jantungnya berpacu dengan kencang,apalagi telapak tangannya menyentuh bibir lembab milik Yumna.


Yumna yang dibekap langsung diam mematung,detak jantungnya pun ikut berpacu,*aduuuuh jangan jangan gue sakit jantung,harus check ke dokter ini,detaknya ngga karuan*batinnya.


Doni kembali duduk tenang menikmati camilan yang disiapkan oleh Yumna,lalu membiarkan Yumna berasumsi lewat bahasa matanya.


" Don...ngapain km lihatin aku kaya gitu?bikin merinding tahu ngga?"ucap Yumna yang risih ditatap Doni.


Doni pun akhirnya memberanikan diri menawarkan jalan jalan malam,Yumna awalnya malas,tetapi karena Doni bilang cuma sebentar Yumna pun terpaksa mengiyakan.


" Mau kemana kita Don ?" tanya Yumna saat menuruni tangga kamarnya.


" eeeeh...bukan kok Doni itu temen gue,aduh jangan salah sangka ya? "pembelaan Yumna.


" Pacar juga ngga apa apa ko mba,asal bukan pacar orang"


Deg....ucapan itu seakan mengingatkan Yumna pada luka lamanya.


Doni yang ikut mendengarkan pun segera menggenggam tangan Yumna dan pamit mengajaknya keluar.

__ADS_1


Yumna menjadi pendiam,selama didalam mobil hening yang terjadi, Doni fokus menyetir dia sengaja membiarkan Yumna dulu.


Setelah sampai disebuah tempat yang tepatnya dipantai ancol Doni memarkirkan mobilnya dan mengajak Yumna turun.


Doni menggandeng Yumna lalu membawanya masuk kearah bibir pantai,Yumna menghela nafas berat sambil memandang laut lepas dimalam hari.


" Don...aku salah ya udah bikin hubungan orang jadi rusak?"tanya Yumna terus menatap laut.


Doni pun hanya tersenyum dan menjawab yang menurutnya masuk akal saja," salah atau tidaknya tergantung sudut pandang orang tersebut Yum"


" Iya berarti dimata kamu aku juga salah kan?aku yang udah jadi penyebab kekacauan ini" ucap Yumna sedikit bergetar menahan tangis.


Donipun membawa Yumna kedalam pelukannya,memberikan pundaknya sebagai sandaran dan menutup wajah Yumna dengan jaket yang dikenakannya, Yumna pun langsung menangis sesenggukan,pedih rasanya Doni mendengar Yumna menangis lagi.


" Puas puasin kamu menangis saat ini,tetapi berjanjilah padaku setelah ini kamu ngga boleh nangis lagi "ucap Doni sambil mengelus punggung Yumna yang bergetar karena tangisannya.


Setelah Yumna puas menangis diapun mendongak menatap Doni yang masih fokus menatap laut lepas.


Yumna melepaskan diri dari dalam dekapan Doni,lalu Doni pun menatap Yumna sambil merapikan rambut Yumna.


" Makasih ya Don selama ini kamu yang selalu ada saat aku terpuruk" ucap Yumna sambil membersihkan sisa air matanya.


Doni tersenyum manis sambil mengambil tangan Yumna,lalu menggenggam hangat dan menatap wajah Yumna yang sudah sembab, " Yumna dengerin aku ya,aku memang bukan cowok yang baik tetapi aku janji denganmu aku akan menjadi lebik baik,bantu aku Yum untuk menjadi lebih baik,dan ijinkan aku selalu ada buat kamu, Yumnaa...maukah kamu selalu menjadi semangatku?"

__ADS_1


# hayoooo kira² Yumna gimana ya?


# bang Doni gercep ya


__ADS_2