ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Ban 28 Revisi


__ADS_3

Tiga hari sebelum Pameran.


Delia terlihat mendatangi sekolah Zalika, gadis kecil itu segera bersembunyi saat melihat kedatangan wanita itu.


Delia yang mengetahui Zalika berusaha bersembunyi darinya langsung menyeret gadis itu ketika menemukannya.


Zalika menggigit lengan Delia dan berusaha kabur.


"Jangan pernah kabur atau aku akan menyakiti mu," ancam Delia dengan wajah psikopatnya


Ia bahkan menampar Zalika saat gadis kecil itu kembali menggigitnya karena berusaha kabur.


"Anak cacat seperti dirimu tidak sepantasnya mendapatkan semuanya, kau harus memakan semua coklat yang sudah aku berikan jika tak mau aku menyakiti ibumu, apa kau mengerti!" seru Delia


*********


"Wah lukisanmu bagus sekali, kali ini apa kamu ingin melelangnya?" tanya seorang pria


Zalika menggelengkan kepalanya.


"Lalu lukisan ini dibuat untuk siapa?" tanya pria itu lagi


"Aku ingin. membuatnya untuk ibuku, aku ingin di tahu kalau aku sangat menyayanginya, dan tidak pernah akan melanggar semua perintahnya," jawab Zalika membuat semua orang tercengang Mendengarnya


"Apa maksudnya, apa kau membuat kesalahan?"


Zalika kemudian menganggukkan kepalanya.


Entah kenapa tiba-tiba gadis itu mulai kehilangan kendali dan berlari kesana-kemari.


Zahra yang melihatnya mencoba menangkapnya. Namun karena gerakannya begitu cepat membuat Zalika sudah di tangkap.


Bahkan beberapa orang yang mencoba menangkapnya kewalahan saat menghadapi anak itu yang terus meronta mencoba melepaskan diri darinya.


Melihat putrinya seperti itu membuat Zahra sedih, "Kenapa kau kembali seperti ini nak??"


Zahra begitu terkejut melihat tingkah putrinya yang kembali menjadi hiperaktif.


Ia masih berdiri termangu melihat orang-orang mulai memarahinya dan mengejarnya karena ia terus berlari dan tak kunjung berhenti.


Tak terasa air matanya menetes, ia begitu luruh saat merasakan semua usahanya sia-sia selama ini.


*Buugghhh!!!


Zalika terjatuh membuat dua orang sekuriti langsung menangkapnya dan menjegalnya.


Zalika seketika meronta membuat mereka kewalahan, tenaganya yang begitu besar membuat delapan orang pria kewalahan dan terpental saat gadis kecil itu berusaha mengeluarkan semua tenaganya untuk bisa lepas dari mereka. Ia bahkan menggigit salah seorang dari mereka.


Tentu saja hal itu membuat Zahra semakin marah.

__ADS_1


"Zalika!" serunya membuat gadis kecil itu seketika berhenti


Melihat tatap mata Zahra yang memerah membuat gadis kecil itu tahu jika kali ini ibunya begitu marah karena kelakuannya.


Zahra berjalan menghampiri gadis itu, namun Zalika kembali berlari menghindarinya.


Melihat putrinya berlari membuat Zahra melakukan hal serupa untuk menangkapnya.


Hari itu Zahra benar-benar meninggalkan rasa malunya demi putrinya, semua orang tampak membicarakan wanita itu saat ia berlari begitu cepat dan berhasil menangkap putrinya.


Zalika terus memberontak dan mencoba melepaskan diri saat Zahra menangkapnya.


"Berhenti bertingkah seperti ini, kau hanya mempermalukan dirimu nak," bisik Zahra sambil memiting putrinya.


Tenaga Zalika yang begitu kuat hampir membuat wanita itu terjungkal. Saat Gading berusaha mendekat untuk membantunya Zahra menolak. Ia meminta kepadanya untuk meninggalkannya.


"Biarkan aku saja yang menenangkannya," jawab Zahra


Melihat Zalika yang seperti orang kesurupan membuat Zahra menangis, ia tak menyangka putrinya akan seperti itu. Sebenarnya ia sangat malu saat semua mata memandang kearahnya dan terus membicarakannya.


Namun ia tak memperdulikan semua itu, baginya sekarang ia hanya ingin menenangkan putrinya agar ia bisa kembali sadar dan tidak tantrum lagi.


Ia begitu frustasi saat semua usahanya tak berhasil menenangkan putrinya.


Ya Allah bantulah aku menenangkan putriku, karena hanya engkaulah satu-satunya yang bisa menolong ku,


Zahra hanya bisa pasrah sambil terus berdoa dalam hati,


Ia menatap wajah putrinya yang memerah karena dipenuhi amarah.


"Lika sayang mamah gak?" tanyanya lirih


Lika hanya diam mematung tanpa meresponnya.


"Lika denger mamah gak?" tanyanya lagi


Kali ini Lika mengangguk saat melihat air mata ibunya mulai menetes di pipinya.


"Lika sayang mamah gak?" tanyanya lagi


Gadis kecil itu kembali mengangguk, membuat Zahra langsung memeluknya erat, "Kalau sayang, Lika pasti gak mau lihat mamah sedih kan?"


"Iya," jawab Lika


"Kalau begitu kita pulang yuk,"


"Lika gak mau, Lika masih mau main!" seru gadis itu kembali kembali meronta


"Iya sayang,"

__ADS_1


Zahra kemudian mengusap lembut rambutnya dan menyenandungkan sholawat untuk menenangkannya.


Zahra masih ingat jika ia dulu selalu menyenandungkan sholawat saat menidurkan Zalika saat masih bayi.


Setelah melihat putrinya sudah tenang ia kemudian melepaskan pelukannya.


"Lika sayang mamah kan?" Zahra mengulangi pertanyaannya untuk memastikan apa putrinya sudah tenang atau belum


"Sayang,"


"Zalika malu gak kalau dilihatin banyak orang?" tanya Zahra lagi


"Malu?"


"Kalau malu, sebaiknya Lika main di rumah saja ya sama mamah, nanti kapan-kapan kita main ke sini lagi," jawab Zahra


Zalika mengangguk membuat Zahra langsung menggandeng lengannya dan membawanya kembali ke stand lukisnya.


Ia kemudian membereskan peralatan lukis Putrinya dan memasukkannya kedalam tasnya.


Saat hendak pulang guru lukis Zalika meminta lukisannya.


"Boleh Bapak memajang lukisan Zalika?" tanya pria itu


Zalika mengangguk setuju.


"Apa kamu mau membantu bapak menjelaskan makna lukisan mu kali ini?" tanya pria itu lagi


"Sepertinya tidak bisa pak, lagipula dia kan baru tenang aku takut dia tantrum lagi," jawab Zahra


Pria itu kemudian memberikan sebotol air mineral kepadanya, dan Zalika langsung meneguknya


Pria itu kemudian menggandeng lengan Zalika membawa gadis itu ke podium.


Ia segera berdiri di depan podium dan mengambil pengeras suara.


"Hari ini saya baru saja menyaksikan kehebatan seorang Ibu. Seorang Ibu yang kuat dan rela melakukan apapun demi anaknya. Tanpa rasa malu dan meninggalkan semuanya demi fokus pada anaknya saja. Dia begitu kuat bahkan bisa mengalahkan delapan orang pria yang tak sanggup menangkap putrinya. Dari kejadian hari ini saya paham betapa besar kasih sayang seorang ibu, dan sampai kapanpun kita takan bisa membalasnya," ucap Harry membuat semua orang tertegun mendengarnya


Ia kemudian memperlihatkan lukisan Zalika yang hari itu terlihat berbeda dari biasanya. Lukisan yang di dominasi warna hitam itu tampak membuat semua orang penasaran termasuk seorang yang berniat membelinya.


"Apa kalian tahu apa makna lukisan yang hanya di dominasi warna hitam ini?" tanya Harry


Ia kemudian mempersilakan Zalika untuk memberitahukan kepada semua orang makna lukisannya.


Gadis itu mulai menceritakan kesedihannya saat dipaksa seseorang untuk mengkonsumsi camilan yang dilarang oleh ibunya.


Meskipun ia tahu berbahaya jika memakan kudapan tersebut ia tetap memakannya karena si pemberi kue mengancamnya akan menyakiti ibunya jika ia tak menuruti keinginannya.


Demi Ibunya ia harus memakan semua kudapan tersebut meskipun ia selalu bersedih saat memakannya.

__ADS_1


"Kau harus memakannya atau aku akan mencelakai ibumu,!"


__ADS_2