
#Sebelumnya Author mohon maaf jika ada kemarin² kok upnya suka gak bener, kadang di ulang atau ceritanya gak nyambung, maaf ya author lagi kebanyakan job tapi gak bisa bolong jadi gitu. Insya Allah sekarang bisa up lagi. Dan dimohon untuk membaca dua chapter sebelumnya yg kemarin jadi pengumuman. Terimakasih atas perhatiannya š#
"Kamu mabok Lika?" tanyanya membelalak
"Sedikit mah, maaf tadi Lika asal minum, ternyata malah minuman beralkohol," jawab Zalika dengan entengnya
"Astaghfirullah Lika, lain kali tanya dulu dong jangan ceroboh begitu!" ucap Zahra menasihatinya
"Iya Bu, Lika salah, maaf."
"Ok, lain kali jangan diulangi ya. Untung kamu jalan sama temen-temen kamu yang orang-orang baik, bagaimana kalau kamu sendirian,"
"Sudah dong Za, kasian Lika," ucap suami Zahra
"Aku hanya kesel saja sama Lika, kok bisa hari ini dia ceroboh banget, kan bahaya kalau dia mabok kaya gini," jawab Zahra
"Saya yang salah Tante, harusnya tidak membiarkan Za sendirian ke bartender," pungkas Wibi
"Iya nak gak apa-apa, mungkin ini akan jadi pengalaman berharga buat Lika agar kedepannya dia bisa lebih hati-hati dan tidak ceroboh lagi. Terimakasih banyak ya nak, sudah mengantar Lika pulang," ucap Zahra
"Sama-sama Tante. Kalau gitu Wibi juga pamit Tante," jawab Wibi
Zahra mengangguk kemudian membawa Zalika masuk kedalam rumahnya, sementara itu Wibi kemudian masuk kembali ke mobilnya dan melesat pergi.
Juno menatap Zahra dari kejauhan, "Kamu beruntung Za memiliki keluarga yang hangat yang menerimamu apa adanya," ucap pemuda itu kemudian berlalu pergi
Pagi harinya di gedung HK Construction,
Zalika berjalan santai menuju ruangan, ia menatap sekelilingnya yang masih sepi karena ia sengaja datang lebih pagi.
Zahra kemudian mempelajari sejenak tumpukan dikumandangkan yang diberikan oleh Wibi.
"Pagi Za?"
Zalika mendongakkan wajahnya saat mendengar seseorang menyapanya.
"Pagi Juno," jawabnya tampak acuh
Melihat Zalika yang acuh tak seperti biasanya membuat Juno berpikir jika gadis itu masih marah padanya.
"Kamu masih marah masalah semalam?" tanyanya penasaran
Zalika tampak bengong mendengar ucapan Juno. Gadis itu menggerakkan bola matanya karena ia tak mengerti apa yang dikatakan oleh Juno.
"Marah kenapa, terus memangnya semalam kita ngapain?" tanya Zalika mendekatkan wajahnya pada Juno
__ADS_1
Syukurlah dia lupa kejadian semalam, ternyata ucapan Marsel benar. Sekarang aku harus melupakan kejadian itu dan tak perlu mengungkitnya lagi.
"Oh tidak ada apa-apa kok, maaf aku kira kamu marah tadi, soalnya jutek gitu gak ramah kaya biasanya," jawab Juno
"Memang aku terlihat marah?" jawab Zalika balik bertanya
"Hmm," jawab Juno mengangguk
Zalika langsung bersorak gembira, membuat Juno terkejut melihatnya.
"Yeay, akhirnya aku bisa berekspresi marah juga seperti orang lain!" seru Zalika kemudian menarik Juno dan menari-nari kegirangan.
Juno hanya tersenyum mengikuti gerakan Zalika.
Bahagianya bisa lihat kamu tersenyum lagi Za, semoga kamu selamanya selalu tersenyum,
Keduanya seketika menjadi objek tontonan bagi para karyawan yang baru berdatangan.
"Ehemm!!"
Keduanya segera berhenti saat Wibi berdiri tak jauh darinya.
"Pagi Pak," sapa Zalika tersenyum padanya
Wibi segera menghampiri Juno dan mengajaknya masuk ke ruangannya.
"Gimana semalam?" tanya Juno
"Tidak sesuai rencana, tapi semuanya berjalan lancar, dan orang tua Za itu cukup mengerti kondisi anaknya sehingga mereka tak meledak-ledak saat tahu Za mabok berat!"
"Syukurlah kalau begitu, Za memang beruntung memiliki keluarga yang menyayanginya dengan tulus dan menerima kondisinya apa adanya," jawab Juno menerawang
"Gue ngerti kok perasaan lo, gimana keadaan adek lo?" tanya Wibi
"Alhamdulillah sekarang dia sudah nyaman di panti asuhan yang baru,"
"Makannya Lo cepetan Nikah biar bisa merawat adikmu itu,"
"Itulah masalahnya Bro, aku gak tahu apa Reina mau menerima adek gue atau gak. Kau tahu sendiri kan kalau ayah sama ibu kandungnya saja gak mau menerima dia," jawab Juno
"Sabar Jun, aku yakin kalau Reina benar-benar mencintai kamu dia pasti akan mau menerima adikmu juga,"
"Aamiin,"
"Kalau gitu gue balik ke meja gue dulu, ada banyak yang harus aku selesaikan hari ini,"
__ADS_1
"Ok, aku juga bentar lagi mau keluar sama Za. Mau ketemu sama Bos sebelah," jawab Wibi
Ia kemudian merapikan rambutnya dan menyambar tas kerjanya.
Ia kemudian menghampiri Zalika yang masih sibuk membaca dokumen di depannya.
"Kita berangkat sekarang Za," ajak Wibi
"Baik Pak," Zalika langsung merapikan mejanya dan memakai tas selempangnya.
"Kamu udah siap kan?" tanya Wibi
"Sudah," jawab Zalika mengangguk
Keduanya kemudian keluar meninggalkan gedung HK Construction.
Wibi memarkirkan mobilnya di sebuah gedung pencakar langit dan mengajak Zalika turun.
"Hari ini kita akan menghadapi klien yang super ribet, jadi persiapkan mentalmu dan jangan sampai kalah saat berdebar dengannya,"
"Baik,"
Keduanya kemudian masuk kedalam lift. Wibi menekan angka 14 tempat dimana ia akan menemui kliennya.
*Ting!
Keduanya segera keluar saat pintu lift terbuka.
"Bismillahirrahmanirrahim," ujar Wibi sambil memperbaiki dasinya
Ia kemudian menuju ke meja resepsionis dan menyampaikan tujuan kedatangannya ke tempat itu. Sang resepsionis kemudian mengantarnya ke ruang pimpinan perusahaan.
"Silakan tunggu dulu, Bapak sedang ada tamu sebentar," ucap sang resepsionis
Zalika tampak mengamati ruangan itu. Matanya tak berkedip saat melihat foto seorang pria terpajang di ruangan itu.
*Krieet!
Keduanya langsung menoleh saat mendengar suara pintu terbuka.
"Selamat pagi, maaf sudah membuat kalian lama menunggu," ucap pria itu
Zalika tampak tak percaya melihat sosok pria di depannya.
"Ayah???"
__ADS_1