
Sementara itu Bahri yang tak senang melihat Zahra menjadi CEO Bahri Group mencoba menghasut para direksi dan karyawan Bahri Group untuk melakukan mogok kerja pasca Zahra memimpin perusahaan itu.
Meskipun tidak semua orang termakan oleh bujukannya tetap saja hampir tiga puluh persen petinggi perusahaan itu melakukan mogok kerja.
Bukan hanya para direksi bahkan para karyawan pun banyak yang mangkir bekerja setelah mendengar ultimatum dari Bahri.
Tentu saja hal itu membuat Zahra kesulitan dalam dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Aksi mogok kerja ini membuat kondisi perusahaan semakin memburuk hingga menyebabkan harga saham semakin menurun.
Mengetahui harga saham perusahaan menurun membuat Bahri naik pitam dan menyalahkan Zahra yang dianggap tak becus dalam menjalankan perusahaan.
"Sudah ku bilang hanya aku yang paling mengerti Bahri Group.
Kau pikir kau cukup pintar untuk memimpin perusahaan ini. Lihatlah hasil kesombongan mu itu, sekarang harga saham perusahaan anjlok di level terendah," ujar Bahri
"Bukankah kau yang memperkeruh keadaan dengan menghasut para direksi dan karyawan untuk mogok kerja?" jawab Zahra begitu enteng
"Kau!" seru Bahri begitu berang setelah mendengar jawaban Zahra
"Asal anda tahu kalau kondisi perusahaan anda sudah collapse sebelum aku datang. Keadaan Semakin buruk setelah anda memprovokasi para karyawan dan direksi untuk melakukan mogok kerja. Andai saja anda mau bekerjasama denganku mungkin perusahaan tidak akan seperti ini. Jika kau menganggap dirimu adalah orang yang paling mengerti perusahaan ini, harusnya kau lebih tahu kenapa perusahaan ini collapse??"
Zahra kemudian menunjukkan laporan keuangan perusahaan dan hasil penjualan satu tahun sebelum Bahri lengser.
Bahri begitu terkejut saat melihat penyebab perusahaannya collapse. Ia bahkan langsung mengalami kejang karena serangan jantung.
Melihat Bahri tumbang membuat Zahra segera menghubungi ambulance.
Bahri terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.
Kondisinya yang kritis membuat ia harus di rawat di ruang ICU.
Merry yang begitu panik dan ketakutan mendatangi Zahra di kediamannya.
__ADS_1
Wanita itu memohon kepadanya untuk mengembalikan posisi suaminya agar bisa membantu kesembuhan suaminya.
"Bantu aku membujuk semua Direksi yang mogok bekerja untuk kembali bekerja, aku janji akan membuat Bahri Group menjadi maju seperti Bahri Fashion. Kau tahu kan aku tidak dapat mewujudkan semua itu sendirian, aku butuh bantuan dari semua karyawan untuk mewujudkan impian itu. Aku yakin Suami anda akan segera membaik saat mendengar berita Bahri Group sudah bangkit dari keterpurukannya. Jadi bagaimana, apa kau mau membantuku??" tanya Zahra meyakinkan Merry
Merry tampak tercengang mendengar jawaban Zahra. Ia tak menduga jika wanita yang dulu selalu direndahkan dan di hinanya benar-benar peduli dengan perusahaannya.
Ia bahkan sampai memikirkan secara detail tentang kondisi perusahaan dan dampaknya bagi keluarga Bahri dan orang-orang yang bekerja di tempat itu.
Aku tidak menyangka hatimu begitu mulia, meskipun kau terlihat tegas dan garang tapi hatimu begitu lembut seperti sutra.
Tanpa ragu-ragu Merry kemudian mengiyakan permintaan Zahra. Wanita itu bersedia membantunya membujuk para direksi dan karyawan lain yang mogok kerja pasca Bahri Group di pimpin oleh Zahra.
Hari itu juga Merry mengadakan pertemuan tertutup dengan para direksi yang loyal terhadap suaminya.
Ia kemudian membujuk mereka untuk kembali bekerja agar perusahaan bisa segera bangkit kembali.
Wanita itu berhasil menyakinkan para karyawan dengan menjual nama suaminya.
"Percayalah bahwa ini adalah pesan dari suamiku, aku sudah mendengar semuanya dari Zahra. Sebelum ia dilarikan ke rumah sakit ia sempat menemui Zahra untuk membicarakan tentang perusahaan. Memang awalnya ia tidak sejalan dengan pemikiran Zahra, tapi setelah melihat laporan keuangan dan penjualan perusahaan ia baru sadar jika ia harus mendukung Zahra jika ingin perusahaan ini kembali berjaya. Tapi sayangnya ia lebih dulu terkena serangan jantung sehingga tak sempat memberitahu kalian. Jadi atas nama suamiku, aku mohon bantuan kalian untuk bersama-sama berjuang untuk menyelamatkan perusahaan ini dari kehancuran, bagaimanapun juga Bahri Group adalah tempat kalian mencari nafkah jadi ayo bersama-sama kita dukung pemimpin perusahaan yang baru untuk memajukan perusahaan kita ini!" seru Merry
Zahra sangat berterima kasih atas bantuan Merry dan meminta wanita itu.
"Terimakasih atas bantuannya, aku harap Ibu akan tetap mendukung ku karena aku yakin tanpa bantuan mu mustahil aku bisa memajukan perusahaan ini seorang diri,"
"Tentu saja, kalau kamu butuh apa-apa atau ingin bertanya apapun kepada ku silakan saja. Aku selalu siap untuk membantu kapan saja," jawab Merry
"Terimakasih Ibu," jawab Zahra
"Aku sebenarnya sangat malu karena harus meminta bantuan mu untuk membantu perusahaan kami yang sedang collapse. Padahal aku dulu selalu menyakitimu dan juga menghinamu, maafkan aku Za, maafkan kehilafan ibumu ini," ucap Merry menangis tersedu-sedu
Zahra kemudian memeluk wanita itu.
"Aku sudah memaafkan semuanya, yang sudah berlalu biarlah menjadi masa lalu yang tidak perlu kita sesali, tapi jadikan itu sebagai pemacu kita untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan menjadi pribadi yang lebih baik," jawab Zahra
__ADS_1
"Tidak ku sangka kau begitu bijaksana, aku benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan berlian seperti dirimu,"
****************
Berkat kerja keras Zahra dan bimbingan dari Gading perlahan harga saham Bahri Group mulai merangkak naik.
Bahkan penjualan produk langsung melesat setalah Zahra menggunakan Zalika sebagai brand ambassador perusahaan itu.
Dengan mengusung konsep belanja sambil beramal berhasil meningkatkan penjualan produk-produk Bahri Group.
Keberhasilan Zahra bahkan sampai mendapatkan penghargaan sebagai pengusaha muda terbaik dengan jumlah penjualan terbaik se Indonesia.
Tidak lupa seperti janjinya dalam promosi Zahra menyumbangkan sebagian keuntungan perusahaan untuk kepada yayasan yang mengurusi anak-anak berkebutuhan khusus.
Kondisi Bahri berangsur-angsur membaik setelah mendengar perusahaannya mulai bangkit.
Ia begitu bangga setelah melihat grafik penjualan perusahaan. Ia semakin bangga karena melihat sang pemimpin perusahaan selalu muncul di berbagai media.
"Aku tidak menyangka dia berhasil melakukan pembaharuan di perusahaan. Padahal selama ini aku selalu meremehkannya tapi tidak ku sangka dia benar-benar seorang enterpreneur sejati yang bisa membalikkan keadaan dengan segala kemampuannya. Aku harap anak-anakku bisa seperti dia," ucap Bahri saat melihat Zahra sedang melakukan talk show di sebuah stasiun televisi.
Tidak lama setelah Bahri pulih dari sakitnya ia sengaja mengundang Zahra untuk makan malam di rumahnya.
Malam harinya Zahra datang memenuhi undangannya bersama suami dan putri tercintanya.
Bahri langsung menyambut kedatangannya dengan ramah bahkan ia sampai memeluk Zalika yang selama ini belum pernah ia lakukan.
"Cucuku sudah besar rupanya, maafkan kakek jika selama ini kakek tidak pernah memeluk mu apalagi berbincang-bincang denganmu," ucap Bahri berkaca-kaca
Lelaki itu tak mampu menyembunyikan rasa penyesalannya karena mengabaikan cucunya tersebut. Ia bahkan tak pernah menyentuhnya dari mulai ia lahir sampai sekarang. Ia selalu menganggap jika Zalika adalah pembawa sial namun takdir justru berkata lain, gadis kecil yang begitu dibencinya justru menjelma menjadi seorang anak genius yang membanggakan keluarganya. Begitupun dengan sang menantu yang dibuangnya telah berubah menjadi dewi penyelamat bagi keluarganya.
"Iya kakek tidak apa-apa, aku maklum kok, kan kakek sibuk. Aku yakin jika kakek tidak sibuk pasti akan lebih perhatian kepadaku," jawab Zalika membuat Bahri seketika terenyuh dibuatnya.
Bahri kembali memeluknya saat air matanya tiba-tiba turun membasahi pipinya.
__ADS_1
"Mulai sekarang kakek janji akan meluangkan waktu untuk bermain denganmu,"