ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab. 41


__ADS_3

"Hanya aku yang sangat mengerti bagaimana sistem perusahaan ini berjalan karena aku yang mendirikannya. Kau tahu alasan aku tetap menjadi pimpinan utama dan tidak mau pensiun dan memberikan posisi ku kepada anak-anak ku?" tanya Bahri


"Karena kamu serakah, jadi kamu tidak memberikan kesempatan kepada putra-putri mu untuk mengembangkan sayap mereka," jawab Merry


"Kau salah Merry. Justru aku melakukan hal itu demi kebaikan mereka. Karena aku tidak mau perusahaan ini hancur saat dipegang oleh mereka yang bukan ahlinya. Kau tahu kan bagaimana perjuangan aku merintis perusahaan ini dari nol hingga sekarang, aku terus melindunginya agar semua anak cucuku bisa hidup mewah tanpa kekurangan apapun. Tapi sekarang kau menghancurkan semuanya dengan memberikan perusahaan ini kepada orang lain!" seru Bahri


"Sekarang Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya aku menyelamatkan perusahaan ini," imbuhnya


Bahri terlihat begitu kesal bercampur kecewa. Lelaki yang sudah menghabiskan hidupnya untuk membesarkan Bahri Group itu sudah kehilangan semangat saat menghadapi kenyataan jika ia akan kehilangan perusahaan yang ia cintai lebih dari dirinya sendiri.


Zahra yang tidak sengaja menguping pembicaraan keduanya kemudian memberanikan diri menghampiri mereka.


*Krieet!!


Bahri segera menoleh kearahnya saat mendengar suara pintu ruangannya terbuka.


Lelaki itu menatap nyalang wanita yang sudah merebut sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.


"Kau pasti datang ke sini untuk menertawakan aku bukan, kau pasti bahagia karena sudah berhasil membalaskan dendammu kepadaku. Sekarang kau pasti bangga karena sudah membuat kami menjadi pelayan mu. Tapi kau harus tahu jika tidak ada seorangpun yang benar-benar mengerti Bahri Group selain aku, jadi sepintar apapun dirimu kau tidak akan bisa membesarkan Bahri Group," ujar Bahru


"Kalau begitu jadilah penasihat ku, jika kau adalah orang yang mengetahui detail perusahaan ini maka kau harus membantuku untuk memajukan Bahri Group," ujar Zahra


Bahri seketika tertawa mendengar jawaban dari mantan menantunya itu.


"Kau pikir aku sudi bekerja denganmu, meskipun orang-orang di luar sana memuji mu, tapi tidak denganku. Bagiku kau tetap saja seorang wanita tak tahu diri yang hanya mendompleng kesuksesan dari putrimu. Kau sengaja menggunakan ke geniusan anak itu untuk mewujudkan ambisi mu untuk membalas dendam kepada ku," jawab Bahri

__ADS_1


"Benar sekali, sepertinya hanya kau yang tahu benar siapa diriku. Meskipun aku memang sangat ingin membalas semua perlakuan kasar kalian terhadap aku dan putriku tetap saja aku tak bisa menyakiti kalian secara fisik karena jika demikian berarti aku sama dengan kalian. Atau pun kau pasti berpikir aku akan mengacaukan Bahri Group hanya demi melampiaskan dendam ku, itu tidak akan pernah terjadi. Karena aku adalah seorang yang profesional yang tidak akan mencampur adukan masalah pribadi dengan bisnis. Bagiku bisa menjadi pimpinan tertinggi perusahaan ini sudah membuat ku puas karena berhasil membalas apa yang kalian lakukan padaku, karena dendam yang sebenarnya bukanlah membalas ulang apa yang kalian lakukan padaku tapi merebut apa yang sangat berharga dalam diri kalian," terang Zahra


"Sekarang terserah padamu, kau akan tetap bekerja disini dan membantu ku memajukan Bahri Group atau memilih resign silakan saja, itu adalah hak anda," imbuh Zahra kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan itu


Bahri yang sudah tak bisa menahan amarahnya langsung meluapkan emosinya dengan melemparkan semua benda-benda yang ada di sekitarnya.


Zahra kemudian menghampiri Gading yang sudah menunggunya di ruang kerjanya.


"Sekarang apa rencana mu selanjutnya?" tanya Gading


"Bantu aku membangkitkan perusahaan ini," jawab Zahra


Tentu saja Gading tercengang mendengar jawaban Zahra. Ia tak mengerti kenapa istrinya yang begitu membenci keluarga Bahri dan ingin menghancurkan mereka demi membalas dendam atas apa yang mereka lakukan padanya tiba-tiba berubah.


"Kenapa kau berubah pikiran, bukankah kau ingin membalas dendam kepada mereka?" tanya Gading


"Bagiku menjadi CEO Bahri Group sudah membalaskan dendam ku kepada keluarga Bahri. Karena bagiku dendam yang sesungguhnya bukan menyakiti mereka yang sudah menyakiti ku tapi merebut apa yang menjadi milik mereka yang sangat berharga adalah pembalasan dendam yang sesungguhnya," jawab Zahra


"Aku benar-benar salut padamu, aku kira kau datang ke sini untuk membuat hidup mereka seperti di neraka, tapi sebaliknya kau malah akan membantu mereka mengupgrade perusahaan yang sedang collapse ini,"


"Bahri Group adalah perusahaan besar dimana ribuan orang bergantung kepadanya. Ratusan kepala keluarga menggantungkan nasibnya dengan bekerja disini, aku tidak mau karena dendam ku akan membuat ribuan orang menderita dan kehilangan pekerjaan mereka. Aku akan lebih bangga jika bisa membantu mereka yang mencari nafkah di tempat ini daripada membalas dendam kepada pemilik perusahaan ini. Bukankah akan lebih memalukan saat kita di bantu musuh kita saat sedang kesusahan, so mari kita buat malu keluarga Bahri dengan memajukan perusahaan ini. Karena bukan hanya dia yang satu-satunya orang yang memahami Bahri Group,"


"Ok sayang, aku akan melakukan apapun yang kamu perintahkan," jawab Gading


"Bagaimana kalau aku memintamu mati agar aku bisa kawin lagi?" jawab Zahra menggodanya

__ADS_1


"Ish jahat banget sih kamu sayang,"


"Katanya kamu akan melakukan apapun yang aku perintahkan,"


"Iya sih, tapi aku gak rela kalau kamu minta aku mati hanya untuk kawin lagi," jawab Gading membuat Zahra terkekeh mendengarnya


*************


Sementara itu Bahri terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.


Kondisinya yang kritis membuat ia harus di rawat di ruang ICU.


Merry yang begitu panik dan ketakutan mendatangi Zahra di kediamannya.


Wanita itu memohon kepadanya untuk mengembalikan posisi suaminya agar bisa membantu kesembuhan suaminya.


"Apa kau yakin dia akan sembuh setelah aku menjadikannya sebagai CEO Bahri Group kembali?" tanya Zahra


Merry tak bisa menjawab pertanyaan Zahra karena tahu kondisi suaminya benar-benar kritis.


"Entahlah, dia memang memiliki penyakit jantung koroner yang sudah kronis. Namun saya berharap dia akan segera membaik jika mendengar kau menjadikan ia sebagai CEO Bahri Group lagi,"


"Kalau cuma mengembalikan jabatannya itu soal mudah Ibu, masalahnya adalah...apa dia akan tetap sehat jika tahu perusahaan yang dipimpinnya sedang berada di ujung tanduk?. Dia mungkin bisa kembali collapse dan mungkin saja bisa tak tertolong saar tahu kondisi perusahaan yang sebenarnya. Jadi percuma saja bukan. Aku yakin hanya ada satu cara untuk membantu proses penyembuhan beliau, yaitu membuat Bahri Group berkembang," jawab Zahra


"Bagaimana caranya?" tanya Merry

__ADS_1


"Bantu aku membujuk semua Direksi yang mogok bekerja untuk kembali bekerja, aku janji akan membuat Bahri Group menjadi maju seperti Bahri Fashion. Kau tahu kan aku tidak dapat mewujudkan semua itu sendirian, aku butuh bantuan dari semua karyawan untuk mewujudkan impian itu. Aku yakin Suami anda akan segera membaik saat mendengar berita Bahri Group sudah bangkit dari keterpurukannya. Jadi bagaimana, apa kau mau membantuku??" tanya Zahra meyakinkan Merry


__ADS_2