ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
ISTRIKU SEORANG WANITA BERKEBUTUHAN KHUSUS


__ADS_3

Malam itu Zalika tampak cantik menggunakan dress berwarna hitam yang sederhana namun elegan. Sementara itu Wibi tampak gagah menggunakan tuxedo warna putih bak seorang pangeran dalam cerita dongeng.


Keduanya tampak canggung saat dipertemukan di meja makan. Dirga ayah Zalika memutuskan untuk menjodohkan putrinya dengan Wibi yang merupakan putra seorang konglomerat sekaligus rekan bisnisnya.


Tak ada penolakan dari Zalika ataupun Wibi. Keduanya tampak diam dan menerima perjodohan itu meksipun sebenarnya hati mereka terasa berat.


Seperti Lika yang sebenarnya telah jatuh hati dengan kebaikan hati Juno. Namun siapa sangka ayahnya justru menginginkan dia untuk menikah dengan Wibi yang merupakan atasannya itu.


"Sekarang kalian boleh berbincang-bincang untuk mengakrabkan diri. Ayah yakin meskipun kalian adalah rekan kerja tapi belum pernah melakukan obrolan intens bukan?" tanya Dirga


Keduanya mengangguk serempak membuat Dirga tersenyum dan mengira jika keduanya memiliki chemistry yang baik.


"Wah kalian sepertinya memiliki chemistry yang baik, semoga saja kedepannya hubungan kalian akan semakin membaik dan menjadi pasangan suami istri yang harmonis kelak," tukas Dirga


"Aamiin,"

__ADS_1


Wibi kemudian mengajak Zalika ke Gasebo yang ada di depan rumah. Ia sengaja memilih tempat itu agar tidak berdekatan dengan kedua orang tuanya. Selain itu di sana ia lebih nyaman.


"Kalau kau tidak sreg dengan perjodohan ini sebaiknya kau katakan saja pada ayahmu. Aku tidak mau menikah denganmu karena terpaksa," ucap Wibi memulai pembicaraan mereka


"Lalu kau sendiri bagaimana, apa kau mau menerima perjodohan ini atau tidak?" jawab Zalika bertanya balik


"Entahlah aku juga tidak tahu, aku senang atau sedih. Karena jujur saja sampai saat ini aku juga belum memiliki seorang kekasih jadi aku tidak terlalu keberatan dengan perjodohan ini. Akan tetapi aku juga tidak bisa menerima begitu saja apalagi saat aku tahu jika wanita yang akan menjadi istriku itu adalah kamu," jawab Wibi


"Aku tahu kamu pasti sedikit kecewa karena mendapatkan calon istri seorang perempuan berkebutuhan khusus bukan. Sekarang aku justru yang ingin memberikan saran kepada mu. Sebaiknya kau katakan saja jika memang kau keberatan dengan perjodohan ini. Meskipun kau belum pernah memiliki seorang kekasih tapi aku sangat yakin jika hati kecilmu menolak saat tahu kau akan dijodohkan oleh wanita seperti diriku," jawab Zalika


Wibi tak melanjutkan pembicaraan mereka yang ia rasa tak akan pernah selesai jika keduanya terus membahas tentang perjodohan itu tanpa ada yang mau mengalah.


"Ok deal," jawab Zalika kemudian menyalami Wibi.


Acara pun ditutup dengan makan malam bersama. Saat acara selesai Wibi kemudian mengantar Zalika pulang.

__ADS_1


"Thanks ya, sampai jumpa besok di kantor," ucap Zalika berpamitan sebelum turun.


Pagi harinya, Zalika tampak pergi ke kantor seperti biasa. Perempuan penyuka warna hitam itu tampak menyapa rekan-rekannya dengan begitu hangat sama seperti biasanya.


"Za!" seru Juno langsung menghampirinya


Lelaki itu seketika langsung memeluknya erat, membuat Zalika terkejut pastinya.


"Selamat Za, akhirnya projek kita di setujui dan mulai besok kita akan mengawasi pembangunannya mulai besok," ucapnya begitu senang


"Oh begitu," jawab Zalika begitu datar


Ia kemudian segera duduk di kursinya dan menata meja kerjanya.


"Bukan itu aja Za, aku juga maj mengajakmu nonton pas pulang kerja, gimana?" tanyanya lagi

__ADS_1


Seketika Zalika menatap kearah Wibi yang diam-diam memperhatikannya dari kejauhan.


"Gimana mau gak?" tanya Juno penuh penekanan


__ADS_2