ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 30


__ADS_3

"Aku tahu kau pasti sangat kesal karena ulah Delia yang sudah membuat Zalika terluka. Tapi bukan begini cara membalasnya. Jika kau melakukan hal ini maka kau sama saja dengan Delia. Dan kau juga akan membuat Zalika semakin sedih karena harus berpisah darimu jika kau benar-benar membunuhnya," tukas Gading kemudian mengambil pisau dari tangannya


Ia kemudian memeluknya erat untuk meredam emosi dalam diri wanita itu. Sementara itu, melihat Zahra mulai lengah membuat Delia segera melarikan diri dari tempat itu.


"Percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja. Aku janji akan menyelesaikan semuanya," imbuh Gading


Pria itu mengusap air mata Zahra yang mulai menggenang di pelupuk matanya.


Zahra sengaja menyuruh putrinya untuk tidak masuk sekolah demi menjaga perasaannya.


Ia tak mau jika anak itu mendapatkan perilaku yang tak menyenangkan dari teman-temannya karena peristiwa kemarin.


Alih-alih tidak masuk sekolah, zahra justru membawa putrinya untuk pergi terapi, agar ia lebih tenang dan bisa dikendalikan lagi seperti dulu.


Karena harus fokus menjaga Zahra ia terpaksa meminta cuti mengajar. Karena begitu trauma hingga tak berani membuka ponselnya selama dua hari.


Namun hari itu ia berani membuka ponselnya demi untuk mengabari Gading tentang kondisinya dan juga putrinya.


"Apa kau sudah tahu berita hari ini?" tanya Gading


"Memangnya ada kabar apa?"


"Sebaiknya kau lihat sendiri, aku ingin kau melihatnya agar bisa memberikan semangat kepada Zalika dengan berita tentang dirinya." jawab Gading


Zahra segera mengecek pemberitaan online, ia terkesima saat melihat berita tentang sosok putrinya yang menjadi headline news di setiap kanal berita online.


"Bagaimana mereka bisa lupa dengan kejadian kemarin, dan menulis seperti itu seolah-olah Zalika adalah seorang pahlawan?" tanya Zahra


Zahra tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia melihat tidak ada pemberitaan negatif lagi tentang putrinya.


Bahkan saat ia mencari unggahan yang di upload oleh Delian sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


Semuanya media online memberitakan tentang prestasi Zalika dan hal-hal positif tentang gadis kecil itu. Tentu saja hal itu membuat Zahra begitu terharu melihatnya.


Kenapa semua orang berubah, siapa yang sudah merubah pandangan miring orang-orang terhadap putriku?


"Itu karena ucapan pak Hasan yang selalu meyakinkan semua orang jika Zalika melakukan semua itu bukan karena pengaruh makanan yang dimakannya. Bahkan ia sudah mengendalikan dirinya dan menyelamatkan nama baik mu dengan melukis alasannya melakukan semua itu," jawab Gading


Ia memberitahukan jika lukisan Zalika dalam pameran Itulah yang menyelamatkannya. Gadis kecil itu mencoba memberitahu dunia bagaimana kejamnya orang-orang diluar sana memperlakukan anak berkebutuhan khusus seperti dirinya. Ia juga menceritakan bagaimana perjuangan para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dalam melindungi anak-anak mereka. Meskipun yang dimaksud Zalika adalah ibunya namun semua orang mulai mengerti bagaimana rasanya memiliki anak berkebutuhan khusus.


Melalui lukisannya itu Zalika juga menyampaikan perasaannya kepada dunia bahwa ia juga ingin diperlakukan sama seperti anak-anak lain seusianya. Meskipun ia berbeda namun sebagai anak yang sedang bertumbuh ia juga memiliki hak yang sama untuk bisa hidup bahagia.


Zahra menangis tersedu-sedu saat mengetahui makna mendalam dalam lukisan putrinya tersebut. Ia tak mengira jika Zalika adalah anak yang peka hingga mampu mengetahui bagaimana isi hatinya selama ini.


Maafkan ibu nak, maafkan aku yang belum bisa menjadi ibu yang baik untukmu?


Gading kemudian mengajak Zahra menemui Pak Harry di galerinya.


Setibanya di tempat itu Zahra langsung menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pria yang sudah membantu putrinya tersebut.


"Kenapa anda berterima kasih kepadaku, aku tidak pernah melakukan apapun untuk Zalika, justru Zalika sendiri yang sudah berhasil mengubah pandangan orang-orang yang menganggap rendah anak berkebutuhan khusus dengan lukisannya. Jadi sebaiknya anda berterima kasih kepadanya," jawab Harry


"Tapi tetap saja, tanpa bantuan anda memberitahukan makna lukisan itu semua orang tidak akan tahu bukan??"


""""""""""”


Mengetahui publik tidak lagi membully putrinya, keesokan harinya Zahra mengizinkan ia untuk kembali bersekolah.


Ia begitu terkejut dengan reaksi teman-temannya yang langsung merangkulnya saat ia masuk ke kelas.


Mereka bahkan tak mengungkit kejadian di pameran lukisan ataupun unggahan Delia yang sengaja mempermalukan gadis kecil itu.


Hari itu Bu Jessi juga terus memberikan motivasi dan dukungan kepada Zalika atas apa yang terjadi dengannya.

__ADS_1


"Syukurlah, sekarang semua orang sudah memahami putriku dan mau menerima apa adanya," ucap Zahra begitu terharu saat melihat perlakuan teman-teman sekelas Zalika


Ia sampai menitikkan air mata karenya.


"Semoga dengan kejadian hari ini akan membuat kamu jadi makin dewasa Lika,"


Pagi harinya Gading mengajak Zahra dan putrinya menemui ibunya.


Ia begitu terkejut saat mengetahui jika orang tua Gading ingin menjadikan Zalika sebagai brand ambassador untuk produk mainan mereka.


"Sudah saatnya Zalika menunjukkan bakatnya, aku ingin membungkam semua orang yang selalu menganggap rendah dirinya dan mengolok-oloknya. Semoga dengan hal ini bisa membantu Zalika dalam bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas," ucap Zulaikha


"Terimakasih Ibu atas perhatiannya, aku sangat beruntung karena bertemu dengan orang baik seperti anda,"


Zahra kemudian mengizinkan putrinya menjalani syuting sebagai seorang model.


Tanpa di duga kemunculan Zalika di dunia entertainment membuat saham perusahaan langsung melejit dengan penjualan barang yang meningkat dua kali lipat.


Kini Zalika bukan hanya menjadi brand ambassador produk mainan anak-anak, ia bahkan sering wara-wiri di acara televisi nasional untuk menjadi bintang tamu acara variety show.


Kesuksesan Zalika dalam menaikan harga saham perusahaan keluarga Gading membuat keluarga Bahri merasa iri.


Bahri bahkan terus membujuk istrinya agar menemui Zahra untuk meminta bantuannya.


Ia ingin melakukan hal yang sama dengan Zulaikha untuk menaikan harga saham Bahri Group yang sedang anjlok.


Ia yakin dengan sentimen positif terhadap Zalika akan mampu mendongkrak harga sama perusahaan itu agar bisa naik lagi.


Namun Merry bersikeras menolaknya. Meskipun ia mengakui kehebatan cucunya namun rasa gengsi dan malu membuatnya enggan menemui Zahra.


"Jika kau terus seperti ini maka perusahaan kita lama-lama bisa mengalami likuidasi atau bisa saja berpindah kepemilikan karena terus merosotnya harga saham perusahaan kita. Sebaiknya kau turunkan sedikit egomu demi perusahaan kita, apa kau mau melihat perusahaan yang sudah kita rintis dari nol harus berpindah tangan dan menjadi milik orang lain?" tutur Bahri

__ADS_1


"Kenapa bukan kau saja yang menemui Zahra, kenapa harus aku, kau tahu kan jika aku sudah melarangnya menginjakkan kaki di perusahaan kita, apa aku harus menjilat ludahku sendiri!" seru Merry dengan rasa malu


__ADS_2