
Zalika memberikan ponselnya kepada Wibi.
"Ada apa?" tanya Wibi kaget
"Mamah mau bicara sama bapak?"
"Oh gitu," jawab Wibi kemudian mengambil ponsel dari tangan Zahra
"Halo Tante," sapa Wibi dengan ramah.
Marsel dan Juno tertawa kecil melihat ekspresi wajah Wibi saat berbincang dengan Ibu Zalika.
"Makan tuh anak mamah, makanya jangan suka ngajak pergi anak mamah, ribet kan urusannya!" celetuk Marsel
"Baik Tante," ucap Wibi mengakhiri obrolannya
Ia kemudian mengembalikan ponselnya kepada Zalika.
"Gimana Bi, boleh gak?" tanya Marsel penasaran
Wibi menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan sendu.
"Nungguin ya, pasti boleh dong kalau sama Wibi eaaa!" seru Wibi kemudian menggandeng lengan Zalika
"Yeay!!" teriak mereka bertiga saat mendapat izin dari zahra ibu Zalika
__ADS_1
Wibi melesatkan mobilnya menuju ke kafe tempat mereka biasa berkumpul. Wibi menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe yang terlihat sangat ramai.
Mereka segera turun dan menuju ke lantai atas agar bisa menikmati pemandangan kota Jakarta di malam hari.
Zalika tampak berdiri takjub melihat pemandangan kota Jakarta yang terlihat begitu cantik di malam hari.
Gedung-gedung tinggi menjulang dengan lampu kelap-kelip dan kemacetan lalu lintas terlihat begitu eksotis.
Gadis itu bahkan beberapa kali melakukan swa foto. Namun Wibi yang usil tak membiarkan gadis itu berfoto sendirian.
Ia sengaja mengagetkan Zalika dengan berdiri di belakangnya sambil menjulurkan lidahnya.
Hal yang serupa dilakukan oleh Juno dan Marsel keduanya memeluk Zalika dan melakukan swa foto berempat.
"Boleh gabung gak?" tanya mereka
"Silakan," jawab Marsel
Kini mereka berenam tampak menikmati sebuah permainan sambil menikmati minuman beralkohol, kecuali Zalika yang hanya minum jus. Namun itu tak mengurangi keseruan mereka. Karena ketiga pria itu mabuk Zalika terpaksa harus memakai jasa sopir untuk mengantar mereka pulang.
"Aku tidak mabuk Za, hanya sedikit minum lebih banyak saja, makanya kepalaku agak pening!" seru Wibi
"Kenapa aku melihat Nava di sini, oh Nava sekarang nakal ya, dia berani main ke kafe juga. Awas Sayang jangan terlalu sering keluar panti. Bahaya kalau nanti ibu melihat mu," ucap Juno kemudian menangis tersedu-sedu
"Dasar lemah, masa gitu doang udah pada mabuk, coba dong kaya gue, strong. Marsel otot kawat tulang besi. Gak bakal mabuk meskipun sudah menghabiskan puluhan botol minuman beralkohol.
__ADS_1
Zalika memapah satu persatu pria itu masuk kedalam mobil. Ia kemudian menghubungi agen jasa sopir sewaan.
Mobil melaju menuju kediaman Zalika lebih dulu.
Ia kemudian berpesan untuk mengantar satu persatu dari ketiga pria itu sesuai alamat yang diberikan olehnya.
Pagi harinya Zalika tiba di kantor seperti biasa. Namun pagi itu ia belum melihat Wibi, Juno ataupun Marsel.
Kemana mereka, apa mereka kesiangan??
Zalika langsung menuju meja kerjanya tanpa mempedulikan ketiga pria itu. Beberapa menit kemudian Juno mulai muncul di lobby gedung diikuti oleh Marsel dan Wibi.
Setelah Wibi masuk ke ruangannya seorang pria paruh baya masuk ke ruangannya. Terdengar suara pria itu memarahi Wibi membuat semua karyawan langsung terdiam mendengar mereka.
Zalika yang kasian melihat Wibi terus dimarahi, kemudian berinisiatif untuk masuk ke ruangan Wibi untuk membantunya.
"Bir tiga!" seru Wibi
"Kamu pesen apa Za?" tanya Juno
"Jus mangga no gula,"
"Ok,"
Tidak lama pesanan
__ADS_1