
Halo Readers, di season ke dua ini saya
dewasa. Bagaimana seorang anak berkebutuhan khusus harus bersaing saat mencari kerja juga mencari pasangan hidup tentunya. Jangan lupa like komen dan favoritkan ya. Selamat membaca 🤗
BAB 1. Pintu Ajaib
Seorang gadis tampak berlari menuju stasiun kereta api. Dia adalah Zalika, meskipun orang tuanya berada, namun ia lebih suka menggunakan kereta untuk berangkat bekerja.
Selain lebih cepat, tentu saja bebas macet. Bagi Zalika yang sangat benci macet, kereta adalah pilihan terbaik apalagi untuk remaja berkebutuhan khusus seperti dia. Kemacetan bisa membuat mood Lika langsung jelek dan itu juga salah satu yang harus di hindari olehnya.
Hari ini adalah hari pertama Zalika bekerja di perusahaan konstruksi. Lika tak menyangka jika dia akan diterima bekerja di sebuah perusahaan konstruksi terbesar di Jakarta.
Karena begitu bersemangat ia bahkan melarang Zahra sang ibu saat hendak mengantarnya ke tempat kerja.
Meskipun sedikit was-was karena baru pertama kali melepaskan putrinya pergi sendiri, namun Zahra percaya jika Lika adalah anak yang pintar dan tidak akan nyasar.
Sementara itu di dalam kereta Lika tampak membaca setiap stasiun kereta yang di lewatinya. Ia bahkan mencocokan dengan rute kereta agar ia tidak lupa tujuannya.
"Stasiun Sudirman!" seru Zalika kemudian menuju pintu keluar.
Gadis itu berdiri di depan pintu untuk turun, karena berdesak-desakan ia hampir saja terjatuh. Beruntung ada seorang pria yang langsung menariknya hingga ia tak tersungkur karena terdorong-dorong oleh penumpang lain.
"Terimakasih," ucapnya kemudian segera pergi
Ia kemudian memilih berjalan kaki karena gedung tempatnya bekerja tidak jauh dari stasiun kereta.
Ia tersenyum saat tiba di depan gedung Harry Karya Construction. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul delapan pagi.
"Alhamdulillah akhirnya bisa datang on time,"
Zalika kemudian mengikuti orang-orang yang langsung masuk menggunakan pintu putar.
Karena pintu terus berputar-putar maka Zalika pun terus mengikutinya hingga ia tak bisa berhenti.
Sekali berhenti ia berada di luar lagi.
"Kok keluar lagi??" ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya
Ia kemudian mencoba masuk lagi bersama karyawan lainnya, namun lagi-lagi ia terus berputar-putar dan berhenti di luar lagi.
Ketuk pada klip untuk menempelnya pada kotak teks.
Seorang pria muda tampak tertawa kecil melihat kokonyolan sikap Zalika yang terus berputar-putar tanpa bisa masuk kedalam gedung.
"Haduh, kepala ku pusing!" seru Zalika
Gadis itu kemudian membuka ponselnya dan mencari tutorial masuk ke gedung menggunakan pintu berputar. Ia membaca dengan teliti satu persatu instruksi yang ada dalam ponselnya.
"Ok, sekarang aku mengerti," setelah cukup paham Lika kembali masuk dan berputar-putar lagi seperti sebelumnya.
"Kenapa susah sekali," ucapnya
Ia bahkan mengamati setiap orang yang menggunakan pintu itu dan melihat bagaimana mereka bisa masuk ke dalam.
Melihat Zalika yang kebingungan seorang pria muda pun menghampirinya.
"Sepertinya aku belum pernah melihat mu, apa kau karyawan baru?" tanya pria itu
"Iya kebetulan ini adalah hari pertama ku bekerja di sini," jawab Zalika
__ADS_1
"Bekerja di mana?"
"Harry Karya Construction??"
"Oh kalau begitu kita sama, bagaimana kalau kita masuk bareng," ajak pria itu
"Ok, tapi bolehkan kamu ajari bagaimana caranya untuk melewati pintu itu, karena sudah beberapa kali aku tak bisa masuk," sahut Zalika begitu bersemangat
"Tentu saja, dengan senang hati," jawab pria itu.
Ia itu kemudian memberikan arahan singkat kepada Zalika.
Zalika kemudian menapakkan kakinya bersama pemuda itu, ia bahkan sempat memegangi lengan pria itu saat pintu mulai berputar.
*Klik!!
Zalika begitu senang karena akhirnya ia berhasil. Ia bahkan mencoba lagi sendiri beberapa kali membuat pria itu tersenyum-senyum sendiri melihat kekocakan Zalika yang menari-nari sambil keluar masuk dari pintu itu.
"Ren, nagapain di situ ayo masuk!" seru seorang perempuan menghampiri Reno
"Tumben lo udah sampai Ann?"
"Sekarang udah hampir jam sembilan Ren, masa gue harus telat lagi," jawab gadis itu
Zalika yang sudah puas bermain-main pun kemudian buru-buru masuk setelah melihat jarum jam menunjukkan pukul delapan lima puluh menit.
"Wah hampir saja aku terlambat,"
Ia berlari menuju lift dan segera menekan tombol angka delapan.
*Ting!!
"Selamat pagi, bisa saya bertemu dengan Bapak Harry Karyadi?" tanya Zalika kepada seorang resepsionis
"Maaf apa anda sudah ada janji dengan beliau?"
"Saya Zalika, kebetulan ini hari pertama ku bekerja, dan beliau bilang aku harus menemuinya saat tiba di sini," jawab Zalika
"Ok baik, silakan masuk saja nanti belok kiri ya,"
"Ok, terimakasih." Zalika segera masuk dan mencari ruang kerja Pimpinan HK Construction.
*Tok, tok, tok!!
"Masuk!!"
*Krieet!
Zalika membuka perlahan pintu ruangan itu.
"Selamat pagi Pak,"
"Pagi Zalika, silakan duduk," ucap pria itu begitu dingin
Ia tampak mengamati penampilan Zalika sambil membaca CV nya.
Yang benar saja, masa bos menerima anak autis seperti dia?. Meskipun ia memiliki nilai akademis yang bagus dan merupakan lulusan terbaik dari universitas terbaik negeri ini tapi tetap saja, apa dia bisa bekerja seperti orang normal???
"Apa kau belum pernah bekerja sebelumnya??" tanya pria itu
__ADS_1
"Belum, kan aku baru lulus jadi belum pernah bekerja,"
"Ok, kalau begitu mari aku tunjukkan di mana ruang kerjamu,"
Pria itu segera bangun dari duduknya dan mengajaknya keluar.
"Kalau boleh tahu siapa nama Bapak?" tanya Zalika
"Haikal Wibisono, panggil saja Wibi,"
"Baik Pak Wibi,"
Wibi kemudian memperkenalkan Zalika kepada semua karyawan.
"Namanya Zalika Putri, dia adalah insinyur baru yang direkomendasikan langsung oleh bos besar, semoga kalian bisa bekerja sama," ucap Wibi
Zalika kemudian melambaikan tangannya untuk menyapa rekan kerjanya.
"Mohon bimbingannya teman-teman," ucapnya dengan logat suaranya yang seperti anak-anak membuat semua karyawan berusaha menahan tawanya
Wibi kemudian menunjukan meja kerja Zalika setelah selesai sesi perkenalan dengan para karyawan lain.
"Ini tempat kerja kamu, dan kalau ada apa-apa atau sesuatu yang ingin di tanyakan silakan hubungi aku,"
"Baik, Pak!"
Wibi kemudian kembali ke ruangannya. Ia terkejut saat melihat seorang pria paruh baya duduk diatas meja kerjanya.
"Apa dia sudah datang?"
"Sudah, apa bos tidak salah menerima dia bekerja di sini?" tanya Wibi
"Kenapa kau keberatan karena dia spesial??"
"Tentu saja, apalagi dia belum memiliki pengalaman bekerja sebelumnya,"
"Itulah istimewanya dia Wibi, aku juga ingin membuktikan apa dia benar-benar genius seperti yang diberitakan. Untuk itulah kita perlu mengujinya dengan satu proyek kita yang selalu tertunda dari dulu,"
"Jangan bilang Bos akan memberikan proyek jalan layang yang terbengkalai kepadanya?" ujar Wibi
"Tentu saja, sekarang sudah banyak perusahaan konstruksi dalam dan luar negeri yang ingin melanjutkan proyek itu, jadi kalau kita gagal maka perusahaan kita akan menanggung rugi milyaran rupiah,"
"Sekarang berikan berkas-berkas tentang proyek itu kepada Lika, aku ingin tahu apa ia bisa mengerjakan proyek ini atau tidak?"
"Baik Bos!"
Meskipun meragukan Zalika namun Wibi akhirnya memberikan tumpukan berkas kepada Zalika.
"Ini adalah projek pertamamu, pelajari dulu dan segera ajukan design yang cocok serta rincinya kepadaku secepatnya," ucap Wibi
"Baik," jawab Zalika.
Zalika kemudian membaca satu persatu dokumen itu dan tidak lama ia mengeluarkan sebuah buku sketsa dan menggambar sebuah jalan layang .
Ia kemudian memindahkan gambar itu ke laptopnya dengan rincian konstruksi lengkap.
Hanya dalam waktu satu jam ia langsung menemui Wibi dan menyerahkan designnya kepada pria itu.
"Gila, yang bener saja, bagaimana kamu bisa mengerjakannya dengan waktu satu jam saja!" ucap Wibi membelakakan matanya
__ADS_1