
Saat seorang peserta tender sedang menyampaikan presentasinya Zalika justru langsung menyanggah ucapannya.
Dengan penjelasan yang ilmiah Zalika menyatakan kalau desaign yang di presentasikan peserta tersebut tidak bisa diterapkan dengan kondisi tanah yang akan di bangun.
"Selain bisa memboroskan anggaran, pihak pengembang juga harus memperbaiki struktur jalan setiap satu tahu sekali, apa kalian sanggup!" tukas Zalika membuat semua orang ternganga dibuatnya
Wah bagaimana bisa dia mendebatnya seperti itu padahal dari tadi ia tak mendengarkan penjelasannya, ia bahkan sedang asyik menggambar, lalu bagaimana bisa ia memberikan penjelasan yang begitu masuk akal dengan segala perbandingan ilmiahnya.
Apa ia hanya pura-pura dan sudah mempersiapkan semuanya??
Wibi menatap lekat gadis di sampingnya. Saat menoleh ke bawah ia terpukau dengan gambar yang dibuat oleh Zalika.
Benar-benar gambar yang sangat bagus dan penuh makna.
Mendengar penjelasan Zalika maka sang moderator pun mempersilakan gadis itu untuk maju dan menjelaskan sanggahnya.
Zalika segera maju dan mulai memaparkan secara detail tentang desain yang diajukan oleh pria berbaju navy yang sedang memberikan presentasi.
Zalika menjelaskan secara rinci tentang kelemahan konstruksi yang diusulkan pria itu, dengan penjelasannya yang di sertai alasan yang ilmiah semua orangpun membenarkan ucapannya.
Kini peserta pertama gugur. Begitupun dengan peserta berikutnya yang juga gugur karena sanggahan Zalika.
Semua peserta tender tampak penasaran dengan Zalika hingga menyuruhnya untuk melakukan presentasi lebih dulu.
Dengan penuh percaya diri perempuan 24 tahun itu langsung berdiri di depan di dampingi Wibi yang bertugas sebagai operator.
Zalika mulai mempresentasikan hasil desainnya lengkap dengan bahan kontruksi serta keuntungannya jika menggunakan desain rancangannya.
"Selain menggunakan bahan ramah lingkungan, kita juga bisa menghemat budget bahan bangunan yang lumayan mahal. Konstruksi jalan sudah di sesuaikan dengan kondisi tanah hingga bisa mengurangi kerusakan dan meminimalisir budget untuk perbaikan jalan." terang Zalika
Semua orang tampak diam dN antusias mendengarkan presentasinya. Tak satupun dari mereka yang menyanggah atau keberatan dengan desain yang diajukannya.
"Kalau boleh tahu darimana kau mendapatkan ide itu?" tanya seorang moderator
"Jujur saja saya terinspirasi dengan jalanan di kota Tokyo dimana Jalanan di sana tetap kuat dan tak retak meskipun selalu terjadi gempa," jawab Zalika
Dengan prestasi Zalika yang memukau ia berhasil memenangkan tender pembangunan jalan layang.
Wibi yang begitu bahagia langsung mentraktirnya makan. Ia mengajak Yura dan Zalika ke restoran favoritnya.
"Karena aku sedang bahagia maka hari ini kalian boleh pesan apa saja yang kalian suka!"
"Yeay!" seru Yura bersuka cita.
Sementara itu Zalika terlihat biasa saja membuat keduanya seketika saling menatap.
__ADS_1
"Kamu mau pesan apa Za?" tanya Wibi menyerahkan menu makanan kepadanya
"Nasi goreng spesial dengan air putih," jawab Zalika kemudian
"Itu aja, gak mau yang lain?"
"Itu aja, gak mau yang lain," jawab Zalika
"Ok,"
Wibi kemudian menyerahkan semua pesanannya kepada pelayan. Tidak lama pesanan mereka pun tiba. Zalika langsung menyantap makanannya dengan cepat.
Wibi menyodorkan kentang goreng dan juga puding coklat kepadanya.
"Aku tidak boleh makan coklat. Kata mamah aku juga tidak boleh makan terlalu banyak supaya bisa fokus bekerja jadi sebaiknya makanan ini di bungkus saja buat teman-teman yang di kantor," ucap Zalika
"Oh begitu, baiklah," Wibi kemudian meminta pelayan untuk membungkus makanan untuk karyawan yang ada di kantor.
Selesai makan ia pun kembali ke kantor. Zalika tampak senang saat membagi-bagikan makanan yang dibawanya kepada teman-temannya.
"Selamat menikmati," ucapnya begitu ramah
Tidak lama Wibi memintanya untuk ke ruangannya. Zalika segera berlari menuju ke ruang kerja Wibi. Beberapa orang karyawan sudah menunggunya membuat Zalika langsung minta maaf karena mengira dirinya terlambat.
"It's ok Za, silakan duduk,"
Zalika kemudian duduk di tengah-tengah membuat pria yang duduk di sampingnya langsung menoleh kearahnya. Namun Zalika tepat fokus memandang ke depan tanpa menghiraukan dua pria yang menatapnya.
Astaghfirullah Za, kamu tuh benar-benar membuat ku harus mengusap dada
Wibi segera menyuruh kedua pria itu untuk fokus mendengarkan instruksi darinya.
"Sekarang semuanya dengarkan baik-baik karena aku akan membagikan tugas untuk projek baru kita. Alhamdulillah berkat kerja keras Zalika akhirnya kita berhasil mendapatkan kembali projek jalan layang yang sempat mangkrak dan terlepas ke perusahaan lain. Untuk itulah sore ini aku mengumpulkan kalian untuk membentuk tim yang akan mengerjakan projek ini. Untuk tim lapangan seperti biasa aku menugaskan Juno dan kali ini ditemani oleh sang insinyur kita Zalika,"
Wibi kemudian menyuruh keduanya untuk berdiri.
"Silakan kalian saling mengakrabkan diri, karena untuk beberapa bulan ke depan kalian akan menjadi partner kerja jadi yang akur ya!" seru Wibi kemudian melanjutkan pidatonya
"Salam kenal aku Juno," ucap Pria itu mengulurkan tangannya
"Salam kenal aku Zalika," jawab Zalika kemudian menjabat tangan pria itu.
"Maaf waktu itu aku tak sempat berkenalan denganmu," ucap Juno
"Tidak apa-apa," jawab Zalika kemudian mengalihkan pandangannya kearah Wibi.
__ADS_1
"Ok, karena pembagian tugas sudah selesai sekarang silakan bekerja sesuai dengan SOPnya masing-masing!" pungkas Wibi mengakhiri rapat singkatnya
Juno kemudian mengajak Zalika untuk pergi ke lokasi proyek.
Juno meminta Zalika untuk menunggu di lobby gedung sementara itu ia mengambil mobilnya di parkiran.
Selama perjalanan Zalika hanya diam hingga membuatnya tertidur. Juno hanya tersenyum melihat Zalika yang tidur mangap.
Sesampainya di lokasi Juno segera membangunkannya dengan lembut.
"Bangun Za, sudah sampai,"
Zalika perlahan membuka matanya, "Oh sudah sampai," jawabnya
"Iya ayo turun," jawab Juno
Pria itu kemudian turun dan mengambil beberapa peralatan yang dibutuhkannya.
Zalika tampak memandangi tanah yang terbentang luas di depannya. Juno menghampiri Zalika dan memakaikan topi proyek dan masker kepadanya.
Gadis itu hanya termangu tanpa ekspresi saat pria itu memakaikan topi kepadanya.
"Jangan lupa pakai juga maskernya," ucap Juno
"Terimakasih,"
Juno segera membuka buku kecil dan meletakan alat pengukur.
Selesai memakai Masker Zalika menghampirinya.
"Apa tugas ku sekarang?" tanya Zalika
"Hari ini kita bertugas mengecek lokasi proyek serta kondisinya," jawab Juno
Zalika tampak mengamati Juno yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya.
"Boleh aku bantu?" tanya Zalika
"Sebaiknya kamu yang catat saja biar aku yang mengukurnya," Juno kemudian memberikan buku catatannya sementara ia kembali menggunakan peralatan kerjanya.
Saat keduanya bekerja ada beberapa orang warga yang datang menghampiri mereka. Mereka membawa spanduk tulisan yang berisikan penolakan projek karena pembayaran ganti rugi tanah yang tidak sesuai.
Menghadapi para warga Juno mencoba untuk menjelaskan jika ia akan menyampaikan aspirasi mereka kepada atasannya, "Sekali lagi maaf bapak ibu, saya tidak tahu menahu tentang uang ganti rugi lahan kalau bapak ibu berkenan kami akan menyampaikan aspirasi anda kepada atasan kami agar kalian segera dipertemukan dan membicarakan masalah ini,"
"Tidak perlu, karena percuma saja, dari dulu mereka sudah berjanji akan mengadakan pertemuan dengan kami tapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," seru salah seorang warga kemudian menarik Zalika dan menyanderanya.
__ADS_1