
Zahra membagikan salinan kertas yang berisi kekayaan suaminya Gading kepada Hakim, jaksa dan para pengacara.
Semua orang tampak terperanjat saat mengetahui kekayaan Gading yang begitu fantastis.
Tentu saja mereka tak percaya saat melihat jumlah kekayaan Gading yang lebih banyak dari keluarga Dirga bahkan orang tuanya sendiri.
"Jangan mengada-ada, memangnya Gading Soeharso ini siapa sampai memiliki kekayaan yang begitu banyak melebihi orang tuanya," celetuk Bahri
"Mungkin anda perlu memperluas wawasan bisnis anda Tuan Bahri, asal anda tahu jika Gading Soeharso adalah pemilik dan Founder Bimbel Ruang Belajar yang merupakan perusahaan jasa terbesar di Indonesia," jawab Zahra membuat semua orang di sana tercengang
"Sekarang silakan kalian bandingkan secara ekonomi lebih layak mana aku atau Dirga?" imbuh Zahra
Suasana sidang yang hening tiba-tiba menjadi riuh saat semua orang tercengang melihat kekayaan Gading Soeharso.
Hakim pengadilan mencoba menenangkan semua orang.
"Semuanya harap diam!" seru sang Hakim kemudian mengetuk palu membuat semua orang seketika langsung terdiam.
"Berdasarkan hasil keterangan para saksi maka pengadilan memutuskan jika hak asuh Zalika akan kembali kepada ibu kandungnya yaitu Nyonya Gading Soeharso,"
Terdengar suara ketukan palu yang menandakan bahwa sidang sudah berakhir.
Zahra terlihat begitu senang hingga langsung memeluk erat suaminya.
"Alhamdulillah akhirnya Zalika akan kembali lagi kepada kita, terimakasih banyak Mas Gading sudah membantuku mendapatkan putriku kembali," ucap Zahra
"Sama-sama Za, selamat ya akhirnya semua perjuangan kamu berbuah manis," jawab Gading kemudian mengecup pucuk kepala istrinya
Hari itu juga pihak pengadilan menjemput Zalika dari kediaman Bahri dan membawanya ke rumah Zahra.
Pertemuan ibu dan anak itu begitu mengharukan, Zalika terus memeluk erat ibunya tanpa mau melepaskannya.
"Ibu jangan tinggalin Lika lagi," ucap gadis kecil itu tersedu-sedu
"Tidak akan sayang, ibu janji tidak akan pernah meninggalkan kamu walaupun hanya sebentar saja," jawab Zahra menciumi putri semata wayangnya tersebut
Ia kemudian menggandeng Zalika dan membawanya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu, sekarang kita makan yuk," ajak Zahra
***********
Setelah menikah dengan Gading, Zahra memilih untuk fokus merawat Zalika dan menjalankan bisnis Bimbelnya. Ia memilih resign dari kampus tempatnya mengajar agar lebih fokus mengurus bisnisnya dan juga keluarga kecilnya.
Sementara itu harga saham Bahri Group yang terus menurun membuat sang CEO ketar-ketir.
Penjualan produk yang merosot serta membuat Bahri mengalami krisis keuangan di perusahaannya.
"Kita harus mencari Investor secepatnya jika tidak mau perusahaan kita gulung tikar," ucap Bahri
"Aku sudah menghubungi beberapa relasiku tapi belum ada jawaban dari mereka,"
"Sepertinya aku harus bergerak sendiri, aku tak bisa mengandalkan kalian lagi!" seru Bahri kemudian meninggalkan anak-anaknya di ruang rapat
Sementara itu Zahra begitu senang saat melihat bisnis keluarga Bahri mulai mengalami kemunduran.
"Sekarang saatnya aku membalas apa yang sudah kalian padaku," ujar Zahra
Wanita itu kemudian menemui suaminya untuk meminta pendapatnya mengenai niatnya untuk menjadi investor di Bahri Group.
"Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membeli saham mereka sebanyak-banyaknya, meskipun aku tahu bisnis mereka sedang mengalami masalah tapi aku yakin aku bisa membalikkan semuanya saat aku menguasai saham perusahaan tersebut," jawab Zahra
"Jadi aku mohon bantuan mu untuk membeli saham mereka," imbuhnya
Gading kemudian menyarankan agar Zahra membeli saham Bahri fashion yang hampir gulung tikar.
"Kenapa harus Bahri Fashion, kenapa bukan yang lain?" tanya Zahra
Gading kemudian menjelaskan jika Bahri Fashion adalah satu-satunya anak cabang Bahri grup yang membutuhkan suntikan dana paling besar. Perusahaan itu mulai mengalami gonjang-ganjing karena kasus korupsi CEO nya yang merugikan perusahaan hingga milyaran rupiah.
Karena nasib perusahaan yang sudah tidak jelas membuat para pemilik saham ramai-ramai menjual saham mereka.
"Jadi dengan kata lain kau bisa menjadi Pemilik perusahaan itu, dan kau bisa membalaskan dendam mu kepada keluarga dengan menggunakan Bahri Fashion," tukas Gading
"Wah kamu benar-benar genius Mas, tidak salah aku memilih mu sebagai suamiku," ucap Zahra langsung memeluk suaminya erat
__ADS_1
Keesokan harinya Zahra secara diam-diam membeli hampir tujuh puluh persen saham Bahri Fashion secara diam-diam.
Setelah berhasil menjadikan pemilik Bahri Fashion, Zahra berusaha membangun perusahaan itu dari nol. Ia mulai mengeluarkan produk terbaru dengan memanfaatkan bakat melukis Zalika.
Sebuah gaun malam dengan motif lukisan karya Zalika menjadi produk pertama Zahra saat memulai debutnya sebagai CEO Bahru Group.
Dengan menggunakan metode pemasaran yang disarankan oleh Gading membuat produk Gaun malam itu laku keras di pasaran.
Perlahan Bahri Fashion mulai bangkit di bawah pimpinan Zahra. Meskipun ia sengaja berada di balik layar dan mempercayakan semua kepemimpinan Bahri Fashion kepada CEO lama tetap saja semua keputusan harus melalui persetujuan darinya.
Prestasi Bahri Fashion ini langsung membuat Bahri begitu bangga hingga mengundang sang CEO dan memberikan penghargaan kepadanya atas apa yang sudah dilakukan olehnya.
"Sebenarnya yang pantas menerima penghargaan ini bukan saya tetapi Bu Zahra. Karena dialah yang sudah berhasil membangkitkan geliat Bahri Fashion setelah mati suri. Dibawah kepemimpinannya dan semua ide-ide cemerlangnya berhasil membuat Bahri Fashion survive lagi dan bahkan penjualan kami meningkat hingga tiga kali lipat dari sebelumnya," tutur Claudio ( CEO Bahri Fashion)
Bahri begitu tercengang saat mendengar penuturan Claudio. Meskipun ia sangat penasaran dengan sosok Zahra yang berperan penting dalam kemajuan Bahri Fashion tetap saja ia membuang rasa penasarannya karena ia begitu bahagia hari itu.
Zahra siapa dia, apa dia mantan menantuku tapi tidak mungkin di dunia ini terlalu banyak wanita yang bernama Zahra, jadi aku rasa itu bukan dia?.
Sementara itu di Bahri pusat, para Direksi meminta adanya regenerasi di pucuk pimpinan Bahri pusat yang selalu di pegang oleh keluarga Bahri.
Zahra yang mengetahui adanya perang dingin di kantor Bahri Pusat membuat wanita itu memanfaatkan situasi itu.
Perbuatan Posisi pimpinan Bahri Group membuat para petinggi perusahaan itu melakukan perang dingin untuk mendapatkan posisi tertinggi di perusahaan terbesar nomor lima di Indonesia itu.
Wajar saja bila para Direksi dan pemenang saham tertinggi mulai mencari sekutu untuk mendapatkan kursi pimpinan perusahaan.
Dua orang kandidat menyatakan dirinya layak memimpin Bahri Group yaitu Bahri sebagai founder Bahri Group dan Adik sepupunya yang bernama Jerome Valcke selaku pemegang saham terbesar di Bahri Group.
Para pemilik saham kini tengah mengadakan rapat untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin Bahri Group.
Saat acara voting akan di mulai tiba-tiba sang moderator mengatakan jika mereka harus menunggu satu orang lagi yang layak menjadi kandidat pemimpin di Bahri Group.
"Memangnya siapa orangnya yang memiliki saham paling banyak di Bahri Group selain aku dan Jerome!" seru Bahri tak percaya
"Ada satu lagi pak, beliau pemilik tujuh puluh persen saham Bahri Fashion," jawab Sang moderator
Semua orang tampak menoleh kearah pintu ruangan saat seseorang membukanya.
__ADS_1
Bahri begitu terkejut saat melihat Zahra memasuki ruangan itu.
"Zahra???"