
"Alhamdulillah akhirnya semuanya sudah selesai, thanks ya Za sudah memberikan solusi terbaik hari ini," ucap Juno yang begitu senang saat Zalika berhasil menyelesaikan masalahnya hari itu
"Sama-sama,"
"Karena pekerjaan kita sudah selesai, sebaiknya kita kembali ke kantor," ajak Juno
"Ok," Zalika kemudian mengikuti Juno berpamitan kepada para warga.
Warga yang senang karena masalahnya sudah selesai berkat Juno dan Zalika. Mereka bahkan memberikan buah-buahan hasil kebun mereka kepadanya. Bukan hanya buah-buahan ada juga yang memberi memberi mereka makanan, palawija, ayam hidup, dan juga kenang-kenangan berupa hasil kerajinan yang mereka buat sendiri.
Kini mobil Juno dipenuhi oleh barang-barang pemberian para warga.
Zalika tampak senang bermain dengan seekor ayam pemberian warga selama perjalanan pulang.
Setibanya di kantor Juno langsung membawa makanan itu. Wibi terkesiap melihat Juno dan Zalika membawa banyak tentengan di tangannya.
"Apa kalian abis belanja banyak bener bawaannya?" celetuk Wibi yang memperhatikan Zalika yang membawa seekor ayam jantan
"Bukan Bi, semua ini tuh dikasih sama warga,"
"Lah kok bisa,"
"Semua ini karena Zalika," bisik Juno membuat Wibi langsung melirik kearah gadis di sebelahnya.
"Ayam itu juga?"
"Yes," jawab Juno kemudian meletakkan semua barang bawaannya di meja kerjanya
Ia kemudian mengambil toa dan memberikan pengumuman kepada Karyawan untuk mencicipi makanan dan buah-buahan yang dibawanya.
"Silakan semuanya boleh makan, kalau mau bawa juga boleh kecuali ayam jago itu milik Za, gak boleh diambil!" seru Juno
Semua karyawan langsung bangun dari duduknya dan menyerbu meja kerja Juno untuk mengambil buah dan makanan yang ada di sana.
Sementara itu Zalika masih asyik bermain dengan ayam yang dibawanya tanpa menyentuh makanan yang dibawanya.
Wibi memanggil Zalika ke ruangannya. pria itu kemudian menanyakan tentang lokasi yang akan dijadikan proyek jalan layang.
"Bagaimana kondisi tanah di sana, apa sudah siap dibangun?" tanya Wibi
"Setelah melihat kondisi tanah dan juga lokasi pembangunan, Semuanya sudah ok dan siap dibangun. Seperti yang sudah saya rekomendasikan desain yang saya ajukan sangat cocok untuk kondisi tanah di sana. Kalau ingin menghemat bahan bangunan mungkin bisa ditambahkan dengan alternatif yang saya buat," jawab Zalika
Wibi terlihat tak nyaman saat melihat Zalika berbicara sambil memegangi ayam di tangannya. Ia Kemudian menyuruhnya untuk meletakkan ayam itu di luar ruangannya karena dia tidak mau ruangannya kotor dipenuhi kotoran ayam.
Zalika mengangguk dan menaruh ayam itu di bawah meja kerjanya.
"Tetaplah disini dan jangan kemana-mana ya awas kalau nakal nanti aku potong loh," ucap Zalika
Zalika segera kembali ke ruangan kerja Wibi dan melanjutkan pembicaraan mereka.
Wibi kemudian memberikan beberapa dokumen kepada Zalika.
"Pelajari dokumen itu, karena mulai minggu depan kau akan memimpin proyek pembangunan jalan layang bersama Juno,"
"Baik Pak," jawab Zalika
"Sekarang kau boleh kembali,"
Zalika langsung memutar badan. Meninggalkan ruangan itu. Baru saja ia membuka pintu, gadis itu terkesiap melihat para karyawan yang riuh berteriak dan berusaha menangkap ayamnya yang lepas.
Wibi yang mendengar kegaduhan itu pun langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Pria berjas navy itu seketika membelakakan matanya melihat kantornya riuh karena seekor ayam.
"Zalikaa!!" serunya dengan nada emosi
__ADS_1
Gadis itu tersenyum simpul kepadanya.
"Santai Pak, aku pasti akan menangkapnya," ucap Zalika
Wibi kemudian menyuruh semua karyawannya untuk kembali ke meja kerjanya dan tetap tenang karena Zalika akan menangkap ayam itu.
Gadis itu langsung berlari untuk menangkap ayamnya yang lepas. Ia dibantu Juno berlarian menangkap ayam itu. Keduanya terlihat saling kejar-kejaran untuk menangkap seekor ayam membuat Wibi sampai ikut pusing.
Zalika tampak begitu lincah sampai ia harus memanjat meja kursi bahkan naik lemari demi menangkap ayam tersebut.
Semua karyawan tampak terkesiap melihatnya, sedangkan karyawan perempuan tampak menjerit saat ayam itu hinggap di meja kerjanya.
"Stop, jangan kemana-mana ya, diam di tempat," ucap Zalika saat melihat ayamnya berhenti di sebuah meja karyawan.
Saat ia melompat untuk menangkapnya ayan itu terbang dan hinggap di kepala Wibi.
"Wooh, apaan ini!" seru Wibi dengan wajah kagetnya
"Sttt!" ucap Zalika mengendap-endap sambil menaruh telunjuknya di bibirnya untuk memberikan isyarat kepada Wibi agar tetap diam.
Wibi yang tegang pun terdiam mengikuti saran Zalika .
Zalika mendekati pria itu untuk menangkap ayamnya. tapi sialnya ayam itu kembali terbang hingga membuat Zalika terjatuh dan menimpa tubuh Wibi.
" Maaf Pak," Zalika buru-buru bangun dan membantu Wibi bangun
"Ah sial!" celetuk Wibi saat mengetahui ayam itu meninggalkan kotoran di kepalanya
Pria itu langsung mengeluarkan sumpah serapah dan kata-kata kasar kepadanya.
Semua karyawan tampak menertawakan Wibi, membuat pria itu semakin kesal.
"Aku gak mau tahu, pokoknya kamu harus tanggung jawab Za," ucap Wibi
"Iya Pak,"
"Siap Pak," Zalika langsung membalikkan badannya dengan wajah di tekuk.
Ia berdiri termangu menatap Juno yang masih mengejar ayam itu. Melihat gerak-gerik ayam yang cepat dan susah di tangkap Zalika pun berpikir untuk menangkap ayam itu menggunakan trik.
Ia kemudian pergi ke dapur untuk mengambil makanan. Ia kemudian meletakkan makanan itu sambil memanggil sang ayam.
"Kur, kur, kur, kur!!"
Ayam pun berhenti berlari dan menatap sepiring nasi yang ada di depan Zalika.
Perlahan ayam itu berjalan mendekatinya, dan mulai memakannya. Dengan hati-hati Zalika pun mendekatinya dan akhirnya berhasil menangkapnya.
"Akhirnya ketangkap juga kamu," Zalika kemudian membawa ayam itu ke pantry dan mengikatnya di sana.
Setelah memberikan makanan Za kemudian menemui Wibi lagi.
"Sore Pak, ayamnya sudah berhasil aku tangkap," ucap Zalika memberikan laporan
Wibi segera memutar kursinya dan menoleh kearah Zalika.
"Sekarang bersihkan rambutku," ucap pria itu
"Dimana?" tanya Zalika
"Di sinilah,"
"Kenapa gak ke salon aja pak," ucap Zalika
"Aku males, dan lagi kan kamu yang udah buat aku begini, jadi kamu yang harus tanggung jawab," sahutnya
__ADS_1
"Ok baik," Zalika langsung mengikuti Wibi menuju ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Wibi kemudian duduk di kursi dan menyandarkan kepalanya di westafel.
"Sekarang kamu bisa membersihkan kepalaku,"
"Baik,"
Meskipun Zalika harus menggerutu karena harus membersihkan kepala atasannya namun ia tetap melakukannya karena tak mau di pecat.
Kenapa tidak mau ke salon saja, padahal kan kalau dia tak mau bayar aku bisa membayarnya, daripada aku harus begini, huft dasar manja!
Zalika mengambil shower dari bathub dan mulai membasahi rambut Wibi.
"Pelan-pelan Za, awas jangan sampai kemejaku basah,"
"Baik,"
Zalika segera mengambil sampo dan meratakannya di rambut Wibi. Ia pun memijit kepala pria itu membuat Wibi memejamkan matanya menikmati pijatan lembut Zalika yang membuatnya nyaman hingga tertidur.
"Sudah selesai Pak," ucap Zalika memasang handuk kecil di kepala Wibi
Melihat Wibi yang masih terlelap membuat Za sengaja memercikan air ke wajah pria itu hingga terbangun.
"Awww!" seru Wibi langsung terbangun
"Kamu sengaja ya menyiram ku!" seru Wibi langsung membersihkan wajahnya
"Abis bapak tadi gak bangun-bangun padahal aku sudah memanggil anda," jawab Zalika
"Hmm, kan bisa pakai cara lain," ucapnya mendengus kesal
Ia segera bangun dan mengusap-usap kepalanya dengan handuk.
"Karena sudah selesai aku boleh pulang kan?" tanya Zalika
"Iya,"
Zalika langsung keluar dari ruangan itu. Ia melihat kantor sudah sepi karena semua karyawan sudah pulang.
Ia segera mengambil tas kerjanya dan bergegas keluar.
Saat tiba di pintu lobby ia pun segera masuk dan sengaja berputar-putar di sana untuk menghilangkan penat.
Sementara Wibi yang melihatnya langsung menghentikan pintu putar itu dan menarik Zalika keluar.
"Apa kamu gak papa?"
Zalika mengangguk.
"Pusing gak?" tanyanya lagi
Zalika menggeleng lagi.
"Kalau kamu tak bisa lewat pintu ini kan ada pintu biasa di sebelah jadi kamu gak harus berputar-putar di sini,"
"Iya, tapi Za lagi mau main," jawab gadis itu kemudian kembali masuk kedalam pintu dan berputar-putar lagi.
"Astaghfirullah Za, kirain kamu gak bisa keluar tahunya malah mainan pintu, dasar bocah!" gerutu Wibi
"Kalau sudah selesai main jangan lupa cuci tangan, cuci kaki terus bobo," goda Wibi
"Ok,"
Wibi kemudian meninggalkan gadis itu, namun saat tiba di parkiran ia baru teringat jika Zalika mungkin kesulitan untuk mendapatkan bus saat jam pulang kerja.
__ADS_1
Ia pun kembali lagi untuk menawarkan tumpangan kepadanya. Namun saat kembali ke sana ia melihat Juno membukakan pintu mobil untuk Zalika.