
Zalika terkesiap mendengar ucapan Wibi. Ia benar-benar tak menyangka jika pria itu mencintainya selama ini.
Wibi kemudian menceritakan bagaimana ia mencari perhatian darinya dengan menyuruhnya untuk membersihkan rambutnya saat pertama kali Zalika diterima kerja.
"Aku sudah menyukaimu saat melihat mu pertama kali. Aku tak peduli kau ini seorang berkebutuhan khusus atau gadis normal. Karena cinta tak pernah melihat semua itu," imbuhnya
"Jadi itu alasan mu menerima perjodohan ini?" tanya Zalika dijawab anggukan kepala oleh Wibi.
"Tapi kau tahu kan kalau aku menyukai Juno, atau sebaliknya?" tanya Za lagi
Lagi-lagi Wibi mengangguk.
"Itulah sebabnya aku tak berani untuk mendekati mu lagi. Aku tahu jika Juno lebih dulu mengenalmu dan ia juga lebih dulu menyukai mu. Jadi aku memilih untuk tidak menunjukkan perasaan ku padamu," jawab Wibi
"Kalau begitu aku memilih Juno, jadi jangan berharap aku akan menerima perjodohan ini meskipun apa yang sudah kau ceritakan padaku,"
"Tentu saja Za, aku tidak bisa memaksa dirimu untuk menyukaiku apalagi menerima perjodohan ini. Aku tahu kau juga harus bahagia," jawab Wibi
Zalika kemudian melanjutkan pekerjaannya setelah Wibi meninggalkannya. Ia bahkan tetap menemani Juno menonton film di bioskop dengan tatapan sedih Wibi.
Zalika tampak begitu bahagia saat melihat film kesukaannya bersama lelaki yang ia cintai.
"Kamu mau popcorn?" tanya Juno menyodorkan satu cup besar popcorn kepada Za.
Tanpa malu-malu Za langsung meraup popcorn itu dan memasukkannya kedalam mulutnya.
"Pelan-pelan Za," ucap Juno kemudian membersihkan sisa-sisa bumbu popcorn yang menempel di bibir gadis itu.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Zalika
Selesai Nonton Juno juga mengajak Zalika untuk makan malam.
Ia sengaja memilih restoran yang ada di samping bioskop.
Zalika tampak menikmati steak ayam dengan begitu lahapnya.
"Za...."
"Iya," jawab Za sambil menikmati hidangannya
"Aku bisa minta tolong gak?" tanya Juno
"Katakan saja," jawab Zalika
"Aku mau minta tolong padamu untuk menemui adikku dan membujuknya agar ia mau tinggal denganku,"
"Thanks ya Za,"
"Jangan berterima kasih dulu, kan aku belum berhasil membujuk adikmu," jawab Zalika
"Iya, tapi setidaknya kamu sudah mau membantuku saja itu sudah membuatku bahagia," jawab Juno
"Ok,"
Selesai makan Juno kemudian mengantar Zalika pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Pagi harinya Zalika tak melihat Wibi. Dari penuturan sekretarisnya, ternyata Wibi mendapatkan tugas ke luar kota untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol di sana.
"Syukurlah, kalau begitu. Aku kira dia keluar kota karena marah padaku!" ucap Zalika lega.
Juno kemudian mengajaknya ke lokasi proyek mereka untuk meninjau progres pembangunannya.
Za tampak bersemangat saat pergi dengan pemuda itu. Setelah meninjau proyek, Juno mengajak Zalika menemui adiknya di sebuah panti asuhan.
Zalika yang sudah pernah menemui gadis itu bisa dengan mudah membujuknya. Ia bahkan tak menolak saat Juno memintanya untuk tinggal bersamanya.
"Ibu sekarang sedang sakit-sakitan jadi aku harap kamu mau pulang untuk menemaninya. Bantu aku merawat ibu, aku yakin jika kau yang merawatnya ibu bisa cepat pulih," ucap Juno penuh harap
"Iya kak,"
Sore itu juga Juno mengurus kepulangan adiknya. Ia bahkan sengaja membawanya pulang hari itu juga.
"Makasih ya Za, sudah bantu aku membujuk adikku pulang,"
"Sama-sama Jun," jawab Zalika singkat
Keesokan harinya semua karyawan kantor tampak riuh saat mereka mendapatkan sebuah surat undangan pernikahan.
"Wah, akhirnya Juno nikah juga," ucap seorang karyawan wanita dengan wajah sedih
"Iya, jadi kecewa dong. Beruntung sekali wanita yang akan menjadi istrinya Juno. Sudah ganteng, baik hati dan penyayang lagi, jadi sedih ...." imbuh yang lainnya
Seorang karyawati mendekati Zalika yang baru tiba, ia kemudian memberikan surat undangan kepadanya.
__ADS_1
"Dari Juno, semoga kau tidak patah hati seperti kami," ucap wanita itu.
Zalika segera membaca undangan itu, "Juno akan menikah??" ucapnya berkaca-kaca