ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 33


__ADS_3

*Brakkkk!!


Bahri begitu terkejut saat melihat istrinya membanting pintu ruang kerjanya.


"Melihat ekspresi di wajahmu, aku tahu kau pasti gagal membawa Zalika ke sini bukan?!"


"Kau memang tak bisa diandalkan," imbuhnya


"Kalau kau memang punya seseorang yang bisa diandalkan kenapa tidak menyuruhnya saja dari awal dan kenapa malah menyuruhku!" tanya Merry begitu geram


"Aku hanya ingin tahu apa kau masih bisa diandalkan seperti dulu, atau kau sudah kehilangan taringmu?" ejek Bahri


"Seorang pecundang pasti akan berkata seperti itu untuk menutupi kelemahannya, dasar brengsek beraninya kau berkata seperti itu kepada setalah apa yang sudah aku lakukan untukmu," jawab Merry kemudian bergegas meninggalkan suaminya


Wanita itu kemudian melajukan mobilnya meninggalkan Gedung Bahri Group. Ia menghentikan mobilnya di sebuah bar.


Ia segera masuk ke ruangan VIP dan memesan beberapa minuman beralkohol untuk melampiaskan kekesalannya.


Ia menghabiskan gelas demi gelas wine yang ada di depannya.


Dasar brengsek kau pikir aku ini pesuruh mu apa, sehingga kau bebas memerintah ku. Dan juga wanita itu dia bahkan sudah berani menatap mataku. Apa kau pikir sekarang kau sudah menjadi wanita hebat setelah menjadi seorang profesor?. Arrghhh!!" Seru Merry begitu geram


"Nyonya, maaf bar kami sudah tutup jadi silakan anda pulang," ucap seorang pihak keamanan


Merry yang sudah mabuk berat tak merespon ucapnya dan malah merancau tidak jelas.


Melihat Merry yang tak mungkin bisa menyetir membuat para pria itu kemudian membawanya keluar secara paksa.


Mereka kemudian menghentikan sebuah taksi dan memintanya mengantarkan Merry ke rumahnya.


"Tolong antarkan ia ke kediaman keluarga Bahri," ucap seorang manajer Bar


Merry yang tak mau pulang ke rumahnya diam-diam turun dari taksi saat mobil itu berhenti di traffic light.


Ia berjalan sempoyongan menyusuri jalanan ibukota. Penampilan Merry yang menggunakan barang-barang mewah rupanya membuat beberapa orang preman jalanan membuntutinya.


Ia tahu jika wanita itu adalah orang kaya dari pakaian yang dipakainya. Saat Merry melintasi jalanan sepi para preman itu langsung membegalnya.


Mereka mengambil barang-barang berharga milik wanita itu dan terpaksa melumpuhkan wanita itu karena sempat melawan.

__ADS_1


Zahra yang baru pulang mengajar begitu penasaran saat melihat kerumunan orang - orang di pinggir jalan.


Karena penasaran ia pun melihat apa yang terjadi. Ia begitu terkejut saat melihat sosok Merry terkapar dengan penuh luka.


Ia tahu jika wanita itu telah mengalami tindak kejahatan. Meskipun ia sangat membenci wanita itu, tetap saja ia tak tega saat melihat ia terkapar di pinggir jalan tanpa ada seorangpun yang mau menolongnya.


Ia kemudian menghentikan sebuah taksi dan membawanya ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit ia kemudian menghubungi Anindia untuk memberitahukan kondisi ibunya.


"Sebaiknya kau bawa baju ganti, dan jangan beritahu siapapun kalau aku yang memberitahu mu," ucap Zahra kemudian menutup telponya.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Zahra


"Untung anda cepat membawanya ke sini jadi ia masih bisa tertolong. Meskipun ia mengalami banyak perdarahan tapi ia sudah berhasil melewati masa kritisnya. Kemungkinan sebentar lagi dia akan siuman," ucap dokter


"Terimakasih dok,"


Mendengar kondisi Merry sudah membaik membuat Zahra berpikir untuk meninggalkannya. Toh sebentar lagi Anin akan segera datang untuk mengurusnya.


Saat ia akan pergi tiba-tiba Merry menarik lengannya membuat wanita itu langsung membalikkan badannya.


Ia melihat Merry sudah siuman.


"Aku menolong mu bukan sebagai Zahra mantan menantumu. Tapi aku menolong mu sebagai sesama manusia, bukankah sebagai manusia kita harus menolong sesama yang terkena kemalangan?" jawab Zahra


Merry langsung melepaskan lengannya dan mengusap air matanya.


"Terimakasih," ucapnya lirih


Zahra kemudian meninggalkan wanita itu.


***********


Keesokan harinya, berita tentang sosok penyelamat Merry membuat gempar semua orang.


Zahra bahkan tak kalah terkejutnya dengan Merry saat melihat headline news pagi itu.


*Byuuur!!!

__ADS_1


Merry langsung menyemburkan air yang diminumnya saat melihat Zahra menjadi seorang tokoh penting dalam penyelamatan dirinya. Ia tak tahu siapa yang sudah menyebarkan rumor ini.


"Penyelamat??" Zahra benar-benar tak mengerti siapa yang audah membocorkan rahasia jika ia adalah orang yang telah menyelamatkan Merry.


"Apa mungkin Anin yang membocorkannya, tapi aku sudah memintanya untuk tutup mulut?. Jika bukan dia apa mungkin wanita itu??"


"Rasanya tidak mungkin, apalagi saat tahu dia sedang sekarat, jika bukan dia lalu siapa?"


*********


"Sekarang semua orang akan tahu kalau kau adalah mantan menantu keluarga Bahri dan Zalika adalah cucu kami. Meskipun kau berusaha menutupinya tetap saja aku tak akan membiarkan semua ini sia-sia. Merry boleh gagal membawa Zalika tapi kau sudah menggali kuburmu sendiri dengan menyelamatkan mantan mertuamu itu."


Kabar tentang Zahra yang menyelamatkan Merry menjadi headline news pagi itu. Semua orang bertanya-tanya ada hubungan apa hingga wanita itu sampai menolongnya diam-diam.


Bahri yang sengaja menyebarkan berita itu untuk mengklaim jika Zalika adalah cucunya langsung bereaksi.


Pria itu langsung mengadakan konferensi pers dan menyebutkan jika Zahra adalah mantan istri Dirga dan Zalika adalah cucunya.


"Hubungan darah itu kuat, bahkan menantuku masih peduli dengan mertuanya meski ia sudah tidak lagi menjadi menantu keluarga Bahri,"


Semua orang tampak mempertanyakan apa maksud Bahri menyebarkan berita tersebut.


Jauh di luar dugaan ternyata Pria itu menginginkan Zalika untuk kembali ke keluarga besar Bahri.


"Sebagai ahli waris keluarga Bahri aku tidak akan membiarkan dirimu menderita di luar sana. Aku akan segera mengambil hak asuhnya jika ia memang mengalami kesulitan secara finansial," ucap Bahri pada pengacara keluarga


"Apa maksudnya anda akan menggunakan berita ini untuk menaikan harga saham Bahri group?"


Bahri mengangguk setuju saat pengacaranya menanyakan hal tersebut kepadanya.


Dengan aku mengumumkan jika anak itu adalah cucu kami, maka tidak seorangpun yang bisa menghalangi kami menemuinya kan?" jawab Bahri


"Lalu apa rencana anda selanjutnya?"


"Aku akan meminta mereka kembali lagi menjadi bagian dari keluarga ini. Dengan begitu aku bisa mendongkrak harga saham Bahri Group yang sempat collapse,"


Pagi itu sekolahan Zalika di jaga ketat oleh pengawal keluarga Bahri. Tentu saja hal ini membuat Zahra kesulitan bertemu dengan putrinya.


Mereka bahkan sengaja membiarkan Dirga menjemput putrinya dan membawanya pulang ke rumahnya.

__ADS_1


"Akhirnya kau kembali juga ke rumahmu sayang. Sekarang ayah tinggal membawa ibumu kembali agar kita bisa bersama lagi seperti dulu," ucap Dirga


"Tapi ayah, meskipun aku selalu ingin bersamamu, aku tetap tak mau kembali lagi ke Neraka ini. Rumah ini sangat menyeramkan ayah!" seru Zalika begitu ketakutan


__ADS_2