
"Zalika,"
Wibi, Marsel, dan Juno tampak terkejut melihat gadis itu berbincang akrab dengan lelaki itu.
Dirga segera bangun dan menyambut kedatangan partner bisnisnya itu.
"Saya turut berdukacita atas meninggalnya ibu Anda," ucap Wibi
"Terimakasih sudah datang untuk bertakziah," jawab Dirga
Dirga kemudian mengajak ke tiga tamunya duduk.
"Sayang, tolong kasih tahu bibik untuk membuatkan minuman untuk Pak Wibi dan teman-temannya,"
."Baik," jawab Zalika
Gadis itu kemudian segera beranjak dari duduknya dan menuju ke belakang. Sementara itu ketiga pemuda itu tampak kembali terperanjat saat Dirga memanggilnya sayang.
Dirga kemudian meninggalkan mereka sejenak untuk menemui tamunya yang lain.
"Sayang??" Wibi, Juno, dan Marsel saling berpandangan.
"Gak salah tuh pak Dirga manggil Za sayang?" tanya Wibi
"Sepertinya ada yang di sembunyikan Za, entah dia selingkuhannya Pak Dirga atau anak angkatnya," jawab Marsel
"Memang benar, sepertinya Za memang menyembunyikan rahasia dari kita, tapi aku rasa dia bukan selingkuhannya pak Dirga. Aku yakin dan berani bertaruh soal itu." timpal Juno
"Iya percaya, dari kita bertiga hanya Lo yang paling mengenal Zalika," sahut Wibi
Tak lama Zalika pun muncul bersama seorang asisten rumah tangga yang membawa minuman untuk Wibi dan teman-temannya.
"Silakan di minum," ucap Zalika
"Thanks ya Za," jawab Juno
Baru saja Wibi hendak menanyakan tentang Dirga kepada Zalika tiba-tiba Dirga kembali memanggil Zalika.
__ADS_1
Ia bahkan dengan bangga memperkenalkan putrinya itu kepada rekan-rekan bisnisnya.
Ketiga pemuda itu tak percaya saat mendengar Dirga memperkenalkan Zalika sebagai putrinya kepada para tamunya.
"Dia anaknya bro," ucap Wibi benar-benar kaget
"Lihat, orang tua Za pun ada di sini," timpal Juno menunjuk kearah Zahra dan suaminya Gading
Marsel segera membuka aplikasi google miliknya untuk mencari kebenaran berita tentang Zalika.
"Lihat guys!" serunya
Wibi dan Juno langsung menghampirinya . Ketiganya tampak terbelalak saat melihat foto Zalika kecil bersama dengan Dirga dan Zahra.
"Jadi benar Za itu putri sulung Dirga Wiraatmadja," ucap Marsel tak percaya
"Mungkin itu alasan bos menerima dia bekerja di tempat kita meskipun tahu dia seorang yang berkebutuhan khusus," jawab Wib
"Meskipun Za bukan anak seorang yang berpengaruh di dunia bisnis bos tetap akan menerima dia karena prestasinya. Terbukti ia mampu menyelesaikan semua projek-projek kita yang mangkrak." Bela Juno
Zalika kemudian menghampiri ketiga pria itu dan duduk disebelahnya.
"Kami turut berdukacita atas meninggalnya nenek kamu Za?" ucap Juno
"Terimakasih,"
"Kamu pasti sedih banget ya karena ditinggal nenekmu saat kamu baru pertama kali menginjakkan kaki di rumah ini lagi," ucap Marsel membuat Zalika langsung menoleh kearahnya.
"Jangan sedih Za, ikhlaskan kepergiannya, dan kau boleh menangis dipundak ku jika mau," timpal Juno
"Thanks Jun, tapi aku sudah menemukan bahu bakoh yang akan aku jadikan sandaran saat aku menangis nanti," jawab Zalika membuat Wibi dan Marsel langsung tertawa mendengarnya.
"Balasan yang benar-benar singkat namun dalam. Menusuk di kalbu," goda Wibi menoleh kearah Juno
Juno tampak terkejut mendengar jawaban dari Zalika.
"Selamat kalau gitu Za," jawabnya kemudian mengulurkan tangannya
__ADS_1
"Thanks," jawab Zalika
*********
Keesokan harinya Zalika tetap bekerja seperti biasa. Ia bahkan tetap mendampingi Wibi untuk bertemu dengan Dirga untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang kemarin sempat terputus.
Akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan bisnis mereka. Bahkan perusahaan Dirga DW Corporation tidak akan melanjutkan tuntutan kepada pihak warga HK Corporation
Sebagai ucapan terimakasih Wibi karena Zalika sudah membantunya menyelamatkan masalah dengan pihak DW Corporation iapun mentraktir gadis itu saat pulang kerja.
Saat pulang ke rumahnya Wibi sedikit terkejut karena Dirga Wiraatmadja berkunjung ke kediamannya bersama dengan istrinya.
Dirga memang sudah dekat dengan keluarganya sejak dulu sehingga ia sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan jika Dirga berkunjung ke kediamannya.
Namun ia merasa kunjungan Dirga kali ini seperti berbeda. Pria itu tampak serius saat berbincang dengan sang ayah.
Ia bahkan mengundang keluarga besarnya untuk menghadiri jamuan makan malam di kediaman Dirga Wiraatmadja.
Pada kesempatan itu Wibi semakin terkejut saat melihat Zalika juga ikut dalam jamuan makan malam tersebut. Bukan hanya Zalika namun Zahra dan suaminya juga ikut dalam acara tersebut.
Wibi tampak salah tingkah saat acara makan malam tersebut, apalagi saat berhadapan dengan keluarga ibu Zalika.
Kerena penasaran Wibi pun berbisik kepada sang ayah dan menanyakan sesuatu kepadanya.
"Sebenarnya ada acara apa sih dad, sampai Om Dirga manggil kita kesini?" bisiknya
Ayah Dirga kemudian memberitahukan putranya jika kedatangan mereka adalah untuk membicarakan tentang perjodohannya dengan Zalika .
Tentu saja Wibi sangat terkejut mendengar jawaban sang ayah. Antra percaya dan tidak tapi ucapan Dirga berhasil membuatnya percaya jika ia memang hendak di jodohkan dengan Zalika si gadis berkebutuhan khusus.
Rasa shock, kaget, bercampur aduk di dalam hati Wibi, begitu pun dengan Zalika yang sebenarnya memendam rasa pada Juno.
Akankah keduanya menikah dan menjadi pasangan yang serasi. Nantikan kisah pernikahan mereka di season ke tiga.
Mungkin season ke tiga akan hadir awal bulan. Karena Author lagi sibuk jadi belum sempat melanjutkan novel ini. Doakan saja awal bulan nanti bisa up lagi ya melanjutkan kisah cinta Wibi dan Zalika.
Terimakasih semuanya.
__ADS_1