ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 7. Terpukau


__ADS_3

Zalika tampak menikmati pengalaman pertamanya nongkrong di kafe bersama teman-temannya. Meskipun ia sebelumnya sudah pernah ke kafe namun baru kali ini ia pergi tanpa ayah dan ibunya.


Saat pesanan datang Zalika melihat Wibi, Marsel dan Juno yang begitu menikmati minuman mereka.


"Minuman apa ini?" ucapnya penasaran


Ia mengambil gelas Juno dan mengangkat keatas sambil memperhatikannya.


"Itu Bir Za," jawab Juno


"Oh Bir," Zalika mengangguk kemudian menurunkan kembali gelas Juno.


"Apa kamu tahu Bir?" tanya Juno


"Hmm, Mamah sudah pernah memberitahu ku tentang Bir, minuman beralkohol yang hanya bisa diminum orang dewasa dan memiliki efek memabukkan karena memiliki kandungan alkohol tinggi," jawab Zalika


"Apa kamu pernah mencobanya?" tanya Wibi


"Tidak, mamah bilang tidak boleh minum-minuman beralkohol karena berbahaya," jawab Za


"Kalau dikit mah boleh Za, yang penting asal jangan kebanyakan," sahut Wibi


"Mungkin, tapi itu hanya buat orang-orang tertentu saja,"


Zalika kemudian meneguk jusnya hingga habis.


"Aku mau lagi?"


"Pesen aja Za, hari ini bebas, aku yang traktir!" sahut Wibi


"Ok,"


Za kemudian berjalan menuju ke bartendernya. Gadis itu tampak termangu melihat kepiawaian seorang bartender dalam meracik minuman.


Ia menggerak-gerakkan kepalanya mengikuti pergerakan tangan seorang bartender.


"Wah keren!" seru Zalika bertepuk tangan


Wibi hanya tertawa melihat kelakuan Zalika.


"Dasar bocah!" serunya kemudian menutup matanya


Melihat minuman dengan warna-warni yang menarik dilengkapi dengan cocktail buah membuat Zalika menelan ludahnya.


Karena mengira itu sejenis jus, ia pun memesannya.


"Aku mau yang itu juga!" seru Zalika


"Siap!" jawab sang bartender udah mulai meracik minuman yang dipesan oleh Zalika.


Hanya dalam waktu beberapa menit saja minuman sudah siap. Dengan ramah dan senyuman manis dari tender itu memberikan minuman tersebut kepada Zalika.


"Selamat menikah tuan Putri," ucap bartender itu dengan seulas senyum manisnya

__ADS_1


"Terimakasih,"


Zalika Yang penasaran segera menekuk minuman tersebut.


"Ah segar sekali!" serunya kemudian mengusap bibirnya


Setelah merasakan kesegaran Minimi itu Zalika pun langsung menghabiskannya. Ia bahkan memesannya lagi karena ketagihan.


"Aku mau satu lagi!" serunya


"Ok,"


Saat minuman sudah di hidangkan di depannya seorang pria mengambilnya.


"Tidak baik anak sekolah seperti dirimu, minum-minuman seperti ini. Sebaiknya kau minum ini saja," ucap pria itu menukar minumannya dengan milik Zalika


"Apa ini enak?" tanya Za menyipitkan matanya


"Coba saja, kau pasti akan melayang setelah meminumnya," bisik pria itu


"Ok,"


Zalika yang sudah dalam pengaruh alkohol pun meneguk minuman itu.


*Byuurr!


Zalika menyemburkan minuman itu hampir saja mengenai pria di sampingnya.


"Hais, dasar bocah. Sebaiknya kau pulang saja nanti di cariin ibumu, jangan nongkrong di cafe!" hardik pria itu kesal


"Siapa bilang aku bocah, aku ini sudah dewasa," jawab Zalika kemudian melepaskan cardigannya


Ia kemudian membuka beberapa kancing kemejanya hingga belahan dadanya mulai terlihat.


Pria di depannya sampai menelan salivanya saat menyadari betapa seksinya Zalika. Za bahkan mengacak-acak rambutnya hingga terlihat seperti cewek nakal.


"Gimana menurut mu, apa aku masih seperti bocah?" tanya Zalika menepuk bahu pria di depannya


"Tentu saja tidak, kau terlihat begitu cantik," jawab pria itu terbata-bata


"Tentu saja aku cantik, bahkan selain cantik aku juga seorang yang genius. Kalau kau mau aku bisa membuatmu kaya raya dalam waktu sehari," rancau Zalika


"Sepertinya dia sudah terlalu mabuk," ucap Pria itu tersenyum simpul


Ia kemudian menengok ke kanan dan kiri.


"Sepertinya dia datang sendirian ke sini," ucapnya lirih


Ia kemudian merangkul Zalika dan membawanya pergi.


"Sebaiknya kita senang-senang di tempat lain saja," ucap pria itu


Zalika berusaha melepaskan diri karena merasa tak nyaman dengan pria itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku, mamah bilang gak boleh pergi dengan sembarang orang apalagi yang baru dikenal," ucap Zalika berusaha melepaskan tangan pria itu yang merangkulnya


"Jangan salah sangka, aku ini orang baik-baik. Aku hanya ingin mengajarimu sesuatu


"Tidak perlu, aku bisa mempelajari semuanya sendirian, aku ini genius!" seru Zalika kemudian mendorong pria itu hingga jatuh terjerembab ke lantai


Pria itu begitu kesal hingga kemudian segera bangun dan menyeret Zalika. Zalika berteriak meminta tolong namun tak ada yang mau menolongnya karena lelaki itu mengatakan jika Zalika adalah kekasihnya.


Sementara itu Juno mulai khawatir saat mengetahui Zalika belum juga kembali, padahal Ia sudah pergi terlalu lama untuk memesan sebuah jus.


Ia kemudian beranjak menuju ke bartender, Juno menanyakan kepada seorang bartender tentang Zalika. Setelah menyebutkan ciri-cirinya lelaki itu memberitahu Juno jika Zalika pergi bersama seorang pria.


"Kemana Mereka?" tanya Juno


"Aku tidak tahu, tapi dari pembicaraan pria itu sepertinya ia mau mengajaknya pergi dari sini,"


Juno segera berlari keluar untuk mengejar Zalika dan pria yang membawanya pergi.


Ia kini merasa bersalah karena telah membiarkan Zalika sendirian saat memesan Jus.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu dengan Za,"


Juno menoleh ke area parkiran berharap mereka masih ada di sana. Namun semuanya sia-sia. Ia tak melihat siapapun di sana.


"Aaarrggh!!"


Juno terkejut saat mendengar teriakan dari dalam mobil. Iya buru-buru mencari darimana sumber suara itu. pandangannya kini tertuju kepada sebuah mobil SUV yang terlihat bergoyang-goyang di sudut parkiran.


Ia buru-buru berlari ke sana menghampiri mobil itu. Dan benar saja ia melihat Zalika yang tengah bergelut dengan seorang pria.


*Plaakkk!!


Sebuah tamparan keras membuat Zalika merintih kesakitan hingga tak lagi melawan.


seketika darah Juna mendidih melihat lelaki itu yang mencoba memperlakukan Zalika dengan tidak senonoh tanpa berpikir panjang Ia pun memecah kaca mobil pria itu dan menarik kepala lelaki itu keluar dari mobilnya.


"Dasar brengsek, beraninya kau menyentuhnya!"


Juno yang sudah seperti orang kesurupan terus memukuli pria itu hingga babak belur.


Setelah puas melihat pria itu tak sadarkan diri di tanah, Ia pun buru-buru menghampiri Zalika yang masih terkurung di dalam mobil.


Juno membuka pintu mobil dan menatap sendu kearah Zalika.


"Apa kau baik-baik saja?" tanyanya sambil memperhatikan wajah Zalika yang tampak memerah


"Berkat dirimu aku baik-baik saja, thanks ya," jawab Zalika kemudian segera turun dari mobil.


Melihat penampilan Za yang acak-acakan Juno pun merapikannya. Namun Zalika langsung menepisnya dan tak membiarkan lelaki itu menyentuhnya.


"Mamah bilang jangan biarkan seorang pria menyentuh ku," ucap Zalika kemudian merapikan penampilannya.


Sejenak Juno tertegun melihat sikap Za yang berubah saat dia mabuk. Ia terlihat cantik dan dewasa seperti gadis pada umumnya. Ia tak terlihat kekanakan ataupun aneh seperti anak-anak berkebutuhan khusus pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2