ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 2 Kejutan


__ADS_3

*Tok, tok, tok!!


"Masuk!"


Perlahan Zalika memasuki ruangan itu dan meletakkan buku sketsa dan laptop yang dibawanya.


Melihat Wibi yang sedang bermain game online di PC nya, maka Zalika pun langsung menghampirinya.


Tangannya langsung ikut menekan keyboard membuat Wibi langsung berusaha menyingkirkannya.


"Jangan suka ikut campur," ucap Wibi menyingkirkan tangan Zalika.


"Sorry," jawab Zalika tersenyum padanya


"Hmmm," Wibi menunjukkan sikap tak sukanya kepada gadis itu.


"Tapi kalau bapak terus bermain seperti itu, maka bapak pasti akan kalah," jawab Zalika


"Jangan sotoy!" serunya kemudian mengakhiri permainannya


Ia tampak kesal saat menyadari ia benar-benar kalah.


"Sial, kalah lagi!" gerutunya


"Aku bisa membantumu mengambil kembali poin yang direbut oleh lawan dan memporak-porandakan pertahanan mereka,"


"Coba saja kalau bisa, dia itu sudah pro jadi sulit dikalahkan," sahut Wibi kemudian mempersilakan Zalika duduk di kursinya


"Ok mari kita lihat, seberapa hebat dia,"


Zalika segera memainkan jari-jarinya diatas keyboard dan mulai memainkan game dengan akun milik Wibi. Hanya dalam waktu singkat ia berhasil menyerang benteng pertanahan lawan dan menjarah semua poin milik lawan.


"Victory!"


Pria berkacamata itu langsung menoleh kearah Zalika saat mendengar suara selebrasi kemenangan yang begitu familiar di telinganya.


Ia langsung menatap PC nya dan mengerutkan keningnya.


"Anj*r lo beneran bisa mengalahkan Dark knight," ucapnya tak percaya


"Sebenarnya bapak juga tadi hampir bisa mengalahkannya kalau tidak salah memilih Hero," jawab Zalika menunjukkan Hero yang sebelumnya dipilih oleh Wibi


"Wah tidak ku sangka ternyata kau jago main game juga ya,"


"Gak jago juga sih hanya hobby," bisik Zalika

__ADS_1


"Pantes,"


Wibi kemudian kembali duduk di kursinya dan menyuruh Zalika menyampaikan keperluannya.


"Katakan kenapa kau datang menemuiku?" tanya Wibi


Zalika kemudian memberikan gambar sketsanya kepada Wibi


"Gambar apa ini, anak SD juga bisa gambar kaya gini," tukas Wibi


Zalika langsung menjelaskan tentang gambar yang dibuatnya. Ia juga memberikan presentasi singkat kepada atasannya itu hingga membuat Wibi benar-benar terpukau dengan ide briliannya.


"Gila, yang bener saja, bagaimana kamu bisa mengerjakannya dengan waktu satu jam saja!" ucap Wibi membelakakan matanya


Wibi tak menyangka jika Zalika bisa membuat sebuah design terbaik yang belum pernah bia bayangkan sebelumnya. Apalagi saat mendengar presentasi darinya. Ia sungguh tak percaya dengan kegeniusan gadis di depannya itu.


Ia bahkan merasa malu karena sempat memang rendah gadis itu. Ia yang sebelumnya berpikir jika seorang yang berkebutuhan khusus sepertinya hanya akan merepotkan justru malah sebaliknya ia memiliki ide yang sangat brilian dan mampu menyelesaikan projek yang sempat mangkrak karena struktur tanah yang bergelombang dan rawan gempa.


Dengan penuh percaya diri Wibi kemudian mengajak Zalika untuk menemuinya Harry Karyadi yang merupakan pemilik perusahaan itu.


Wibi tampak grogi saat harus menemui sang bos besar. Selama ini ia belum pernah menghadap bos besar secara langsung karena ia selalu menyerahkan semua urusan perusahaan kepada sekretarisnya Erick Setiawan.


Berbeda dengan Wibi yang tampak tegang, Zalika justru tengah asyik mengamati setiap lukisan yang terpasang di ruangan itu.


Ia bahkan berjalan bolak-balik sambil menghalalkan nama-nama bunga yang memenuhi ruangan itu.


Wibi segera menyerahkan gambar sketsa milik Zalika dan memberikan presentasi singkat seperti Zalika.


"Hmm, "


Hari benar-benar tak menyangka jika karyawan yang direkomendasikan oleh Erick benar-benar seorang yang genius.


"Kalau begitu datanglah ke Balairung Kampus Gunadarma untuk bersaing dengan para insinyur terbaik yang juga berharap bisa mendapatkan projek ini," ucap Harry Karyadi


"Ok," jawab Zalika penuh percaya diri


Siang itu Wibi ditemani seorang asistennya Yura datang untuk mengikuti tender jalan layang di sebuah kampus Swasta terkemuka.


Selama perjalanan Wibi meminta Yura untuk menyusun bahan presentasi yang sudah dibuat oleh Zalika, sementara itu Lika tertidur dengan mulut menganga membuat Yura terus menertawakannya.


"Ya ampun Za ini benar-benar kaya anak kecil, sudah mukanya imut juga kelakuannya menggemaskan," celetuknya


"Menggemaskan apanya, memalukan iya!. Masa cewek tidurnya mangap gitu," sahut Wibi


"Tapi meski begitu dia tetap kelihatan cantik," jawab Yura

__ADS_1


Wibi menghentikan mobilnya didepan kampus yang halamannya dipenuhi dengan pohon rindang.


Yura segera membangunkan Zalika dan mengajaknya turun.


"Ayo bangun Za, kita sudah sampai," ucap Yura


"Hoam!!" Zalika membuka mulutnya lebar-lebar sambil merentangkan tangannya


Seketika Yura langsung menutupi mulut Za, dengan tisu.


"Kalau nguap itu harus di tutup, karena bahaya kalau ada kuman yang masuk, selain itu juga tidak sopan saat menguap didepan orang tanpa menutupinya," tegur Yura


"Oh tidak sopan, kalau nguap harus ditutup karena tidak sopan," ucap Zalika menirukan ucapan Yura


"Good,"


Zalika tampak merapikan penampilannya, sebelum turun dari mobil. Ia kemudian berlari menyusul Wibi dan Yura yang sudah lebih dulu memasuki Balairung tempat lelang tender.


Wibi sengaja memilih tempat duduk di barisan ke dua. Sementara itu Zalika tampak menghitung jumlah kursi yang ada di sana.


Ia kemudian duduk bersama Yura dan Wibi namun baru sepuluh menit ia bosan dan berjalan mengelilingi ruangan itu.


"Tes, tes!!"


"Ngiuuuung!!"


Zalika langsung menutupi telinganya saat terdengar suara berisik pengeras suara yang sedang di stel oleh seorang petugas.


Ia buru-buru berlari kearah petugas itu dan mematikan soundnya, membuat seorang petugas memarahinya. Zalika hanya terdiam sambil terus menutupi telinganya.


Wibi segera berlari menghampiri mereka dan meminta maaf kepada petugas atas apa yang dilakukan oleh Zalika.


"Lain kali gak boleh menyentuh apapun yang bukan milikmu, ok!" seru Wibi


"Lain kali gak boleh menyentuh apapun yang bukan milikmu, ok!" ucap Zalika menirukan ucapan Wibi


"Good!" Wibi kemudian mengajak gadis itu menuju ke kursinya.


Zalika kemudian mengeluarkan sebuah rubik dan mulai memainkannya. Dengan cepat tangannya menyusun rubik yang sudah tersusun kemudian mengacak-acaknya lagi dan begitu selanjutnya.


Setelah bosan ia mengambil buku sketsa dan mulai menggambar. Gadis itu terlihat lebih tenang saat menggambar. Memang Zahra selalu menyuruhnya untuk menggambar untuk melatih konsentrasi Zalika selain itu agar ia tidak terlalu aktif.


Sampai acara di mulai Zalika masih sibuk menggambar. Meskipun Wibi sudah memperingatkannya untuk memperhatikan penjelasan moderator tapi Zalika tetap asyik menggambar dan tak menghiraukan ucapannya.


Saat seorang peserta tender sedang menyampaikan presentasinya Zalika justru langsung menyanggah ucapannya.

__ADS_1


Dengan penjelasan yang ilmiah Zalika menyatakan kalau desaign yang di presentasikan peserta tersebut tidak bisa diterapkan dengan kondisi tanah yang akan di bangun.


"Selain bisa memboroskan anggaran, pihak pengembang juga harus memperbaiki struktur jalan setiap satu tahu sekali, apa kalian sanggup!" tukas Zalika membuat semua orang ternganga dibuatnya


__ADS_2