
Hari itu Zalika sudah mulai kembali bekerja, awalnya Wibi tak keberatan jika istrinya itu kembali bekerja. Baginya tak mengapa bila Zalika kerja, toh mereka belum memiliki anak jadi wajar saja jika Za mencari kesibukan untuk mengisi waktu luangnya.
Toh ia tak mau istrinya jenuh jika terus berada di rumah tanpa memiliki kesibukan.
Selama bekerja Za dan Wibi tampak profesional. Wibi tidak pernah memperlakukan istrinya secara istimewa apalagi menganakemaskan dirinya.
Begitupun sebaliknya Zalika tetap menghormati Wibi sebagai atasannya dan tak pernah memanfaatkan hubungan mereka saat sedang bekerja.
Sebagai partner kerja Za dan Juno masih dipercaya untuk mengerjakan projek jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan.
Awalnya Wibi tak pernah cemburu saat Za dan Juno melakukan kunjungan kerja berdua atau harus menghabiskan waktu berdua untuk memantau perkembangan pembangunan jalam tol tersebut.
Namun sebagai seorang suami apalagi mereka baru menikah tentu saja lama kelamaan Wibi mulai tak nyaman saat melihat keakraban antara Za dan Juno.
Meksipun ia tahu jika istrinya adalah seorang yang bisa dipercaya namun tetap saja ia tak rela melihat Za dekat dengan pria yang dulu dicintainya itu.
Wibi kerap mengawasi mereka dengan diam-diam mengikuti keduanya saat melakukan kunjungan kerja.
"Sebenarnya apa yang mereka kerjakan sampai betah berjam-jam di dalam ruangan berduaan!" seru Wibi yang tampak mengamati keduanya dari kejauhan.
__ADS_1
Beruntung Marsel datang ke ruang kerja Juno untuk meminta tanda tangan.
Wibi buru-buru menghampiri Marsel.
Ia membisikkan sesuatu di telinga Sahabatnya itu.
Marsel seketika mengangguk saat mendengar ucapan Wibi.
"Santai aja Bro, aku yakin Juno bisa profesional," tukas Marsel.
Ia kemudian masuk ke ruang kerja Juno. Ia melihat Zalika tampak sedang mengerjakan laporan di depan laptop sementara Juno sibuk menelpon istrinya.
"Sorry ganggu Bro," tutur Marsel
"Si Bos minta lampiran laporan keuangan projek. Ia juga minta lo buat presentasi progres pembangunan jalan tol sore ini!" seru Marsel
"Gila mendadak banget, memangnya gak ada hari lain?" tanya Juno
"Gak ada jun, ini saja sudah jadi keputusan dewan komisaris. Sebenarnya bukan Wibi yang minta namun Bos besar. Kalau aku sih cuma menyampaikan pesan saja. Lagipula banyak keluhan soal kinerja lo yang mulai menurun setelah lo menikah. Katanya lo lebih sering pulang cepat dan tak pernah membuat laporan harian projek,"
__ADS_1
"Soal itu gue bisa jelaskan Sel," jawab Juno tampak panik
"Bukan jelasin ke gue Jun, tapi ya ke Wibi karena bagaimanapun juga semua yang kita kerjakan itu di bawah tanggung jawab Wibi. Jadi wajar saja sih kalau dia minta lo untuk melakukan presentasi progres pembangunan jalan tol. Secara dia juga harus menghadapi banyak tekanan dari bos besar dan juga para investor. Jadi aku harap kau bisa profesional dengan tetap mempertahankan kinerja mu. Jika kau bisa menjadi pekerja teladan sebelum menikah, harusnya kamu lebih giat bekerja setelah menikah Bro bukan malah sebaliknya?" sahut Marsel
"Iya Sel. Ya sudah kalau begitu aku harus siap-siap mengerjakan tugas yang diberikan oleh Wibi," pungkas Juno
Ia buru-buru menghampiri Zalika yang masih berkutat dengan laptop di depannya.
"Za, jangan lupa buatin gue presentasi buat nanti sore ya?" ucap Juno
"Sorry Jun, aku masih harus menyelesaikan laporan keuangan ku, karena sudah diminta oleh tim keuangan pusat," jawab Zalika
"Ayolah Za bantu aku dulu. Please!" seru Juno berusaha membujuk Zalika
"Maaf tidak bisa, lagian kamu kan juga lagi senggang kan, jadi kerjakan sendiri dulu nanti kalau aku sudah selesai aku akan mengeceknya," jawab Zalika
Tak mau Zalika menolak permintaannya, Juno pun berusaha merayu Zalika
Ia bahkan berusaha memeluk wanita itu saat Za terus menolak permintaannya.
__ADS_1
"Ayolah Za sayang, kamu bisakan bantu aku. Aku tahu kamu masih sayang dengan aku, jadi tolong aku kali ini saja, ok cinta?"
Sementara itu Wibi yang terus mengawasi mereka tampak terkejut saat melihat Juno dan Zalika berpelukan.