ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 31


__ADS_3

"Jika kau terus seperti ini maka perusahaan kita lama-lama bisa mengalami likuidasi atau bisa saja berpindah kepemilikan karena terus merosotnya harga saham perusahaan kita. Sebaiknya kau turunkan sedikit egomu demi perusahaan kita, apa kau mau melihat perusahaan yang sudah kita rintis dari nol harus berpindah tangan dan menjadi milik orang lain?" tutur Bahri


Merry benar-benar tak mengira jika suaminya akan menjilat ludahnya sendiri dengan memintanya menemui Zahra.


"Kalau kau yakin dia akan membantumu kenapa bukan kau saja yang menemui Zahra, kenapa harus aku, kau tahu kan jika aku sudah melarangnya menginjakkan kaki di perusahaan kita, apa aku harus menjilat ludahku sendiri!" seru Merry dengan rasa malu


Bahri yang geram dengan penolakan istrinya langsung menggebrak mejanya hingga wanita itu langsung ketakutan melihatnya.


********


Hari itu Zalika mengikuti study tour mengunjungi sebuah museum Seni dikawasan Jakarta Selatan.


Para siswa kelas satu begitu senang saat memasuki sebuah musem Basoeki Abdullah. Mereka menyiapkan catatan seperti perintah Bu Jessi dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya dengan mengamati berbagai benda bersejarah di ruangan tersebut.


Gadis itu tampak bersemangat saat melihat puluhan lukisan yang terpajang di sana. Zalika yang gemar melukis begitu menikmati lukisan karya maestro seni lukis Indonesia.


Saat acara berkunjung selesai Zalika tak mau pergi dari museum tersebut. Ia terus asyik bermain di ruang lain yang dipenuhi oleh Lukisan tiga dimensi. Entah kenapa imaginasinya seketika muncul dan ia mulai melukis apa yang ada di benaknya dalam kanvas mini yang ia bawa.


Karena keasyikan melukis membuatnya terlena hingga terpisah dari teman-temannya.


Selesai menikmati lukisan tiga dimensi dan menyelesaikan lukisannya, ia kemudian berusaha untuk keluar. Namun sayangnya tidak ada orang di sana. Karena terlalu lama melukis membuatnya lupa waktu hingga tak sadar jika museum sudah tutup.


Semua teman-temannya sudah pergi meninggalkan tempat itu, namun Zalika masih terkurung dalam museum.


Menyadari museum sudah tutup dan tak ada seorangpun yang menolongnya membuat Ia menangis tersedu-sedu karena tak bisa keluar dari tempat tersebut.


Gadis kecil itu kemudian mendatangi tempat pertama ia masuk di museum tersebut. Ia kemudian mencoba mencari jalan keluar dengan melihat bagian konstruksi bangunan.


Ia mengetuk-ngetuk tembok bangunan untuk mengetahui konstruksi bangunannya.


"Bangunan ini sebagian besar di dominasi oleh pasir jadi tidak terlalu kuat." ucapnya berasumsi

__ADS_1


Ia kemudian mengambil sebuah batu dan mengendor-gedor tembok bangunan hingga berlubang. Ia terus melubangi tembok itu hingga lubangnya semakin membesar. Merasa ia sudah bisa keluar, ia kemudian keluar dari ruangan tersebut melalui lubang yang dibuatnya.


Semua orang tampak kaget saat melihat sosok Zalika yang berhasil keluar dari museum dengan melubangi tembok bangunan tersebut.


Bahkan beberapa orang pejalan kaki sempat memotretnya dan mengunggahnya dalam media sosial. Tentu saja berita tersebut membuat heboh semua orang.


Bagaimana mungkin anak tujuh tahun bisa keluar dari museum dengan melubangi tembok??


Semua orang berpikiran jika gadis kecil terluka setelah melubangi tembok hingga seorang petugas sekuriti mengajak Zalika ke sebuah klinik.


Ajaib tak di temukan luka atau goresan di tubuh gadis kecil itu hingga menggemparkan semua orang.


Seorang dokter yang penasaran bagaimana caranya ia bisa keluar dari museum.


Zalika menceritakan tentang caranya keluar dari gedung yang sudah terkunci.


Semua orang tampak terkejut saat tahu jika gadis kecil itu menjelaskan kandungan bahan baku yang digunakan untuk membangun museum.


Ia memanfaatkan kelemahan itu untuk membuat lubang agar ia bisa keluar


"Aku menganalisisnya dari bahan -bahan yang dipakai untuk membangun museum itu dengan mengecek bunyi pantulan tembok saat dipukul dengan benda tumpul," jawab Zalika membuat semua orang begitu kagum dengan penjelasan seorang siswa kelas satu sekolah dasar yang belum mengetahui banyak hal tentang konstruksi bangunan.


Berita tentang sosok Zalika yang mampu menganalisa komposisi bangunan hanya dengan mengetuknya dengan benda tumpul membuat gempar seluruh Jakarta.


Bahkan keterangan tersebut membuat pemerintah daerah akhirnya berhasil mengungkap korupsi dana pembuatan museum tersebut yang sempat mangkrak karena kurangnya bukti-bukti.


Dengan penjelasan Zalika dan bukti lubang bangunan yang dibuatnya benar-benar membuktikan jika konstruksi bangunan museum memang rapuh.


Ia bahkan tahu jika bangunan yang kuat harusnya di bangun menggunakan bahan-bahan yang berkualitas. Terutama komposisi semen yang tepat.


Kegeniusan Zalika membuat seorang arsitek ternama memangilnya untuk bertemu. Ia yang begitu penasaran langsung menguji pengetahuan gadis kecil itu untuk mengetes beberapa tembok bangunan yang memiliki kandungan berbeda-beda.

__ADS_1


Dengan sangat lugas gadis itu mampu menebak bahan-bahan yang dipakai untuk membangun tembok-tembok bangunan tersebut dan ia juga menyebutkan berapa lama bangunan itu akan mampu bertahan.


Mengetahui kemampuan Zalika begitu luar biasa membuat sang arsitek kemudian memberinya beasiswa kepadanya untuk masuk ke kampus ternama.


Berita keberhasilan Zalika akhirnya sampai juga ke telinga Merry.


Wanita tua itu diam-diam menemui Zalika di sekolahnya.


Ia terpaksa menemui gadis kecil itu secara diam-diam karena tak ingin bertemu dengan ibunya Zahra.


Meskipun ia tak mau berurusan dengan keluarga Zahra dan mengakui Zalika sebagai cucunya, namun ia tak bisa membantah perintah suaminya.


Ia berharap bisa membawa Zalika dan membujuknya untuk ikut bersamanya.


"Aku yakin ia pasti sangat ingin bertemu dengan ayahnya, aku bisa menggunakan kesempatan itu untuk memintanya menjadi model untuk produk terbaru kami,"


Merry kemudian menghubungi Dirga untuk segera menyusulnya di sekolah Zalika. Mendengar Ibunya akan menjemput putrinya membuat Dirga begitu senang. Ia mengira keluarganya sudah mulai melunak dan berusaha meminta Zahra untuk kembali menjadi istrinya.


Dengan penuh semangat iapun segera meluncur untuk menjemput putrinya.


Zalika yang melihat sosok Merry didepan halaman sekolah langsung membalikkan badannya dan kembali ke kelasnya. Tentu saja wanita itu sudah membuat gadis itu begitu ketakutan.


Masih membekas dalam ingatannya bagaimana wanita itu mencacinya saat ia berada di kediaman keluarga Bahri.


Ia juga masih ingat betapa bengisnya saat Merry berusaha mengusir dirinya dan ibunya dengan kata-kata kasar yang membuat ibunya terluka dan sedih.


"Sayang apa kamu masih ingat dengan nenek?" tanya Merry yang ternyata menyusul anak itu hingga ke kelasnya


Zalika hanya diam sambil menatap nanar sosok wanita di depannya.


"Aku adalah nenek mu, apa kau tidak mengenaliku?" tanya Merry begitu ramah

__ADS_1


"Aku tidak pernah memiliki nenek jahat seperti dirimu!" seru Zalika membuat wanita itu begitu terkejut mendengarnya


Tentu saja ia tak mengira jika Zalika yang selama ini selalu diam dan tak pernah berbicara dengannya tiba-tiba akan berkata seperti itu padanya.


__ADS_2