ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN

ZAHRA BERLIAN YANG TERABAIKAN
Bab 40


__ADS_3

Bahri begitu terperanjat saat melihat kedatangan Zahra di kantornya.


Zahra langsung menyapa para direksi dengan senyuman manis di wajahnya.


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan saya Zahra Soeharso dari Bahri Fashion," ucap wanita itu memperkenalkan dirinya begitu singkat


"Ibu Zahra adalah CEO Bahri Fashion sekaligus pemegang saham tertinggi di sana. Meskipun beliau mempercayakan seseorang untuk menjadi wakilnya di Bahri Fashion, namun perlu anda ingat jika beliaulah yang selama ini bekerja mati-matian hingga membangkitkan Bahri Fashion yang sudah gulung tikar hingga kembali menjadi bersinar.


Salah satu design baju Bu Zahra yang paling terkenal dan menjadi best seller adalah rancangan gaun malamnya yang dipadukan dengan lukisan abstrak dari sang putri Zalika sehingga membuat baju tersebut sangat di sukai oleh para pembeli dari kelas atas. Meskipun harga gaun malam itu sangat fantastis namun penjualnya sampai saat ini tetap menjadi yang nomor satu di seluruh Indonesia," tutur sang moderator membuat semua pemegang saham langsung memberikan tepuk tangan kepadanya


Zahra segera duduk setelah sang moderator mempersilakannya duduk.


"Baiklah saya akan bacakan kandidat yang akan menjadi calon pemimpin Bahri Group, Yang pertama adalah Bapak Bahri selaku founder Bahri Group dengan total kepemilikan saham 28 persen, yang kedua adalah Bapak Jerome Valcke dengan kepemilikan saham 20 persen dan yang terakhir adalah Ibu Zahra Soedarso dengan kepemilikan saham 25 persen,"


Bahri begitu terkejut saat sang mendengar jumlah saham Zahra yang dimiliki oleh Zahra.


Ia tak mengira jika mantan menantunya akan memiliki saham sebanyak itu di perusahaannya.


Zahra kemudian segera berdiri di samping Bahri setelah sang moderator memanggil namanya.


"Kepada Bapak Ibu Investor sekalian silakan berikan dukungan anda kepada tiga kandidat kita. Pilihan anda akan menentukan masa depan Bahri Group kedepannya. Jadi pilihlah pemimpin yang benar-benar akan memajukan perusahaan ini. Apalagi sekarang perusahaan kita sedang gonjang-ganjing karena adanya resesi ekonomi global, so ... saya harap anda semua bisa lebih bijak dalam berkongsi," terang sang moderator


Bahri segera memberikan ultimatum kepada anak-anaknya untuk mendukungnya dan menggabungkan saham mereka kepadanya agar ia bisa memimpin Bahri group kembali.


"Bagaimanapun juga Bahri Group adalah milik keluarga kita, jadi jangan sampai perusahaan ini jatuh ke tangan orang lain. Aku merintis perusahaan ini agar anak-anak ku kelak tidak memiliki kehidupan yang pahit seperti diriku," terang Bahri kepada putra-putrinya


Semua orang langsung memberikan voting mereka dan memasukannya kedalam kotak yang sudah di sediakan.


Setelah semuanya selesai memberikan suara mereka, sang moderator selanjutnya membawa kotak itu dan mulai menghitung perolehan suara.

__ADS_1


Perolehan suara sementara di pimpin oleh Bahri yang masih unggul disusul oleh Zahra dan Jerome.


Namun perolehan suara seketika berbanding terbalik membuat Kedua kandidat tercengang saat perolehan suara Zahra menyusul Bahri.


Keduanya mendapatkan suara imbang hingga membuat semua orang menyarankan untuk mengadakan pemilihan suara ulang.


Moderator dan para kandidat setuju, namun saat mereka akan melakukan voting ulang seseorang memasuki ruangan itu.


"Maaf saya terlambat datang," ucap pria itu membuat semua orang terperanjat melihat kedatangannya.


Melihat kedatangan Gading Soedarso membuat sang moderator langsung menghampirinya.


"Perkenalkan dia adalah Pak Gading Soedarso yang akan menjadi staff ahli marketing di Bahri Group,"


Bahri seketika lega saat mendengar suami Zahra itu bukan pemegang saham.


Tidak lama Merry Bahri juga memasuki ruangan itu, wanita itu kemudian duduk di samping Dirga putranya.


"Apa saya masih boleh memberikan suara untuk memilih kandidat pemimpin Bahri Group?" imbuhnya


"Tentu saja nyonya," jawab Sang moderator segera memberikan kertas kepadanya


Namun wanita itu langsung menampiknya, "Biarkan aku memilih secara langsung saja agar lebih afdol," tukas wanita itu


Bahri merasa diatas angin setelah kehadiran istrinya. Bagaimanapun juga ia sudah merasa menang karena istrinya sudah pasti akan memilihnya.


Kini ia tidak perlu khawatir lagi jika Zahra akan menguasai Bahri Group.


Akhirnya Tuhan memberikan dukungannya kepadaku, semoga saja ini menjadi pertanda baik bagiku,

__ADS_1


Baru saja Bahri bersyukur karena Tuhan mengirimkan istrinya menjadi Malaikat penyelamat untuknya tiba-tiba wajahnya seketika pucat saat mendengar Merry lebih memilih Zahra daripada suaminya sendiri.


Ia benar-benar tak menduga jika istrinya bisa menusuknya dan lebih memihak kepada musuh mereka.


"Selamat Bu Zahra, akhirnya anda berhasil menjadi pemimpin utama Bahri Group," ujar Sang moderator


"Terimakasih," jawab Zahra lirih


Pria itu kemudian mempersilakan Zahra untuk memberikan pidato pertamanya sebagai pimpinan utama Bahri Group.


"Saya ucapkan terima kasih kepada para direksi dan pemegang saham yang sudah mempercayakan saya sebagai pemimpin Bahri Group. Saya akan bekerja keras untuk menjadikan perusahaan ini sebagai perusahaan terbesar di Indonesia dalam bidang Fashion, eletronik, farmasi, dan juga properti. Saya tidak dapat banyak bicara karena saya ingin menunjukkan kemampuan saya dengan kinerja bukan dengan kata-kata, terimakasih," tutur Zahra mengakhiri pidatonya


Sementara itu Bahru yang begitu geram dengan keputusan istrinya segera menarik wanita itu ke ruangannya. Ia segera meluapkan kemarahannya kepada wanita itu.


"Bagaimana kau bisa melakukan hal ini padaku, apa kau sadar apa yang kau lakukan hah!" seru Bahri begitu murka


"Tentu saja aku sadar dengan apa yang aku lakukan," jawab Merry begitu tenang


"Aku yakin dibawah kepemimpinan Zahra, Bahri Group akan survive seperti Bahri Fashion," imbuhnya


"Wah ... kau benar-benar sudah gila. Kau pikir kau bisa menyelamatkan perusahaan kita dengan menunjuk seorang yang tidak berkompeten seperti dia. Kau pikir perusahaan kita ini sebuah perusahaan kecil yang bisa dipimpin oleh seorang amatiran seperti dia. Ingat Merry Perusahaan kita ini sedang menghadapi masalah pelik dan kita butuh seorang yang kuat yang bisa mengupgrade perusahaan ini. Dia mungkin bisa membuat Bahri Fashion bangkit tapi kau tidak bisa menyamakan Bahri Fashion dengan Bahri Group!" seru Bahri


"Hanya aku yang sangat mengerti bagaimana sistem perusahaan ini berjalan karena aku yang mendirikannya. Kau tahu alasan aku tetap menjadi pimpinan utama dan tidak mau pensiun dan memberikan posisi ku kepada anak-anak ku?" tanya Bahri


"Karena kamu serakah, jadi kamu tidak memberikan kesempatan kepada putra-putri mu untuk mengembangkan sayap mereka," jawab Merry


"Kau salah Merry. Justru aku melakukan hal itu demi kebaikan mereka. Karena aku tidak mau perusahaan ini hancur saat dipegang oleh mereka yang bukan ahlinya. Kau tahu kan bagaimana perjuangan aku merintis perusahaan ini dari nol hingga sekarang, aku terus melindunginya agar semua anak cucuku bisa hidup mewah tanpa kekurangan apapun. Tapi sekarang kau menghancurkan semuanya dengan memberikan perusahaan ini kepada orang lain!" seru Bahri


"Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya aku menyelamatkan perusahaan ini,"

__ADS_1


"Kalau begitu jadilah penasihat ku, jika kau adalah orang yang mengetahui detail perusahaan ini maka kau harus membantuku untuk memajukan Bahri Group," ujar Zahra menghampiri keduanya.


__ADS_2