
Melihat Wibi yang masih terlelap membuat Za sengaja memercikan air ke wajah pria itu hingga terbangun.
"Awww!" seru Wibi langsung terbangun
"Kamu sengaja ya menyiram ku!" seru Wibi langsung membersihkan wajahnya
"Abis bapak tadi gak bangun-bangun padahal aku sudah memanggil anda," jawab Zalika
"Hmm, kan bisa pakai cara lain," ucapnya mendengus kesal
Ia segera bangun dan mengusap-usap kepalanya dengan handuk.
"Karena sudah selesai aku boleh pulang kan?" tanya Zalika
"Iya,"
Zalika langsung keluar dari ruangan itu. Ia melihat kantor sudah sepi karena semua karyawan sudah pulang.
Ia segera mengambil tas kerjanya dan bergegas keluar.
Saat tiba di pintu lobby ia pun segera masuk dan sengaja berputar-putar di sana untuk menghilangkan penat.
Sementara Wibi yang melihatnya langsung menghentikan pintu putar itu dan menarik Zalika keluar.
"Apa kamu gak papa?"
Zalika mengangguk.
"Pusing gak?" tanyanya lagi
Zalika menggeleng lagi.
"Kalau kamu tak bisa lewat pintu ini kan ada pintu biasa di sebelah jadi kamu gak harus berputar-putar di sini,"
"Iya, tapi Za lagi mau main," jawab gadis itu kemudian kembali masuk kedalam pintu dan berputar-putar lagi.
"Astaghfirullah Za, kirain kamu gak bisa keluar tahunya malah mainan pintu, dasar bocah!" gerutu Wibi
__ADS_1
"Kalau sudah selesai main jangan lupa cuci tangan, cuci kaki terus bobo," goda Wibi
"Ok,"
Wibi kemudian meninggalkan gadis itu, namun saat tiba di parkiran ia baru teringat jika Zalika mungkin kesulitan untuk mendapatkan bus saat jam pulang kerja.
Ia pun kembali lagi untuk menawarkan tumpangan kepadanya. Namun saat kembali ke sana ia melihat Juno membukakan pintu mobil untuk Zalika.
Zalika yang kelelahan karena berlarian menangkap Ayam terlelap dalam perjalanan pulang. Juno menghentikan mobilnya dan memperbaiki posisi tidur Zalika kemudian melanjutkan perjalanannya.
"Ah hampir lupa, aku kan gak tahu dimana rumah Zalika,"
Juno kemudian membuka ponselnya untuk melihat data karyawan HK Construction.
Ia kemudian membuka file data diri Zalika.
"Jalan mawar 19, Jagakarsa," Juno kembali melajukan mobilnya menuju ke kediaman Zalika.
Ia menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana yang dipenuhi oleh bunga mawar di halaman rumahnya.
Setelah memastikan jika rumah itu adalah kediaman Zalika, Juno pun segera turun dan mengetuk pintu rumah itu.
"Ada yang bisa saya bantu nak," sapa Zahra
"Apa benar ini rumah Zalika??"
"Benar, memangnya ada perlu apa dengan putriku,"
"Perkenalkan aku Juno Tante, teman kerja Za. Kebetulan tadi kami pulang bareng dan Za tertidur di mobil Juno Tante,"
"Astaghfirullah, maaf merepotkan ya nak,"
"Gak kok Tante,"
"Sebentar ya Nak, biar aku panggilkan ayahnya Lika biar dia yang gendong Lika,"
"Kalau Tante gak keberatan biar Juno aja yang gendong Za,"
__ADS_1
"Gak usah Nak, Lika itu berat kan nanti kamu kecapean, biar ayahnya saja,"
Zahra kemudian masuk ke dalam untuk memanggil suaminya. Tidak lama seorang pria paruh baya keluar dan mengikuti Juno menuju ke mobilnya.
Saat ia membuka pintu mobil, Zalika tampak sedang menguap.
"Syukurlah kamu sudah bangun Lika," ucap sang ayah lega
"Iya, aku takut ayah gak kuat kalau harus gendong Lika," jawab Zalika kemudian turun.
"Makasih ya Pak Juno sudah mengantar Za pulang,"
"Sama-sama Za," jawab pria itu
"Kalau begitu Juno pamit ya Tante, Om, Za,"
"Iya Juno, makasih ya,"
"Sama-sama Tante," Juno segera masuk kedalam mobilnya dan melambaikan tangannya
"Hati-hati!" seru Zahra
Zahra segera mengajak Zalika masuk kedalam rumah. Wanita itu tampak begitu antusias saat mendengar cerita hari pertama putrinya bekerja.
"Semuanya baik sama Lika Mah, gak ada yang mengintimidasi aku," terang Zalika kemudian segera menuju meja makan
Ditemani Zahra dan ayahnya ketiganya tampak berbincang hangat sambil menikmati makan malam mereka.
Keesokan harinya, seperti biasa Zalika berangkat kerja menggunakan kereta. Ayahnya mengantar ia ke stasiun.
"Hati-hati ya nak,"
"Iya ayah, dadah!" ucap Zalika segera berlari masuk kedalam stasiun
Setelah mendapatkan tiket iapun segera berdiri di depan garis kuning untuk menunggu kedatangan kereta.
Semua orang tampak mulai saling dorong saat mendengar suara kereta memasuki stasiun.
__ADS_1
Saat Zalika hendak melangkah masuk kedalam kereta tiba-tiba seorang pria mendorongnya hingga gadis itu terjatuh.