Zeasy

Zeasy
Balapan Liar


__ADS_3

"Zeasy, loe apa-apaan sih?" tanya Rossy yang sekarang tengah menghadang sahabatnya itu untuk ikut balapan liar.


Sesaat sebelum Rossy menghadang Zeasy, gadis yang tengah nongkrong dengan teman-temannya di cafe, mendapat kabat dari Wolmy jika Zeasy tengah mendaftar untuk mengikuti balapan liar. Sontak saja itu membuat Rossy marah dan kecewa.


Pasalnya, walau Rossy bergabung dengam komunitas motor, ia tidak pernah ikut balapan seperti itu. Walau gadis itu juga menyukai balapan. Tapi bukan balap liar seperti yang sekarang Zeasy lakukan.


"Loe udah gak waras, Zeas," ujar Rossy lagi yang tidak mendapatkan gubrisan dari Zeasy.


Entah apa yang membuat Zeasy nekat mengikuti balap liar itu. Yang jelas saat ini hati, perasaan bahkan hidupnya sudah hancur.


Keluarga yang ia dambakan ada perubahan, nyatanya tepat pagi tadi orang tuanya resmi bercerai. Dadinya pergi ke Malaysia, dan Maminya terus sibuk dengan agensinya.


Dan, Elang. Ini hari ketiga dimana Zeasy yang menghubungi Elang, tapi selalu seirang cewek yang mengangkat panggilannya. Jika ia mengirim pesan pun. Selalu tak ada balasan dari pemuda itu.


Haruskan Zeasy menelan kepahitan hidupnya sendiri saja, tanpa orangtua dan tanpa orang terkasih?


Zeasy kecewa ... kecewa pada kehidupannya. Tapi ia juga tidak bisa melawan takdir, bukan?


"Zeasy, gue mohon, loe jangan nekat deh. Gue gak mau terjadi sesuatu sama loe. Please dengerin gue!" Rossy menyentuh lengan Zeasy yang sudah stay, siap menyalakan mesin motornya. Zeasy menoleh dengan wajah yang sudah tertutup helm dan hanya bulat matanya saja yang terlihat.


Terlihat banyak kesedihan di dalam sana. Dan Rossy bisa merasakan itu.


Tatapan mata Zeasy yang tajam, perlahan membuat tangan Rossu melepaskan sentuhannya.


Ada tiga motor yang akan menjadi lawan Zeasy. Dan ia menjadi satu-satunya wanita yang ikut balapan liar itu.


Sapu tangan sudah di angkat ke atas oleh seseorang yang akan melepas sapu tangan itu untuk memulainya balapan.


Dalam hitungan ketiga, dan sapu tangan terjatuh ke atas aspal jalan. Kelima motor itu siap melaju dengan sangat kencang dan ingin menjadi pemenang. Termasuk Zeasy.


Rossy menggigit kuku jarinya. Ia khawatir, jelas saja karena ini pertama kalinya untuk Zeasy.


"Wol, gimana ini?" tanyanya pada Wolmy yang sedari tadi menemani Rossy.

__ADS_1


Tak menjawab, Wolmy hanya mengedikkan bahu saja.


Untuk putaran pertama, sebuah motor spotr merah yang tentu saja itu seorang pria. Dengan memakai helm merah, jaket kulit hitam, jeans hitam, dan sepatu hitam. Mengungguli jalannya balapan itu. Zeasy yang berada pada posisi kedua pun sangat geram dan kesal. Sedikit lagi, ia bisa menyusul motor sport itu.


Dua pengendara motor saling beradu kemampuan. Motor sport dan motor trail.


Tak bisa Zeasy ragukan jika pengendara motor sport dalam balapan itu sangat terkesan cepat. Dan Zeasy tidak bisa menyusulnya. Hingga ia kalah dalam balapan itu.


Siapa yang akan menduganya, ketika motor sport itu melewati garus finish sebagai pemenang, dan Zeasy yang masih tidak mengontrol emosinya, tanpa mengurangi kecepatannya, dan akhirnya motor Zeasy tergelincir.


Sontak saja membuat semua orang panik. Terutama Rossy, gadis itu spontan menutup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna. Ketika Zeasy dan motornya terguling di atas aspal.


**


"Gue juga bilang apa, loe ngeyel banget tahu gak sih, Zeas. Loe bikin gue jantungan." Rossy yang terus menerus mengoceh pada Zeasy. Pasalnya gadis itu kesal.


Sekarang keduanya tengah berada di rumah sakit.


Ah memang Tuhan selalu tahu dengan apa yang akan terjadi.


Tiba-tiba ...


"Loe harus ganti rugi motor gue!" sahut seorang pemuda yang keserempet motor Zeasy saat balapan liar ketika di garis finish. Pemuda yang menjadi pemenang dan pemilik motor sport merah.


"Kenapa harus ganti rugi?" Itu bukan Zeasy, melainkan Rossy.


"Astaga ... loe buta atau apa sih? Gak lihat apa motor mahal gue lecet gara-gata temen loe itu? Lagian nih lihat, sebagian tubuh gue juga lecet gini. Ya ampun ..." ucapnya memperlihatkan sikutnya yang diperban sampai jaket kulitnya pun sobek.


Ah ... Zeasy terlalu kuat melajukan motornya.


"Dasat loe ya. Itu namanya pemerasan!" sahut Rossy geram.


"Pemerasan apa?" jawabnya cepat.

__ADS_1


"Loe-" Rossy mengarahkan telunjuknya pada wajah pemuda itu dengan mata yang yang tajam.


"Apa, gunung kempes." cibir pemuda itu mengangkat dagunya dengan angkuh.


Rossy hanya membuka mulutnya saja. Ia kesal sekali. Setiap kali bertemu dengan pemuda itu, emosi Rossy selalu naik sampai ke ubun-ubun kepalanya.


Hah ... siapa lagi cowok super rese dan nyebelin so tampan dan playboy kalau bukan seorang David?


Iya David, pengendara motor sport merah yang menjadi pemenang pembalap liar itu.


"Nih kartu nama gue. Loe bawa motor loe ke bengkel aja. Kalau udah kelar, hubungi gue aja. Gue bakal bayar tagihannya," sahut Zeasy sembari memberikan satu kartu nama pada David. Tak lupa, kini wajah Zeasy semakin dingin dan datar.


David menerima kartu mana itu, "oke!" sahutnya mengamati kartu nama yang diberikan Zeasy. Tepatnya membaca nama yang tertulis di kartu itu.


Zeasy Virnafasya Collin. Gumam David sembari melengkungkan bibirnya ke bawah dengan satu alis yang terangkat.


"Oke, kalau gitu gue balik. Gue bakal hubungi loe kalau motor gue udah selesai diperbaiki." Zeasy hanya bergumam pelan.


"Loe kenal sama dia?" tanya Zeasy setelah beberapa saat terdiam. Dan kepergian David tentunya.


"Dia itu cowok yang paling nyebelin yang pernah gue temuin. Ya ampun, mesumnya naudzubillah, Zeas. Loe denger sendiri dia tadi bilang apa ke gue." ucapnya berapi-api.


"Bilang apa emang?" tanya Zeasy yang memang tidak ngeh dengan apa yang dikatakan pemuda itu.


"Dia bilang gue gunung kempes kan." Zeasy terkekeh pelan. Ia justru mengulum senyumnya.


**


TBC


Zeasy segini dulu ya akak.


Zeasy galau jadi dia malah ikut balapan liar. Galau karena gak ada kabar dari Elang. Hayoooo Elang nya kemana?

__ADS_1


__ADS_2