Zeasy

Zeasy
Ada Alasan


__ADS_3

"Kak Elang?" gumam Rossy - yang kala itu sedang membeli makanan di restoran depan rumah sakit. Pandangannya tak sengaja melihat Elang sedang duduk satu meja dengan - seorang wanita.


Lantas Rossy pun menghampiri Elang setelah membayar makanan yang ia pesan tersebut.


"Kak Elang," tegur Rossy ketika sudah sampai di meja Elang.


Elang mendongak, menoleh pada gadis yang ada di depannya. Begitu pun juga dengan wanita yang duduk berdampingan dengan Elang.


Elang sesaat terdiam, ia seperti mengingat-ngingat, siapa gadis ini.


"Gue Rossy, temennya Zeasy." Rossy pun memperkenalkan diri. Ah pantas saja Elang seperti tidak mengenalinya, orang mereka belum kenalan juga. Hanya Rossy saja yang tahu. Elang kan idola GGS.


"Oh," sahutnya datar. Membuat Rossy jengkel saja.


Baiklah, untung Rossy tahu akan kedinginan dan kedataran seorang Elang.


"Bisa bicara bentar gak?" tanyanya masih berdiri.


Elang yang awalnya ingin kembali memasukan makanan ke dalam mulutnya. Lantas ia simpan kembali.


"Bi-"


"Sorry, gak bisa, loe gak lihat kita lagi makan?"


Adalah cewek yang ada di samping Elang. Tak lain dia Yiran. Cewek yang baru datang dari luar negeri itu.


"Bentar doang," ucap Rossy. Ada nada jengkel di dalam kalimatnya itu.


"Udah deh, mending loe pergi. Jangan ganggu! Atau gue panggil security nih." Ancamnya Yiran yang bangkit dan siap memanggil security.


"Gak usah, gak jadi gue." cegah Rossy cepat. Membuat Yiran kembali duduk.


"Loe bakal nyesel nanti Kak," ucap Rossy tiba-tiba. Membuat Elang penasaran dan tidak mengerti apa maksud dari kata hati-hati yang Rossy katakan.


Ah Elang gak ambil pusing. Orang dia juga gak kenal sama Rossy. Pikir Elang! Pemuda itu kembali menyantap makanannya setelah kepergian Rossy dari hadapannya.


"Siapa sih tuh cewek. Ganggu aja." umpat Yiran kesal. Sedangkan Elang hanya diam tak menanggapi umpatan kesal Yiran.


*


*

__ADS_1


"Apa sih, Cy, datang-datang marah-marah aja loe. Cepet tua entar," tegur Zeasy ketika sahabatnya itu tiba-tiba menghentakkan kakinya saat sampai di ruang rawat Zeasy.


Rossy membuka plastik makanan yang ia pesan. "Kesel gue sama Kak Elang," sahutnya. Membuat gerakan tangan Zeasy yang sedang membolak balikkan majalah itu terhenti. Zeasy mendongak, menatap wajah Rossy yang memberengut kesal.


"Tadi loe bilang apa, Kak Elang?" tanya Zeasy penasaran.


"Iya, tadi di resto depan itu gue ketemu sama Kak Elang. Tanya gue mau bilang keadaan loe sekarang. Tapi-"


"Tapi?" Zeasy mengulangnya, ia penasaran saat Rossy tak meneruskan kalimatnya dan malah menatap wajah Zeasy. Menghentikan gerakan tangan yang sedang membuka kotak makanan.


"Tapi?" tanya ulang Zeasy.


"Ah, gak jadi gue," sahutnya yang membuat Zeasy semakin penasaran. "Udah makan nih. Laper gue, Zeas. Oh iya, gue udah telepon Bunda. Bunda khawatir banget tahu gak sih sama loe. Bunda akan ke sini nanti malam katanya. Sore ini dia ada meeting." cerocos Rossy mengalihkan pembicaraannya.


Zeasy terdiam, ia hanya tersenyum mendengar Bunda Rossy akan menjenguknya. Tapi ia masih penasaran dengan apa yang akan Rossy katakan tadi. Lantad Zeasy pun kembali bertanya.


"Cy,"


"Hem."


"Loe sahabat gue bukan sih?" tanya Zeasy - membuat Rossy menghentikan gerakan tangannya di udara dengan sendok mengarah pada mulutnya yang sudah terbuka. Siap menyantap makanan itu. Rossy berdecak, ia kembali menurunkan tangannya.


Oke!


"Hah." Terlihat Rossy seperti menarik nafas dalam-dalam sambil menyiapkan kalimat yang akan ia lontarkan pada Zeasy - yang sedang menatapnya intens.


"Gue lihat Kak Elang lagi makan sama cewe."


Degh!


Zeasy tiba-tiba berdehem. Gak lagi salah denger kan dia?


"Loe gak papa?" tanya Rossy khawatir. Menyimpan kotak makannya di atas nakas.


"Emang gue kenapa?" tanya Zeasy mengambil ponsel yang ada di pangkuannya.


Zeasy tengah duduk dengan kaki yang bersila.


"Yakin loe gak papa, Zeas?" tanya Rossy lagi. Khawatir melihat perubahan mimik dari wajah sahabatnya itu.


Zeasy tiba-tiba menempelkan ponsel ke telinganya. Entah nomor siapa yang sedang dihubungi gadis itu.

__ADS_1


Tapi sepertinya panggilannya tidak di angkat dan malah dirijek. Zeasy mendesah pelan. Mengguyar rambut panjang yang sedikit menjuntai itu ke belakang.


Oke, satu kali lagi untuk ia menghubungi nomor itu. Sambungan terhubung, beberapa kali terdengar suara tut tut diponselnya itu. Tapi sial, lagi-lagi panggilannya dirijek.


"Loe telepon siapa sih?" tanya Rossy penasaran.


"Gak penting sih, cuma iseng doang gue," sahut Zeasy cepat dengan kekehan yang terasa hambar.


Iya, perasaan Zeasy saat ini lagi hambar. Tahu kan jika sudah tiga hari Elang sama sekali tidak memberinya kabar. Dan tadi juga apa? Elang malah merijek panggilannya.


Di saat ia terkena musibah seperti ini, tak ada orang yang menemaninya selain Rossy.


Oh Rossy, kalau gak ada dia, entahlah Zeasy akan seperti apa. Bi May pun tak ada di sisi Zeasy saat ini.


Ngomong-ngomong soal Bi May, dia udah di kasih tahu belum ya?


"Loe udah kasih tahu Bi May, Zeas?" Keluar juga kan pertanyaan itu dari Rossy. Yang sejujurnya Rossy hanya ingin mengalihkan pembicaraan aaja.


"Gak gue kasih tahu, Cy. Kasihan Bi May, capek dia pasti nantinya," kata Zeasy dengan senyum yang ia paksakan.


Rossy hanya manggut-manggut saja. Ayolah, Rossy itu hanya ingin mengajak ngobrol Zeasy supaya gak ngelamun terus.


**


"Ponsel aku bunyi ya tadi? Ada panggilan, dari siapa?" tanya Elang. Ia baru saja nongol seyelah pamit pada Yiran untul ke kamar kecil sebentar setelah tadi makanannya itu habis.


"Eh ... enggak kok. Aku cuma mau amanin aja ponsel kamu. Takut ada yang nyuri. Kamu kan tadi lupa bawa ponselnya."


Alasan!


Iya, Yiran emang hanya alasan saja. Ia gak mau Elang tahu dari siapa penelpon itu. Apalagi dengan Elang yang hanya memberi tanda nomor itu dengan ❤ saja. Yiran penasaran, siapa sih ❤ itu.


Yang anehnya lagi, seperti yang sudah direncanakan. Pas ❤ - dia menghubungi Elang itu. Menelpon atau mengirimnya pesan selalu pas ada Yiran di samping Elang. Dan anehnya lagi, jika ponselnya berbunyi, setelah Elang bangkit dari duduknya.


So, Yiran selalu menghapus pesan dan panggilan masuk pada ponsel Elang. Jadinya saja Elang gak bisa tahu kalau tanda ❤ selalu menghubungi Elang.


Dikala dia yang selalu menghubungi Elang, dan Elang gak tahu. Dikala itu juga tidak ada menghubungi tanda Love itu.


Ada alasan tertentu yang membuat Elang seperti itu. Biarkan nanti waktu saja yang akan menjawab dengan sendirinya.


TBC

__ADS_1


Zeasy balik akak.


Mulai ruwet nih jalannya. Gara-gara apa ya Elang menghindar dari Zeasy. Yang tahu komen ya. Plese! ( mengatupkan kedua tangan dengan mata berkaca-kaca) wkwk author gaje ini. Tapi semoga menikmatinya.


__ADS_2